Upaya Pemerintah Dan Dampak Sistem Belajar Daring

kabargadget.com – Akhir – akhir  ini banyak kegaduhan di media sosial tentang keluhan-keluhan orang tua dalam menghadapi kelanjutan sekolah online, artinya karena di masa pandemi ini belum cukup aman dirasakan oleh pemerintah untuk mengadakan sekolah langsung seperti biasa, maka masih tetap diputuskan untuk sekolah secara online.

Ini tentu bukan kondisi yang ideal dan memang belum pernah direncanakan sebelumnya akan ada hal-hal semacam ini. Kita lihat banyak sekali orang tua yang mengeluhkan bagaimana nyatanya anak-anak sekolah di rumah dan diberikan tugas harus ditemani oleh orang tua, sementara orang tua banyak yang bekerja. Sebagian orang tua juga kaget tentang biaya yang dibutuhkan untuk melakukan sekolah online. Berapa kuota yang dibutuhkan, gadget yang harus baik yang tidak semua keluarga memilikinya apalagi dalam keadaan ekonomi seperti sekarang.

Sebagian lagi juga mengeluh betapa kagetnya mereka, ternyata materi sekolah anak-anak mereka jauh lebih rumit dan beban tugas anak-anak jauh lebih banyak dibandingkan ketika mereka sekolah dulu. Banyak juga yang protes tentang kurikulum, tentang tidak efektifnya pengajaran seperti ini. Betul, itu hal yang manusiawi dilakukan, bagaimana ketika kita mengalami kesulitan kita mengekspresikan perasaan dan pemikiran-pemikiran kita. Tetapi tentu dengan pesan yang jelas. pada orang yang tepat dan media yang baik. Kalau tidak, itu hanya akan membuang-buang energi kita. Dan jangan-jangan itu akan memperburuk kondisi psikologis anak-anak kita.

Jauh sebelum ini media sosial juga cukup gaduh oleh keluhan anak-anak, dimana mereka merasa tidak nyaman, tidak ada interaksi dengan teman-teman. Belum lagi dengan situasi dan kondisi yang baru sering ada konflik dengan orang tua, dimana orang tua yang menunggui tidak sabar lalu anak merasakan ketidaknyamanan itu.

BACA JUGA  Alasan Kenapa UN 2021 Ditiadakan dan Syarat Kelulusan Penggantinya

Mari kita dudukan persoalan ini dengan baik, bahwa pandemi ini adalah sesuatu yang tidak kita rencanakan, sebuah bencana dan tentu hal-hal yang kita lakukan untuk menyiasati hal itu tidaklah ideal. Tapi yang terpenting kita harus sepakat bahwa hal-hal ini sebisa mungkin dan seoptimal mungkin yang terbaik untuk anak-anak kita. Lalu kalau tidak secara online apa kemungkinan yang bisa dilakukan? Mencutikan anak-anak selama waktu yang tidak kita tahu? Juga bukan sebuah opsi. Homeschooling? dari segi keamanan mungkin baik, tapi apakah itu juga menyiasati pendidikan yang lebih baik, dalam hal interaksi misalnya. Dan tentu saja soal biaya, dibutuhkan berapa banyak guru homeschooling supaya pendidikan bisa berjalan maju.

Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan tantangan pendidikan di Indonesia tanpa pandemi Covid-19 sudah besar, baik secara geografi, budaya, maupun infrastruktur.Meski begitu, Kemendikbud akan tetap berupaya menyusun kebijakan terbaik agar pembelajaran tetap berjalan.

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dianggap tetap sebagai solusi yang terbaik bagi dunia pendidikan di Indonesia saat pandemik COVID-19 masih terjadi. Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Thamrin Usman, menyambut baik keputusan bersama empat lembaga pemerintah yang tetap memberlakukan sistem PJJ selama masih pandemik COVID-19.

“Saat sekarang sedang hangat isu normal baru, kembali aktivitas seperti biasa sesuai protokol kesehatan, namun pendidikan ternyata tetap amat dijaga dari risiko tinggi tertular COVID-19,” ujar Thamrin.

Mantan Rektor Untan itu berpendapat keputusan untuk tetap memberlakukan PJJ di 94 persen aktivitas pendidikan di wilayah Indonesia merupakan kebijakan menarik dan tepat. Menurut Thamrin, memang pola PJJ mayoritas tidak dianggap menyenangkan oleh para murid atau mahasiswa, pengajar, dan orang tua, dengan berbagai argumentasi hambatan.

BACA JUGA  LG Smart TV mendapatkan lebih dari 10.000 jam TV pendidikan untuk anak-anak

Hanya saja, Thamrin menjelaskan, aspek keselamatan dan kesehatan itu lebih utama dibandingkan kendala PJJ. Mengenai hambatan PJJ, dapat saja dibahas bersama solusinya antara sekolah dan orang tua murid.

“Atau ikut sesuai panduan yang ada dari pemerintah pusat berwenang. Memang PJJ pasti banyak kesulitan. Tapi itu tidak sebanding bila anak-anak dan pengajar tertular virus Corona sebab memaksakan masuk ke sekolah,” ucap Thamrin.

Mengeluh boleh, tetapi mari kita tindak lanjuti dengan solusi, karena pendidikan terbaik untuk anak-anak kita termasuk di masa pandemi ini adalah soal keteladanan. Mari kita memberikan keteladanan yang terbaik untuk anak-anak kita. Lekas pulih indonesia ku

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *