BMW resmi memperlihatkan wujud SUV listrik terbarunya, BMW iX4, yang menjadi lini ketiga dalam jajaran platform Neue Klasse setelah iX3 dan i3. Perusahaan asal Jerman ini secara terbuka mengincar posisi Tesla Model Y di segmen SUV listrik premium dengan membawakan keunggulan jarak tempuh lebih dari 400 mil serta pengisian daya ultra-cepat.
Model perdana yang bakal meluncur di Amerika Serikat pada Maret mendatang adalah BMW iX4 50 xDrive. Tak lama berselang, varian berperforma lebih tinggi yakni M60 xDrive akan menyusul untuk meramaikan pasar SUV bertenaga buas.
Performa Mesin Ganda dan Baterai Silindris Berkapasitas Besar
BMW iX4 50 xDrive mengusung konfigurasi dua motor listrik. Motor belakang menghasilkan tenaga 322 hp, sedangkan motor depan menyumbang 165 hp. Gabungan keduanya meluapkan total tenaga hingga 463 hp dan torsi puncak 475 lb-ft.
Laju mobil ini tergolong sangat responsif. Akselerasi dari 0 hingga 60 mph dapat dituntaskan dalam waktu 4,7 detik saja. Kecepatan maksimumnya dibatasi pada angka 130 mph. Dapur pacu tersebut disokong oleh baterai berkapasitas 112,2 kWh yang memanfaatkan teknologi sel silindris terbaru milik BMW.
Berdasarkan pengujian standar EPA, baterai jumbo ini sanggup membawa BMW iX4 menempuh jarak hingga 428 mil atau sekitar 688 km dalam sekali pengisian penuh. Capaian ini melampaui varian Tesla Model Y Premium RWD yang memegang estimasi EPA 357 mil (sekitar 574 km). Daya jelajah ini sangat memikat.
Sistem 800V dengan Pengisian Cepat 400 kW
Sektor pengisian daya menjadi poin keunggulan utama BMW iX4 dibanding para rivalnya. Mengandalkan arsitektur kelistrikan 800V, mobil ini sanggup menerima daya pengisian arus searah (DC) hingga 400 kW.
Pengisian selama 10 menit sanggup menambah jarak tempuh sekitar 184 mil (296 km). Sementara itu, pengisian baterai dari kondisi 10 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu 21 menit. BMW juga melengkapi SUV ini dengan fitur pengisian daya dua arah (Vehicle-to-Home/V2H) yang memungkinkan mobil menyalurkan daya listrik kembali ke rumah saat dibutuhkan.
Kabin Futuristik dan Kemampuan Aerodinamis Tinggi
Sisi interior BMW iX4 dirancang kaya akan teknologi digital modern. Kabinnya didominasi layar sentuh pusat berukuran 17,9 inci yang dipadukan dengan Panoramic Vision strip melintang lebar di bawah kaca depan. Pengemudi juga disuguhkan opsi 3D head-up display serta asisten suara berbasis Alexa+.
BMW menyematkan fitur opsional Highway Assistant. Fitur ini memungkinkan pengemudi melepas tangan dari kemudi (hands-off driving) pada kecepatan hingga 85 mph. Efisiensi daya mobil ini didukung oleh koefisien hambatan udara (drag coefficient) yang amat rendah, yakni hanya 0,23 Cd.
Kemampuan angkut beban mobil ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Opsi pengait tarikan (hitch) pada iX4 sanggup menarik beban hingga 4.400 pon (sekitar 1.995 kg), unggul atas Tesla Model Y yang memiliki kapasitas tarikan 3.500 pon. Paket M Sport, velg 20 inci, dan panoramic sunroof sudah menjadi kelengkapan standar di dalamnya.
Varian M60 xDrive dan Menimbang Harga Dibandingkan Rival
Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih agresif, BMW menyiapkan varian M60 xDrive yang rilis menyusul. Varian teratas ini sanggup memuntahkan tenaga 603 hp dan torsi 645 lb-ft, dengan klaim akselerasi 0-60 mph dalam 3,7 detik. Walau Tesla Model Y Performance sedikit lebih cepat dalam hal akselerasi awal, BMW iX4 unggul jauh dalam hal jarak tempuh dan kecepatan pengisian baterai.
Mengenai banderol, BMW iX4 50 xDrive dipasarkan mulai dari Rp1.171,7 jutaan ($66,200) di luar biaya pengiriman dan penanganan. Angka ini memang berada di atas kisaran harga Tesla Model Y. Sebagai komparasi, Tesla Model Y ditawarkan mulai dari Rp725,7 jutaan ($41,000) untuk tipe RWD dasar, Rp902,7 jutaan ($51,000) untuk Premium AWD, serta Rp1.044,3 jutaan ($59,000) untuk tipe Performance. Tesla juga menawarkan opsi langganan fitur FSD senilai Rp1,8 jutaan ($99) per bulan.
BMW tidak berniat bertarung di segmen harga ekonomis. Pabrikan asal Jerman ini menawarkan paket yang jauh lebih superior lewat kapasitas baterai lebih besar, sistem pengisian daya lebih cepat, jarak tempuh lebih jauh, dan material kabin premium sebagai standar bawaan.