Samsung Galaxy S21 Ultra, Flagship Ter Epick

kabargadget.com – Dibandingkan dengan dua seri lainnya (Galaxy S21 dan Galaxy S21 +), Galaxy S21 Ultra punya spesifikasi lebih unggul secara signifikan. Pada 27 Januari 2021, Samsung resmi meluncurkan ponsel flagship Galaxy S21 Ultra 5G ke Indonesia. Dibandingkan dengan dua seri lainnya (Galaxy S21 dan Galaxy S21 +), Galaxy S21 Ultra memiliki spesifikasi yang lebih baik, seperti layar lebih besar, kecerahan lebih tinggi, resolusi layar tertinggi, konfigurasi kamera terbanyak, dan banyak faktor lainnya. Samsung menawarkan beberapa varian Galaxy S21 Ultra. Model pertama RAM 12GB / RAM 128GB, model kedua RAM 12GB / RAM 256GB, dan model terakhir RAM 16GB / ROM 512GB. Tercatat, seluruh seri Galaxy S21 tidak dibekali slot microSD. Seperti produk seri Galaxy sebelumnya, pasar Indonesia juga menggunakan Samsung Galaxy S21 Ultra dengan prosesor Exynos 2100 miliknya sendiri. Ini adalah hasil review nya

Desain

Dibandingkan dengan seri Galaxy S21 lainnya (6,8 inci), S21 Ultra memiliki ukuran layar paling besar. Sebagai informasi, ukuran Galaxy S21 dan Galaxy S21 + masing-masing berukuran 6,7 inci dan 6,2 inci. Soal layar, tidak heran jika S21 Ultra dibekali dengan teknologi panel 2X AMOLED yang memiliki refresh rate hingga 120 Hz.
Untuk menghemat baterai, kecepatan refresh dapat diubah sesuai dengan konten yang ditampilkan. Untuk mengaktifkan fitur ini, cukup masuk ke “Settings”> “Display”> “Motion Smoothness”. Kemudian, pilih opsi “Adaptif”. Opsi ini menyediakan kecepatan refresh otomatis dari 10 Hz hingga 120 Hz. Resolusi layar yang dibawa S21 Ultra adalah WQHD + atau 3200 x 1440 piksel.

Bagian sisi kiri dan kanan layar ponsel ini dibuat melengkung, tetapi tidak terlalu signifikan seperti awal-awal Samsung menerapkan layar sisi melengkung pada seri Galaxy S terdahulu. Bagian atas layar terdapat notch yang berdesain Infinity-O untuk tempat kamera depan.

Layar ponsel yang berdimensi 165,1 x 75,6 x 8,9 mm tersebut memiliki lapisan Gorilla Glass Victus, yang merupakan sistem proteksi layar terkuat saat ini dari Corning. Beralih ke bagian belakang, bodi S21 Ultra sangat terasa elegan ketika dipegang. Material yang digunakan pada sisi belakang sama sekali tidak menjadi magnet untuk sidik jari. Kebetulan warna unit S21 Ultra yang saya terima adalah Phantom Silver.

Ketika terkena sinar, S21 Ultra berwarna Phantom Silver seolah-olah menampilkan warna pelangi. Tetapi sayangnya, bodi ponsel yang berbobot 227 gram ini cenderung terasa licin di genggaman tangan. Satu hal lagi yang saya kurang suka mengenai bodi S21 Ultra adalah bahwa modul bagian belakangnya terlalu menonjol dan berukuran besar.

BACA JUGA  Pembaruan Fitur Android Terbaru

Modul kamera tersebut berdesain berbeda, berlokasi di pojok kiri atas dengan material yang berbeda dengan bodi belakang S21 Ultra. Samsung merancang modul kamera ini dengan bahan mirip logam sehingga terlihat tangguh. Sepintas desain modul kamera belakang ponsel ini mengingatkan saya dengan desain bodi Nokia 7610 lawas.

