Menteri Pendidikan : UN 2021 Ditiadakan ?

kabargadget.com – Kabar datang dari Kementerian Pendidikan yang telah menyatakan kalau UN 2021 ditiadakan. Pernyataan ini membuat berbagai kontroversi di kalangan siswa dan orang tua .  Ada yang pro, namun tidak sedikit juga yang kontra. Tentu saja ada alasan besar kenapa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan melakukan hal ini.

Di sisi lain, manajemen sekolah banyak yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Tentunya ada banyak hal yang harus dirubah semenjak keputusan tersebut ditetapkan. Namun tentunya ini merupakan keputusan terbaik yang sudah diambil oleh pemerintah karena sebelum hal ini diputuskan, sudah dilakukan banyak dilakukan pertimbangan.

Di pihak siswa dan orang tua sendiri ada banyak sekali yang mendukung keputusan ini. Namun tidak sedikit juga dari mereka yang kecewa karena ada banyak sekali siswa yang sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk menghadapi UN tersebut.

Alasan Kenapa UN 2021 Ditiadakan

Satu satunya kenapa UN 2021 ini ditiadakan adalah upaya penekanan penyebaran virus Covid-19 yang terus saja meningkat saat ini. Pandemi corona sendiri memang telah menjadi wabah dunia dan semua orang terus berupaya untuk menghentikan penyebaran virus tersebut sesegera mungkin.

Dalam hal ini, tentu pihak Kementerian Pendidikan juga melakukan upaya semaksimal mungkin. Terutama di bidang pendidikan. Salah satu keputusan terbaik yang diambil adalah penghapusan UN 2021 ini.

Sebelumnya Menteri Pendidikan Nadiem juga pernah menyatakan ketidak setujuannya terkait pelaksanaan UN yang sudah menjadi “ritual” tahunan di Indonesia. Mantan orang No 1 di aplikasi online Gojek ini mengungkap kalau pelaksanaan Ujian Nasional hanya akan menjadi beban bagi siswa di Indonesia.

Nadiem juga berpendapat kalau penilaian kompetensi siswa tidak harus selalu dari akademis, selalu ada potensi lain dari seorang siswa yang menjadi kelebihannya dan institusi pendidikan hanya perlu memaksimalkan hal tersebut.

BACA JUGA  Bantuan Internet Kemdikbud 2021, Ini Rincian Kuota dan Syarat Penerima

Saat ini Nadiem sendiri sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menyatakan tentang peniadaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2021, Ujian Kesetaraan dan berbagai jenis KMB lainnya di seluruh institusi pendidikan di Indonesia.

Syarat Kelulusan Sebagai Pengganti UN

Peserta didik di seluruh institusi pendidikan yang ada dinyatakan lulus dari satuan ataupun program pendidikan apabila memenuhi kriteria :
1. Berhasil menyelesaikan seluruh program pembelajaran di masa pandemi covid-19. Hal ini harus dibuktikan dengan kepemilikan rapor di setiap semester.
2. Peserta didik juga harus memperoleh perilaku dengan kriteria minimal baik pada raport yang mereka dapatkan
3. Peserta didik juga wajib untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh sekolahnya masing-masing selama UN 2021 ditiadakan.

Ujian yang dilakukan oleh sekolah atau satuan pendidikan di wilayah masing-masing dilakukan dalam bentuk seperti berikut ini :
1.portofolio yang berupa nilai sikap/perilaku, nilai raport, serta prestasi lain yang berhasil diraih oleh siswa seperti hasil perlombaan, penghargaan, dan pencapaian prestasi lainnya
2.pemberian tugas-tugas tertentu kepada siswa
3.pengetesan secara daring ataupun luring
4.berbagai bentuk kegiatan lain yang bisa ditentukan oleh sekolah atau satuan pendidikan masing-masing
5.Selain dalam bentuk ujian tertulis, para peserta didik di sekolah kejuruan juga harus berpartisipasi dalam ujian kompetensi yang sudah diatur oleh undang-undang.

Itulah sederet persyaratan kelulusan bagi siswa kelas akhir di setiap satuan pendidikan pasca UN 2021 ditiadakan. Tentunya syarat-syarat tersebut bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Semua peserta didik harus mematuhinya secara menyeluruh dengan bimbingan dari guru masing-masing.

Syarat Kenaikan Kelas Tahun 2021

Tidak hanya syarat kelulusan saja, Kementerian Pendidikan juga sudah mengatur beberapa syarat kenaikan kelas bagi siswa yang belum mencapai kelas akhir. Adapun syarat-syarat untuk kenaikan tersebut adalah seperti di bawah ini:

BACA JUGA  Kuota Internet Gratis Dari Kemendikbud Cair Bulan Maret, April dan Mei

1. Portofolio yang berupa evaluasi atas nilai sikap atau perilaku, nilai raport dan prestasi lain yang berhasil diraih oleh siswa seperti hasil perlombaan, berbagai jenis penghargaan dan prestasi lainnya.
2. Pemberian tugas
3. Pengetesan secara daring ataupun luring
4. Penilaian lain yang sudah ditentukan oleh sekolah atau satuan pendidikan

Dalam hal ini, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim juga berharap kalau pihak sekolah memberikan UAS yang berbobot dan tidak hanya mengacu pada ketuntasan capaian kurikulum saja.

Nadiem berpendapat kalau UAS harus dirancang agar bisa merangsang minat belajar siswa dengan materi yang berbobot. Pasca penghapusan UN 2021, tentu ada banyak hal yang harus dirubah dalam institusi pendidikan di seluruh Indonesia.
Mari berdoa semoga pandemi segera selesai dan UN bisa berjalan normal kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *