Baseus EnerGeek GT 21 Resmi Rilis, Charger 67W Sekaligus Power Bank 10.000mAh

Baseus kembali menghadirkan inovasi menarik di pasar aksesori daya dengan meluncurkan EnerGeek GT 21 di Tiongkok.

Baseus EnerGeek GT 21 Resmi Rilis, Charger 67W Sekaligus Power Bank 10.000mAh
Baseus EnerGeek GT 21

Baseus kembali menghadirkan inovasi menarik di pasar aksesori daya dengan meluncurkan EnerGeek GT 21 di Tiongkok. Perangkat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan yang sering dialami pengguna gadget modern, yakni kerepotan membawa adaptor dinding dan power bank secara terpisah. Kini, keduanya digabung dalam satu perangkat ringkas yang praktis untuk aktivitas harian maupun perjalanan.

Pada dasarnya, Baseus EnerGeek GT 21 merupakan charger 67W yang sudah dilengkapi colokan AC terintegrasi. Artinya, perangkat ini bisa langsung dicolokkan ke stop kontak layaknya adaptor biasa. Namun di sisi lain, di dalam bodinya juga tertanam baterai berkapasitas 10.000mAh. Dengan begitu, setelah digunakan di rumah atau kantor, perangkat ini bisa dilepas dan dimasukkan ke dalam tas untuk difungsikan sebagai power bank saat bepergian.

Konsep dua fungsi dalam satu perangkat ini tentu menjadi nilai jual utama. Terlebih lagi, Baseus menyematkan kabel USB-C yang sudah menyatu dengan bodi dan dapat ditarik hingga kurang lebih 80 cm. Kehadiran kabel bawaan ini membuat pengguna tidak perlu lagi repot membawa kabel tambahan. Cukup tarik saat dibutuhkan, lalu gulung kembali setelah selesai digunakan.

Selain kabel internal tersebut, EnerGeek GT 21 juga dibekali satu port USB-C tambahan dan satu port USB-A. Dengan konfigurasi ini, pengguna dapat mengisi daya hingga tiga perangkat sekaligus. Misalnya, ponsel, tablet, dan earbuds dapat terhubung secara bersamaan. Meski demikian, perlu dipahami bahwa daya akan terbagi ketika semua port digunakan dalam waktu yang sama.

Ketika difungsikan sebagai power bank dan ketiga output aktif, kabel USB-C bawaan mampu mengalirkan daya hingga 45W. Sementara itu, dua port lainnya berbagi total daya sebesar 15W. Kombinasi ini masih tergolong memadai untuk kebutuhan pengisian cepat smartphone dan perangkat pendukung lainnya. Jadi, meskipun tidak semua perangkat mendapatkan daya maksimum sekaligus, performanya tetap relevan untuk penggunaan sehari-hari.

Dari sisi tampilan, Baseus menyematkan layar digital kecil di bagian depan perangkat. Layar ini menampilkan informasi penting seperti persentase sisa baterai dan detail output daya yang sedang digunakan. Fitur ini terlihat sederhana, tetapi sangat membantu. Dengan adanya indikator yang jelas, pengguna dapat memantau kondisi baterai tanpa perlu menebak-nebak.

Bicara soal kapasitas, baterai 10.000mAh yang dibawa EnerGeek GT 21 tergolong standar untuk power bank kelas menengah. Dalam kondisi penggunaan normal, kapasitas tersebut setidaknya cukup untuk satu kali pengisian penuh sebagian besar smartphone modern. Bahkan untuk perangkat dengan baterai besar, daya yang tersedia masih cukup untuk memberikan tambahan signifikan sebelum benar-benar habis.

Lebih lanjut, perangkat ini telah mendukung berbagai standar pengisian cepat populer seperti Power Delivery atau PD, PPS, AFC, UFCS, hingga SCP. Dukungan yang luas ini memastikan kompatibilitas dengan banyak merek dan tipe perangkat, baik Android maupun produk lain yang mendukung protokol tersebut. Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir soal kecocokan saat mengisi daya gadget favorit mereka.

Dari segi desain, colokan AC yang dapat dilipat menjadi nilai tambah tersendiri. Saat tidak digunakan, colokan bisa dilipat ke dalam bodi sehingga lebih aman dan tidak memakan ruang. Dimensinya pun terbilang ringkas, sehingga cukup realistis untuk menggantikan peran adaptor dinding dan power bank sekaligus dalam satu tas perjalanan. Bagi pelancong, pekerja mobile, maupun mahasiswa yang sering berpindah tempat, perangkat seperti ini tentu terasa praktis.

Di pasar Tiongkok, Baseus EnerGeek GT 21 dibanderol dengan harga CNY 399 atau sekitar 58 dolar AS. Untuk kelas charger 67W dengan baterai 10.000mAh dan fitur lengkap, harga tersebut masih tergolong kompetitif. Hingga kini memang belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan global. Namun melihat rekam jejak Baseus yang kerap memasarkan produknya ke berbagai negara, kemungkinan peluncuran internasional tetap terbuka lebar.

Secara keseluruhan, EnerGeek GT 21 memang bukan produk revolusioner yang benar-benar mengubah pasar. Akan tetapi, pendekatan praktis yang ditawarkan terasa relevan dengan kebutuhan pengguna saat ini. Alih-alih membawa dua perangkat berbeda, pengguna cukup mengandalkan satu alat multifungsi. Selain menghemat ruang, solusi ini juga membantu mengurangi jumlah kabel yang harus dibawa.

Pada akhirnya, keputusan membeli tentu kembali pada kebutuhan masing-masing. Namun bagi mereka yang menginginkan solusi pengisian daya serbaguna, ringkas, dan tetap bertenaga, Baseus EnerGeek GT 21 layak dipertimbangkan. Terutama jika kualitas material dan keawetannya sesuai dengan reputasi Baseus selama ini, perangkat ini berpotensi menjadi teman perjalanan yang andal.