Pada sisi kanan terdapat tombol daya dan tombol volume. Secara default, tombol daya tersebut akan mengantarkan kita ke akses asisten digital Bixby ketika menekannya dalam durasi lama. Tetapi kamu dapat mengubahnya untuk mengakses daya dengan membuka Settings > Advanced features > Side key. Setelah itu, kamu cukup pilih opsi ‘Power off menu’. Selain itu, tombol ini juga dapat menjadi jalan pintas ke akses kamera ketika ditekan 2 kali.

Samsung mendesain bodi S21 Ultra dengan sertifikasi IP68. Artinya, ponsel ini tahan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Pada bagian sisi bawah, terdapat tray untuk kartu SIM, port USB-C, lubang mikrofon, dan speaker. Tidak ada soket untuk memasang jack earphone 3.5 mm. Seluruh frame ponsel ini terbuat dari alumunium.

Kotak kemasan S21 Ultra berbentuk lebih kecil jika dibandingkan dengan kemasan kebanyakan ponsel saat ini. Hal ini dikarenakan oleh Samsung tidak menyediakan kepala charger dan earphone. Paket pembelian S21 Ultra hanya menyertakan unit ponsel, Quick Start Guide, kabel USB-C ke C dan SIM ejector. Ya, tidak ada pula softcase tambahan dalam paket pembeliannya.

Kamera bagus

Pada modul kamera belakang, S21 Ultra disematkan 4 kamera yang terdiri dari kamera utama dengan resolusi 108 MP, kamera ultra lebar beresolusi 12 MP, kamera telefoto (zoom 3x) beresolusi 10 MP, dan terakhir adalah kamera lensa periskop (zoom 10x) beresolusi 10 MP. Sedangkan pada bagian depan, terdapat 1 kamera beresolusi 40 MP.

Jarak fokus kamera utama ponsel ini adalah 24 mm (setara 35 mm), sehingga jangkauannya luas. Warna yang dihasilkan sangat bagus. Namun, kecerahannya tetap sama, jadi tidak ada kejenuhan. Namun demikian, pada dedaunan yang saya potret di sebelah kanan, beberapa bagian masih tampak sangat gelap. Namun, performa auto exposure secara keseluruhan terlihat sangat bagus karena bisa menampilkan bagian terbaik dari highlight dan bayangan. Selain itu tekstur daun di kejauhan masih terlihat jelas.

BACA JUGA  Cara Melacak Lokasi Nomor Telepon Online

Kamu pasti sudah tahu jika kamera utama S21 Ultra memiliki sistem pixel binning. Oleh karena itu, resolusi yang digunakan saat memotret menggunakan kamera utama, secara default menggunakan resolusi 12 MP. Kamu harus mengaktifkan mode 108 MP terlebih dahulu untuk memotret dengan resolusi lebih tinggi. Menggunakan resolusi 108 MP pada siang hari sangat disarankan agar menghasilkan detail yang lebih tinggi ketimbang 12 MP.

Hal ini terbukti ketika saya melakukan crop hasil gambar beresolusi 12 MP dan 108 MP. Hasil crop 12 MP menampilkan ketajaman yang turun secara signifikan. Sedangkan hasil crop 108 MP dapat mempertahankan detail subjek. Selain itu, hasil crop 108 MP menampilkan exposure yang lebih baik.

Focal length kamera ultra lebar ponsel ini adalah 13 mm (setara 35 mm). Oleh karenanya, mampu menangkap hingga sudut pandang (field of view) 120 derajat. Dengan sudut pandang sangat lebar ini, untungnya S21 Ultra tidak menampilkan gangguan distorsi pada pinggiran frame. Selain itu, warna yang dihasilkannya terlihat baik serta detail yang tajam untuk ukuran kamera lensa lebar ponsel.

