Xiaomi tampaknya mengambil langkah berani mengikuti tren layar lipat dengan form factor lebih lebar yang sebelumnya telah dijajal oleh Huawei dan Apple. Bocoran terbaru dari sistem operasi HyperOS mengindikasikan perusahaan sedang mengembangkan perangkat foldable baru yang tidak hanya mengusung layar lebih lebar, tapi juga peningkatan fitur multitasking yang signifikan.
- Xiaomi tidak melanjutkan seri langsung Mix Fold 4 pada 2024, fokus ke pengembangan perangkat foldable dengan desain layar lebih luas.
- Perangkat ini diberi beberapa nama dalam bocoran, seperti Xiaomi Mix Fold 5, Xiaomi 18 Fold, atau Xiaomi 17 Fold.
- Kolaborasi dengan Leica dalam kamera triple dengan sensor utama 200MP menjadi daya tarik utama.
- Prosesor in-house Xring O3 menunjukkan ambisi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti.
- Refinasi mekanisme engsel dan peningkatan performa premium menjadi fokus pengembangan.
Tren Layar Lipat Lebar dan Implikasinya pada Pengalaman Pengguna
Huawei telah lama bereksperimen dengan layar lipat berformat lebar, dan Apple juga mengadopsi konsep serupa untuk perangkat foldable pertamanya. Format layar yang lebih luas ini memberikan keuntungan usability, baik saat perangkat dilipat maupun dibuka, memperluas fungsi multitasking dan produktivitas pengguna.
Xiaomi yang sempat absen meluncurkan penerus langsung Mix Fold 4 pada 2024, kini terlihat serius mengejar tren ini. Bocoran HyperOS menunjukkan antarmuka yang disesuaikan untuk layar lebar, menegaskan bahwa Xiaomi ingin menawarkan pengalaman multitasking yang lebih baik bagi pengguna foldable mereka.
Kamera dan Chipset: Kombinasi Kekuatan Xiaomi dan Leica
Kolaborasi Xiaomi dengan Leica untuk modul triple kamera, yang diperkirakan membawa sensor utama 200MP, merupakan sinyal bahwa Xiaomi tidak hanya ingin unggul dari sisi desain layar, tapi juga menguasai kualitas fotografi. Sensor sebesar ini berpotensi memberikan detail gambar yang sangat tinggi, menambah nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan kamera sebagai fitur utama.
Sementara itu, penggunaan chipset Xring O3 buatan internal menunjukkan ambisi Xiaomi dalam mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Ini juga menandakan fokus pada optimasi performa yang sesuai dengan kebutuhan perangkat foldable premium, termasuk efisiensi daya dan kemampuan multitasking yang mulus.
Refinasi Mekanisme Engsel dan Potensi Dampak pada Industri Foldable
Mekanisme engsel yang lebih baik adalah kunci keberhasilan perangkat layar lipat. Xiaomi dikabarkan sedang mengembangkan engsel yang lebih halus dan tahan lama, yang sangat penting untuk menjaga keawetan perangkat dan kenyamanan pengguna. Perbaikan ini juga dapat menjadi daya saing utama Xiaomi di pasar foldable yang semakin ketat.
Dengan fitur-fitur ini, Xiaomi Mix Fold 5 berpotensi menggeser standar industri foldable, mendorong inovasi lebih jauh dalam hal desain, performa, dan pengalaman pengguna multitasking.
Potensi Rilis dan Ketersediaan di Indonesia
Bocoran menyebutkan kemungkinan peluncuran di pasar China sekitar Agustus 2026. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi secara resmi perangkat ini maupun rencana ekspansi globalnya. Untuk pasar Indonesia, ketersediaan masih belum jelas, namun mengingat popularitas Xiaomi dan permintaan konsumen terhadap perangkat foldable, ada peluang besar perangkat ini juga akan hadir di Tanah Air, meski mungkin dengan harga yang premium mengingat teknologi yang diusung.
Perkembangan Xiaomi dalam foldable dengan layar lebar dan sistem operasi HyperOS yang disesuaikan menjadi babak baru persaingan di segmen smartphone premium, sekaligus menguji strategi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti dan memperkuat ekosistem produknya.
Referensi: Xiaomi | GizmoChina







