Mengendarai SUV listrik besar di kota kerap bikin keringat dingin: parkir selilit ular dan jangkauan baterai bikin cemas. BYD sepertinya mendengar keluhan itu dan menjawabnya lewat Great Tang, SUV 3-baris yang justru mengubah titik lemahnya jadi senjata andalan.
- Jangkauan 950 km dalam sekali isi daya (standar CLTC)
- Isi daya dari 10% ke hampir penuh hanya 9 menit di charger 1 MW BYD
- Fitur crabwalk parkir berkat kemudi roda belakang 7 derajat
- Harga mulai Rp 560 jutaan untuk varian RWD berdaya jelajah terjauh
- Pre-order global tembus 150.000 unit, produksi di Eropa segera dimulai
Jangkauan 950 Km dan Isi Daya 10 Menit
Bicara soal teknis, Great Tang memecahkan kecemasan jarak tempuh. Varian penggerak roda belakang mengandalkan baterai Blade 130 kWh buatan BYD sendiri, yang diklaim sanggup menempuh 950 km berdasarkan siklus CLTC. Meski angka itu sekitar 400 mil dalam tes EPA yang lebih ketat, tetap saja ini jadi yang terjauh di kelas SUV listrik 3-baris di China saat ini.
Yang lebih mencengangkan, pengisiannya. Di jaringan charger T-shaped 1 MW BYD, baterai bisa melompat dari 10% ke nyaris penuh dalam 9 menit, setara waktu pesan kopi di pagi hari. BYD mengklaim sudah punya lebih dari 6.600 unit charger semacam itu di China dan terus membangunnya di negara lain.
Manuver Bak Kepiting dan Kabin Mewah
Dengan panjang 5.263 mm dan sumbu roda 3.130 mm, Great Tang terbilang jumbo. Tapi BYD membekalinya kemudi roda belakang 7 derajat yang memungkinkan mobil bergerak diagonal ala kepiting (crabwalk). Fungsi ini jadi jurus ampuh saat parkir di lorong sempit atau celah perkotaan.
Performa juga tak ketinggalan: varian AWD melesat 0, 62 mph dalam kurang dari 4 detik, sementara versi RWD tetap bertenaga 402 hp dari satu motor listrik. Suspensi udara dua ruang yang bisa diatur menambah kenyamanan, meski mobil ini berbobot 3 ton dengan kecepatan puncak resmi 250 km/jam.

Masuk ke dalam, kabin terasa lapang dengan konfigurasi kursi kapten 2+2 dan jok belakang lega untuk tujuh penumpang dewasa. Tidak tanggung-tanggung, tampilan interiornya premium, menempatkan posisi duduk tinggi khas kendaraan keluarga dengan nuansa yang tetap modern.
Kalaupun ada kompromi, bobot dan ukuran ekstremnya mungkin kurang bersahabat di jalan sempit Asia, namun teknologi kemudi belakang dan jaringan pengisian cepat bisa jadi penyeimbang yang sulit diabaikan. Pasar Eropa dijadwalkan mendapat produksi lokal akhir tahun ini, jadi konsumen Indonesia bisa berharap mobil ini masuk lewat jalur impor umum atau distributor resmi.
Sumber: Notebookcheck