Namun, jika diperhatikan lebih lanjut, performa Auto Exposure pada lensa ultra lebar tidak sebaik ketika saya memotret menggunakan kamera utama. Ini dikarenakan oleh adanya sedikit area gelap pada daun-daun. Meski demikian, hal tersebut tidak terlalu mengganggu hasil foto secara keseluruhan. Foto dari lensa ultra lebar S21 Ultra juga sangat layak dicetak ke kertas ukuran besar.

Terdapat dua zoom optik pada S21 Ultra, yakni zoom 3x dan zoom 10x. Pada hasil zoom 3x, menampilkan warna yang baik serta performa exposure yang baik. Meski demikian, jika diperhatikan lebih teliti, tekstur pada pepohonan kurang terlihat tajam. Kabar baiknya adalah, gelombang-gelombang kecil pada danau tetap terlihat jelas. Ketika memotret menggunakan zoom 3x, saya tertolong oleh sistem OIS yang dimilikinya sehingga tidak terjadi blur akibat goyangan tangan.

Semakin panjang focal length, maka semakin besar risiko blur akibat getaran tangan. Untuknya sistem OIS pada lensa periskop zoom 10x pada S21 Ultra bekerja dengan optimal sehingga meredam goyangan tangan secara signifikan. Berbicara seputar detail, tekstur yang diberikan zoom 10x lebih baik jika dibandingkan ketika saya memotret menggunakan zoom 3x meskipun sama-sama zoom optik.

BACA JUGA  Bahaya Modus Baru, HP Bisa Diretas dari DM Instagram

Ketika saya memotret menggunakan zoom 30x, maka campuran zoom yang digunakannya adalah zoom optik 10x yang dipadukan dengan zoom digital 3x. Hasilnya sangat terlihat seperti zoom digital. Detail banyak yang menurun pada gelombang danau dan beberapa daun pohon. Namun, kabar baiknya tidak ada gangguan fringing pada pinggiran subjek. Di sisi lain, ada sedikit over-exposure pada bagian permukaan danau.

Zoom maksimal yang dapat dilakukan oleh S21 Ultra adalah 100x. Pembesaran ini dapat dilakukan dengan mengkombinasikan zoom optik 10x dan zoom digital 10x. Hasilnya sangat menurun drastis dalam hal warna serta ketajaman. Selain itu, banyak gangguan noise hampir di seluruh frame.

Mode malam atau night mode memiliki kualitas yang bagus karena hasilnya menjadi terang tanpa mendominasi warna di sekitarnya. Hasilnya, kualitas warna yang dihasilkannya terlihat alami. Momok yang paling utama ketika memotret malam hari adalah gangguan noise. Namun, S21 Ultra dapat menangani gangguan tersebut dengan sangat baik tanpa mengorbankan detail subjek.

Night mode menggunakan lensa ultra lebar menghasilkan gambar yang terang seperti ketika saya menggunakan kamera utama. Tetapi hasil dari kamera ultra lebar menampilkan hasil yang kurang tajam pada daun pohon di sebelah kiri frame.

Beralih ke pengujian pemotretan zoom 3x pada malam hari. Karena zoom 3x termasuk ke dalam zoom optik, maka hasilnya tidak terdapat artefak di bagian gelap. Meski terdapat gangguan noise, ini hanya terjadi sedikit di area gelap. Untuk warna, hasilnya terlihat bagus dengan kualitas White Balance yang cukup akurat.

Pada ponsel Galaxy S21 Ultra, Samsung juga telah menyematkan fitur Single Take 2.0 yang memungkinkan Anda untuk menangkap berbagai konten seperti video, foto, dan konten lainnya hanya dengan satu ketukan. Hasil berbagai konten dapat dilihat dan dipilih di galeri. Ada juga fungsi tampilan sutradara, yang dapat memilih berbagai sudut perekaman dan pengalaman merekam video. Intinya, fitur ini menggabungkan kamera depan dan tiga kamera belakang (kamera utama, kamera sudut lebar, kamera zoom 3x), sehingga Anda dapat mengubah sudut pandang agar sesuai dengan rekaman Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *