Penggemar game balap Forza Horizon 6 kini tengah menyuarakan keresahan mereka terkait ekosistem balap daring yang terasa monoton. Meski game ini menawarkan daftar kendaraan yang sangat luas dengan latar dunia terbuka di Jepang, realita di arena kompetitif justru menunjukkan dominasi dua mobil spesifik yang terus menerus muncul di kelas C hingga A.
- Pemain mengeluhkan dominasi Honda Beat dan Honda City dalam balapan daring.
- Honda Beat kini dijuluki sebagai kendaraan meta yang terlalu kuat oleh komunitas.
- Sistem tuning konversi penggerak semua roda dan ban drag menjadi pemicu ketimpangan.
- Harga game Forza Horizon 6 di pasaran saat ini mencapai Rp1.100.000.
Masalah Meta dan Sistem Tuning
Keluhan ini mencuat setelah seorang pemain di platform Reddit mengungkap rasa frustrasinya melihat variasi mobil yang minim. Honda Beat menjadi sasaran kritik utama karena dianggap terlalu dominan, bahkan disandingkan dengan reputasi Boneshaker yang legendaris karena kekuatannya yang berlebihan di seri sebelumnya. Fenomena ini membuat lobi balapan sering kali dipenuhi oleh pemain yang menggunakan model kendaraan yang sama persis.
Banyak pengguna menyoroti bahwa masalah ini berakar pada sistem modifikasi di dalam game. Kombinasi antara konversi penggerak semua roda atau AWD dengan ban drag dinilai mampu menutupi kelemahan spesifik ban tersebut, namun tetap menyisakan ruang luas untuk peningkatan performa lainnya. Penyesuaian teknis inilah yang disinyalir memberikan keunggulan kompetitif yang tidak seimbang bagi Honda Beat dibandingkan kendaraan lain di kelas yang sama.
Alternatif Balapan dan Dampaknya
Sebagai solusi untuk menghindari kejenuhan, sebagian komunitas beralih ke mode Spec Racing. Dalam mode ini, seluruh peserta diwajibkan menggunakan spesifikasi kendaraan yang telah ditentukan oleh pengembang, sehingga keunggulan performa dari modifikasi meta tidak lagi berlaku. Namun, mode ini pun bukannya tanpa cela, karena absennya babak kualifikasi sering kali membuat pemain yang start di posisi belakang harus berjuang keras melewati pengemudi agresif.
Kondisi ini memicu perdebatan di kalangan pemain. Sebagian menganggap bahwa penggunaan kendaraan terkuat adalah hal yang lumrah dalam game kompetitif, sementara yang lain memilih untuk menghindari fitur balap daring sepenuhnya demi menjaga kenyamanan bermain. Ketimpangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang dalam menyeimbangkan performa kendaraan agar variasi pilihan mobil di arena daring tetap relevan dan kompetitif bagi seluruh pemain.
Via: Notebookcheck
