Banyak Dipakai di Indonesia, HP Xiaomi Ini Tak Lagi Dapat Update Mulai 2026
Memasuki 2026, sejumlah HP Xiaomi, Redmi, dan POCO resmi berhenti mendapat update. Ini daftar lengkapnya dan apa dampaknya bagi pengguna.
Memasuki 2026, ada satu hal penting yang mulai luput dari perhatian banyak pengguna Xiaomi. Sejumlah ponsel yang masih terasa normal dipakai sehari hari ternyata sudah mencapai akhir masa dukungan resmi. Tidak ada lagi update sistem. Tidak ada patch keamanan rutin. Dan ini bukan sekadar soal fitur baru yang terlewat.
Bagi pengguna di Indonesia, dampaknya nyata. Tanpa pembaruan keamanan, ponsel perlahan menjadi lebih berisiko untuk aktivitas harian yang sensitif, mulai dari perbankan sampai akun kerja.
Kenapa Dukungan Update Punya Batas
Xiaomi bukan satu satunya merek yang membatasi umur pembaruan. Hampir semua produsen menerapkan siklus dukungan tertentu karena alasan teknis dan bisnis.
Semakin tua perangkat, semakin sulit menjaga kompatibilitas dengan sistem baru. Pengujian makin mahal, performa perangkat keras juga mulai membatasi fitur modern seperti AI dan optimasi keamanan terbaru. Akhirnya, sumber daya dialihkan ke model yang lebih baru.
Di industri, ini hal wajar. Tapi bagi pengguna, tetap perlu disadari sejak awal.
Daftar HP Xiaomi yang Mulai Kehilangan Update di 2026
Beberapa model yang cukup populer di Indonesia masuk dalam daftar perangkat yang dukungan resminya berakhir.
Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro yang dirilis di kisaran 2022 akan mencapai batas dukungan sekitar empat tahun. Keduanya tidak lagi menerima versi sistem terbaru maupun patch keamanan rutin di 2026.
Seri Redmi Note 12, termasuk varian reguler, Pro, dan Pro Plus, juga masuk fase akhir dukungan. Meski penjualannya tinggi dan masih banyak dipakai, popularitas tidak memperpanjang umur update.
POCO F5 yang dirilis pada 2023 juga termasuk. Secara performa masih terasa kencang, tapi siklus dukungan tiga tahunnya membuat update resmi berhenti di 2026.
Apa Dampaknya Jika Tetap Dipakai
Ponsel tidak akan tiba tiba rusak. Telepon, pesan, dan aplikasi dasar tetap berjalan. Tapi ada perubahan bertahap yang sering tidak disadari.
Patch keamanan berhenti. Celah baru tidak lagi ditutup. Untuk pengguna yang sering transaksi digital, ini risiko yang tidak kecil.
Kompatibilitas aplikasi juga perlahan menurun. Awalnya hanya fitur tertentu yang tidak tersedia. Dalam jangka panjang, aplikasi bisa berhenti mendukung versi sistem lama.
Fitur baru berbasis AI di ekosistem Xiaomi juga tidak akan masuk ke perangkat ini. Bukan karena sengaja dibatasi, tapi karena sistemnya sudah tidak diperbarui.
Masih Bisa Dipakai, Tapi Jangan Sembarangan
Jika ponselmu masuk daftar ini, masih bisa digunakan untuk kebutuhan ringan. Tapi tidak ideal dijadikan perangkat utama untuk jangka panjang.
Aktivitas seperti mobile banking, dompet digital, atau penyimpanan dokumen penting sebaiknya dipindahkan ke perangkat yang masih aktif mendapat update.
Kalau tetap digunakan, langkah pengamanan tambahan jadi penting. Batasi izin aplikasi, hindari instalasi dari luar toko resmi, dan rutin cadangkan data.
Waktu yang Masuk Akal untuk Ganti HP
Awal hingga pertengahan 2026 adalah momen realistis untuk mulai mempertimbangkan upgrade. Bukan karena ponsel lama buruk, tapi karena faktor keamanan dan umur pakai.
Model Xiaomi yang lebih baru sudah menawarkan dukungan lebih panjang, biasanya hingga empat tahun atau lebih. Ini memberi ketenangan jangka panjang, bukan sekadar performa instan.
Nilai jual kembali juga jadi pertimbangan. Semakin lama menunggu setelah update berhenti, harga ponsel lama biasanya turun lebih cepat.
HP yang kehilangan update bukan berarti langsung usang. Tapi ia perlahan berubah dari alat produktif menjadi potensi risiko. Bagi pengguna Xiaomi di Indonesia, memahami siklus ini jauh lebih penting daripada sekadar mengejar spesifikasi. Merencanakan upgrade lebih awal sering kali jadi keputusan yang paling rasional, bukan emosional.