Chipset Apa Saja yang Performanya Setara Snapdragon 6s Gen 4 di HP Kelas Menengah
Snapdragon 6s Gen 4 punya performa kencang di kelas menengah. Ini daftar chipset lain yang setara dan layak dipertimbangkan di Indonesia.
Snapdragon 6s Gen 4 langsung menarik perhatian karena membawa konfigurasi CPU agresif untuk kelas menengah. Wajar kalau banyak yang penasaran, chipset apa saja yang performanya benar benar selevel atau paling mendekati.
Di kelas ini, selisih performa sudah makin tipis. Yang membedakan sering kali bukan angka benchmark semata, tapi karakter efisiensi, stabilitas, dan konsistensi di pemakaian nyata.
Kenapa Snapdragon 6s Gen 4 Jadi Patokan
Snapdragon 6s Gen 4 membawa empat inti performa Cortex A78 dan fabrikasi 4 nm. Di kelas harga menengah, kombinasi ini tergolong jarang dan membuatnya unggul di multitasking berat serta game yang menuntut CPU.
GPU Adreno yang dipakai juga punya reputasi stabil, terutama untuk game Android populer. Karena itu, chipset ini sering dijadikan tolok ukur baru di kelas menengah.

Dimensity 6400, Mendekat Tapi Beda Kelas
Dimensity 6400 sering masuk radar karena harganya lebih ramah. Performanya cukup untuk harian dan game ringan, dengan skor AnTuTu di kisaran 550 ribu sampai 600 ribu.
Namun, dengan hanya dua inti performa Cortex A76, chipset ini lebih cocok disebut alternatif ekonomis, bukan rival langsung. Di beban berat, Snapdragon 6s Gen 4 masih terasa lebih bertenaga dan stabil.
Snapdragon 7s Gen 2, Saudara Paling Dekat
Snapdragon 7s Gen 2 adalah chipset yang paling sering disamakan dengan 6s Gen 4. Arsitektur CPU dan GPU-nya nyaris identik, bahkan performanya sangat berdekatan.
Perbedaannya lebih terasa di sisi tuning dan fitur multimedia. Untuk penggunaan sehari hari dan gaming, keduanya berada di level yang hampir sama dan sulit dibedakan tanpa pengujian panjang.
Dimensity 7050, Stabil tapi Lebih Hemat
Dimensity 7050 menawarkan karakter yang lebih kalem. Dua inti Cortex A78 sudah cukup untuk pemakaian harian, multitasking, dan game populer di pengaturan menengah.
Kekurangannya ada di GPU dan jumlah inti performa. Snapdragon 6s Gen 4 masih unggul saat dipakai lama atau untuk beban berat karena punya empat inti performa dan optimasi grafis yang lebih matang.
Exynos 1380, CPU Kuat dengan Catatan
Exynos 1380 punya konfigurasi CPU yang mirip dengan Snapdragon 6s Gen 4, sama sama mengandalkan empat inti Cortex A78. Untuk multitasking dan aplikasi berat, performanya cukup solid.
Namun, dari sisi GPU dan efisiensi, Snapdragon masih lebih konsisten. Di sesi gaming panjang, perbedaan suhu dan stabilitas frame rate mulai terasa.
Snapdragon 6 Gen 3, Versi Lebih Jinak
Snapdragon 6 Gen 3 sering dianggap versi lebih kalem dari 6s Gen 4. Arsitektur dan GPU sama, tapi performanya sedikit lebih rendah karena tuning yang lebih konservatif.
Untuk pemakaian harian, perbedaannya tipis. Snapdragon 6s Gen 4 baru terasa unggul saat dipakai intens, terutama untuk game berat dan multitasking agresif.
Dimensity 7200, Lebih Efisien dan Dingin
Dimensity 7200 menawarkan pendekatan berbeda. Dengan fabrikasi 4 nm TSMC dan arsitektur lebih baru, efisiensi dan suhu kerjanya sangat baik.
Performa mentahnya bahkan sedikit di atas Snapdragon 6s Gen 4. Namun, karakter GPU Mali dan jumlah inti performa membuat pengalaman gaming masih terasa berbeda, meski levelnya sangat berdekatan.
Dimensity 1000 Plus, Eks Flagship yang Mulai Menua
Dimensity 1000 Plus masih cukup kuat untuk standar menengah, tapi usia arsitekturnya mulai terasa. Fabrikasi lebih besar dan inti CPU generasi lama membuatnya kalah efisien.
Di atas kertas masih kompetitif, tapi dalam pemakaian panjang, Snapdragon 6s Gen 4 terasa lebih dingin dan konsisten.
Jadi, Siapa Rival Terdekatnya
Jika bicara paling setara, Snapdragon 7s Gen 2 dan Dimensity 7200 berada di posisi terdekat. Yang satu unggul di karakter GPU dan stabilitas game, yang lain menang di efisiensi dan suhu.
Snapdragon 6s Gen 4 sendiri berada di titik seimbang. Performanya kencang, efisien untuk kelasnya, dan minim kompromi. Pilihan chipset terbaik tetap kembali ke kebutuhan, apakah lebih mementingkan gaming, efisiensi, atau keseimbangan jangka panjang.