Asus Vivobook S14: Ultrabook 14 inci dengan Ryzen AI yang Praktis untuk Pengguna Mobile
asus vivobook s14 ryzen ai review: Ultrabook 14 inci dengan layar OLED, NPU untuk akselerasi AI, performa responsif, dan baterai 10-12 jam.
Asus Vivobook S14 (M3407) hadir sebagai opsi ultrabook yang menggabungkan layar OLED 14 inci dengan kemampuan akselerasi AI dari prosesor Ryzen AI 7 350. Kombinasi ini menempatkan perangkat di antara laptop tipis yang fokus pada produktivitas sehari-hari, streaming, dan tugas kreatif ringan.
Desain, bobot, dan build
Desain Vivobook S14 cenderung tenang dan minimalis. Finishing matte pada bodi mengurangi jejak sidik jari, sedangkan logo beraksen chrome memberi sentuhan rapi tanpa berlebihan. Ketebalan sekitar 15,9 mm dan bobot 1,4 kg membuatnya mudah dibawa di tas harian.
Bodi terasa kokoh untuk kelas ultrabook: deck keyboard tidak melengkung dan engsel mendukung buka hingga 180 derajat. Sertifikasi MIL-STD 810H menambah tingkat kepercayaan saat penggunaan di kafe atau perjalanan kerja ringan.

Layar OLED dan kenyamanan mata
Layar 14 inci dengan rasio 16:10 dan resolusi 1920×1200 menonjol untuk kebutuhan produktivitas. Panel Lumina OLED menghadirkan warna yang kaya, kontras tinggi, dan hitam yang dalam — berguna untuk menonton film atau mengedit foto ringan.
Beberapa fitur layar yang relevan: dukungan 1,07 miliar warna dan 100% DCI-P3 membuat warna lebih akurat, sementara sertifikasi low blue light dan dukungan DC Dimming membantu mengurangi ketegangan mata tanpa flicker PWM pada kecerahan rendah.
Kendati memiliki lapisan glossy yang bisa memantulkan cahaya, Asus menyematkan lapisan anti-reflective. Perlu diingat potensi image retention pada OLED, tetapi mekanisme seperti pixel shifting dan screensaver timeout membantu meminimalkan risiko ini.

Port, konektivitas, dan periferal
Vivobook S14 menyediakan port yang cukup lengkap untuk pemakaian sehari-hari: dua USB-C 3.2 Gen 1 (mendukung pengisian dan DisplayPort), dua USB-A, HDMI 2.1 penuh, dan jack audio 3,5 mm. Ketiadaan slot SD/microSD bisa terasa kurang bagi creator yang sering memindahkan media dari kamera.
Untuk koneksi nirkabel, dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3 memberi kestabilan saat bekerja jarak jauh atau presentasi tanpa gangguan pairing.

Keyboard dan trackpad
Keyboard menawarkan travel 1,7 mm yang nyaman untuk mengetik panjang—sesuatu yang jarang didapat pada laptop tipis. Backlight membantu penggunaan di ruangan gelap, sementara trackpad luas responsif meski palm rejection awalnya perlu adaptasi.

Performa, AI, dan hasil benchmark
Perangkat ini dipasangkan dengan Ryzen AI 7 350 yang menyertakan NPU XDNA dengan kemampuan hingga 50 TOPS. Keberadaan NPU membuat tugas-tugas berbasis AI—seperti fitur Copilot, background blur panggilan video, terjemahan real-time, dan ringkasan lokal—berjalan lebih efisien tanpa membebani baterai atau membuat kipas berisik.
Angka benchmark memperlihatkan kapasitas kompetitif untuk kelasnya:
- PCMark 10: 7,490 (kelancaran penggunaan sehari-hari)
- Cinebench R23: 1,957 (single) / 16,233 (multi)
- Geekbench 6: 2,856 (single) / 11,027 (multi)
- 3DMark Time Spy: 1,961 (grafis terintegrasi)
- Geekbench AI (quantized): 7,935 (kinerja AI lokal kuat)
- CrystalDiskMark: 6,752 MB/s baca / 3,683 MB/s tulis (SSD PCIe Gen4)
Secara praktis, performa ini terasa cukup untuk multitasking berat, edit video 1080p ringan, dan pekerjaan web intensif seperti mengelola dashboard atau dokumen besar.
Gaming kasual
Walau bukan laptop gaming, Radeon 860M (RDNA 3.5) memberikan pengalaman bermain kasual yang wajar:
- Valorant: 170–230 fps (Low, 1080p)
- Genshin Impact: sekitar 60 fps (Low), 20–25 fps (High)
- PUBG: sekitar 50 fps (pengaturan terendah)
Pendinginan, baterai, dan multimedia
Sistem pendingin dual-fan yang diadaptasi dari desain berdaya lebih tinggi membuat kipas cenderung senyap. Dalam mode performa, tingkat kebisingan mencapai sekitar 38 dB—lebih seperti suara kecil daripada gangguan.
Dari sisi baterai, klaim hingga 23 jam tidak selalu tercapai dalam penggunaan real-world; pengujian menunjukkan kisaran 10–12 jam untuk campuran menulis, browsing, streaming musik, dan editing ringan. Pengisian cepat 65W lewat USB-C mengisi baterai hingga sekitar 50% dalam kurang dari 40 menit.
Output audio stereo cukup jernih untuk video call dan konsumsi konten sehari-hari, sementara webcam 1080p dengan IR untuk Windows Hello dan array mikrofon mendukung meeting online yang rapi ketika pencahayaan memadai.
Penyimpanan dan fleksibilitas upgrade
Sebagai standar, model yang diuji memiliki SSD NVMe PCIe 4.0 512GB dengan kecepatan baca/tulis tinggi. Keberadaan slot M.2 2280 serta satu slot DDR5 SO-DIMM memberi opsi upgrade memori dan penyimpanan—nilai tambah janget dibanding banyak ultrabook yang menyolder seluruh komponen.
Untuk pengguna yang mengutamakan layar berkualitas, responsivitas sistem, dan daya tahan baterai untuk hari kerja panjang, Vivobook S14 menawarkan paket seimbang tanpa harus menjadi mesin gaming atau workstation. Varian dasar disebut pada harga Rs. 78.990, sekitar Rp 14,6 juta, sehingga cocok dipertimbangkan bagi pelajar, pembuat konten ringan, atau profesional yang butuh mobilitas tinggi dengan sentuhan kemampuan AI lokal.