Drone DJI terbaik 2026: pilih Mavic 4 Pro, Mini 5 Pro, Flip, Neo 2, atau Avata 2

drone DJI terbaik 2026: rangkuman Mavic 4 Pro, Mini 5 Pro, Flip, Neo 2, dan Avata 2 berdasarkan kamera, portabilitas, dan kegunaan harian.

Drone DJI terbaik 2026: pilih Mavic 4 Pro, Mini 5 Pro, Flip, Neo 2, atau Avata 2 (Photo: Gizmochina, DJI)
Drone DJI terbaik 2026: pilih Mavic 4 Pro, Mini 5 Pro, Flip, Neo 2, atau Avata 2 (Photo: Gizmochina, DJI)

DJI mempertahankan posisi kuat di pasar drone konsumen pada 2026 dengan lini produk yang menjangkau dari model ultra-portabel hingga sistem sinematik profesional. Pilihan yang tepat bergantung pada prioritas: kualitas gambar, portabilitas, kemudahan penggunaan, atau pengalaman FPV.

Ringkasan singkat pilihan DJI 2026

DJI Mavic 4 Pro dengan gimbal 360 derajat dan kamera 100 MP (Photo: Gizmochina, DJI)
DJI Mavic 4 Pro dengan gimbal 360 derajat dan kamera 100 MP (Photo: Gizmochina, DJI)

DJI Mavic 4 Pro — untuk pembuat konten dan sinematografer

Mavic 4 Pro menonjol sebagai model kelas atas dengan kamera utama 100 MP dan gimbal yang dapat berputar 360 derajat, mendukung rekaman 6K/60 fps HDR. Durasi terbang hingga 51 menit memberi fleksibilitas pengambilan gambar panjang tanpa sering mengganti baterai.

Manfaat utamanya adalah kombinasi resolusi tinggi dan stabilitas gimbal yang memungkinkan shot dinamis untuk film pendek, iklan, atau portofolio. Untuk tim produksi, ini berarti lebih sedikit sesi pengambilan ulang dan pilihan framing yang lebih kreatif.

DJI Mini 5 Pro ringkas dengan sensor 1-inch cocok untuk travel (Photo: Gizmochina, DJI)
DJI Mini 5 Pro ringkas dengan sensor 1-inch cocok untuk travel (Photo: Gizmochina, DJI)

DJI Mini 5 Pro — kinerja kelas pro dalam paket ringan

Mini 5 Pro hadir dengan sensor 1-inch yang mendukung foto 50 MP dan video 4K/120 fps. Fitur seperti omnidirectional obstacle sensing dan durasi terbang sekitar 50 menit membuatnya menarik bagi traveler dan content creator yang sering bergerak.

Keunggulan praktis: ukuran dan bobotnya membuatnya mudah dibawa dalam tas harian, sementara kualitas sensor besar memberikan hasil yang signifikan dibandingkan drone ringan pada umumnya. Desain ringkas juga membantu mengurangi beberapa persyaratan pendaftaran di banyak pasar.

DJI Avata 2 drone FPV wide angle untuk perekaman aksi (Photo: Gizmochina, DJI)
DJI Avata 2 drone FPV wide angle untuk perekaman aksi (Photo: Gizmochina, DJI)

DJI Flip — sub-250 g untuk mobilitas maksimum

DJI Flip menggabungkan desain lipat sub-250 g dengan kemampuan rekaman 4K hingga 100 fps. Fokusnya pada portabilitas tanpa mengorbankan stabilisasi dan mode terbang pintar.

Bagi pengguna yang sering bepergian atau membutuhkan drone untuk merekam momen cepat tanpa persiapan besar, Flip menawarkan trade-off menarik antara kualitas video dan kemudahan membawa.

Photo: Gizmochina, DJI
Photo: Gizmochina, DJI

DJI Neo 2 — pintu masuk yang ramah bagi pemula

Neo 2 ditujukan untuk pengguna baru dengan sensor 1/2-inch untuk video 4K, sensing omnidirectional, dan kontrol gestur. Fitur seperti motion launch dan pelacakan sederhana menurunkan kurva belajar untuk pilot baru.

Pembaruan perangkat lunak terbaru menambahkan kontrol lewat smartwatch serta live feed, yang mempermudah operasi tanpa harus selalu memegang perangkat kontrol. Kombinasi ini membuat Neo 2 cocok untuk latihan dan penggunaan sosial media.

Photo: Gizmochina, DJI
Photo: Gizmochina, DJI

DJI Avata 2 — untuk pengalaman FPV dan pengambilan aksi

Avata 2 dirancang untuk pengalaman first-person view (FPV) dengan sudut lebar dan stabilisasi elektronik yang halus. Saat dipasangkan dengan goggles dan kontroler khusus, model ini unggul untuk pengambilan footage aksi seperti olahraga atau shot bergerak cepat.

FPV memberi perspektif berbeda dari drone tradisional—lebih lentur untuk kreasi cinematic yang berfokus pada gerakan dan kecepatan.

Bagaimana memilih sesuai kebutuhan

  • Prioritas kualitas gambar: Pilih Mavic 4 Pro untuk resolusi tinggi dan fleksibilitas gimbal.
  • Sering bepergian: Mini 5 Pro atau Flip lebih cocok berkat ukuran ringkas dan kemampuan video tinggi.
  • Pemula dan kemudahan penggunaan: Neo 2 menawarkan kontrol sederhana dan fitur bantu terbang.
  • Rekaman aksi dan FPV: Avata 2 lebih cocok untuk shot dinamis yang sulit dicapai drone konvensional.

Hal praktis yang perlu diperhatikan sebelum membeli

  • Periksa kebutuhan baterai dan aksesori: meski durasi terbang diumumkan tinggi pada beberapa model, tambahan baterai serta case yang sesuai akan memengaruhi mobilitas dan biaya operasional.
  • Kompatibilitas kontroler dan goggles: untuk pengalaman FPV, memastikan ekosistem aksesori (goggles, controller) tersedia dan mudah didapat adalah hal penting.
  • Mode penyimpanan dan transfer file: sensor besar menghasilkan file besar — pertimbangkan kapasitas kartu memori dan workflow editing yang sesuai.
  • Portabilitas versus fitur: drone sub-250 g memudahkan pembawaan, tetapi kadang ada kompromi pada fitur tertentu dibanding model pro.

Pilihan model DJI pada 2026 menawarkan rangkaian opsi jelas untuk berbagai pengguna: mulai yang ingin hasil sinematik, pelancong yang butuh perangkat ringan, hingga pengguna yang ingin bereksperimen dengan FPV. Perhatikan kebutuhan pengambilan gambar, kebiasaan perjalanan, dan ekosistem aksesori sebelum memutuskan model yang paling sesuai.