Exynos 2700 untuk Galaxy S27: Apa Artinya bagi Pengguna?
Exynos 2700 untuk Galaxy S27 diprediksi mulai diproduksi massal 2026, dengan proses 2nm GAA dan peluang peningkatan penggunaan di flagship.
Exynos 2700 untuk Galaxy S27 diperkirakan akan masuk produksi massal pada paruh kedua 2026, menurut laporan analis yang mencatat penggunaan proses 2nm GAA generasi kedua milik Samsung Foundry (SF2P).
Produksi massal dan target perangkat
Chip ini disebut berpotensi dipakai pada sekitar setengah dari unit Galaxy S27, naik signifikan dibandingkan proporsi Exynos di seri sebelumnya. Kenaikan itu menunjukkan langkah strategis untuk memperluas penggunaan prosesor internal pada model flagship.
Versi sebelumnya, Exynos 2600, hanya terpasang pada sekitar seperempat lini Galaxy S26. Perubahan ini berimplikasi langsung ke konsumen, karena lebih banyak varian ponsel flagship mungkin memakai konfigurasi hardware yang sama di lebih banyak wilayah.

Teknologi inti: 2nm GAA dan konfigurasi CPU-GPU
Exynos 2700 akan diproduksi dengan proses SF2P 2nm GAA. Secara sederhana, teknologi Gate-All-Around (GAA) bertujuan meningkatkan efisiensi daya dan kepadatan transistor, yang dalam praktiknya berarti potensi baterai lebih awet dan suhu kerja lebih rendah pada beban berat.
Desain inti chip dilaporkan menggunakan susunan CPU 10-core dalam konfigurasi 4+1+4+1 dan GPU Xclipse 970 berbasis arsitektur AMD. Konfigurasi inti seperti ini memberi fleksibilitas antara performa tinggi dan efisiensi daya saat berpindah beban tugas.
Hasil uji awal menunjukkan frekuensi clock dan angka performa yang masih di bawah ekspektasi, tetapi indikator tersebut sesuai dengan fase engineering chip. Artinya, angka benchmark awal tidak mencerminkan versi final yang akan diproduksi massal.
Dampak bisnis dan apa yang dirasakan pengguna
Analisis keuangan menyebutkan divisi non-memori perusahaan diperkirakan bisa mencatat pendapatan sekitar 36,4 triliun won, atau sekitar Rp 370 triliun, tahun depan. Untuk laba operasi diperkirakan di kisaran 1,8 triliun won, atau sekitar Rp 18 triliun.
Peningkatan penggunaan Exynos dalam flagship dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal dan memperbaiki profitabilitas bisnis prosesor seluler. Bagi pengguna, tujuan ini berpotensi menghadirkan ponsel yang lebih konsisten spesifikasinya antar pasar.
Secara praktis, jika Exynos 2700 memenuhi target efisiensi dan kinerja, pengguna akan merasakan masa pakai baterai yang lebih stabil dan pengalaman gaming atau multitasking yang lebih lancar pada varian yang memakai chip ini.
Namun, peralihan besar-besaran ke prosesor internal juga berarti variasi kinerja antara model bisa terjadi selama periode transisi. Pengguna yang peduli pada hasil benchmark sebaiknya menunggu unit final dan ulasan mendalam sebelum mengambil keputusan pembelian.
Secara keseluruhan, langkah ini menandai perubahan strategi yang mengutamakan kontrol desain dan biaya produksi, sekaligus memberi kesempatan untuk menyelaraskan performa perangkat dengan optimasi perangkat lunak yang lebih terintegrasi.