Casio meluncurkan tiga jam tangan G-Shock bertema sushi yang dibuat di pabrik Yamagata, Jepang. Koleksi ini terdiri atas DW-5600SSH-4JR sebagai representasi tuna, DW-6900SSH-1JR untuk gunkan-maki, serta GA-2100SSH-4AJR yang mengangkat tema salmon.
Ketiganya dibanderol mulai Rp2,2 jutaan (¥19.250) hingga Rp2,5 jutaan (¥21.450). Casio Jepang telah membuka prapesan, sedangkan peritel Jepang mencantumkan tanggal penjualan pada 16 Oktober. Nilai utama koleksi ini bukan peningkatan mesin, melainkan detail visual, kemasan, dan identitas buatan Jepang.
Tiga Model, Tiga Karakter Sushi
DW-5600SSH-4JR menjadi model paling mudah dikenali sebagai tuna. Cangkangnya memakai resin merah transparan, sehingga tampilannya mengingatkan pada potongan maguro. Permukaan dial diberi pola serat, lengkap dengan siluet tuna serta aksen hijau wasabi.
Model ini mempertahankan bentuk kotak khas DW-5600. Bobotnya 52 gram dan baterainya dapat bertahan selama lima tahun. Harga resminya tercatat Rp2,2 jutaan (¥19.250).
Rasanya sangat tematik.
DW-6900SSH-1JR mengambil inspirasi dari gunkan-maki, sushi berbentuk kapal perang dengan lembaran nori yang mengelilingi nasi dan isian. Bezel hitam menggambarkan nori, sedangkan bagian bawah strap berwarna putih meniru nasi. Dial transparannya dibuat mengilap untuk memberi kesan telur ikan di bagian atas sushi.
DW-6900SSH memiliki bobot 67 gram dan daya tahan baterai lima tahun. Model ini menjadi pilihan dengan harga tengah, yaitu sekitar Rp2,3 jutaan (¥20.350).
GA-2100SSH Paling Detail
GA-2100SSH-4AJR mewakili salmon. Dial oranyenya diberi tekstur untuk menyerupai irisan sashimi berlemak. Casio juga membentuk jarum jam dan menit menyerupai pisau dapur, sedangkan jarum pendek memiliki detail pegangan.
Detail tersebut membuat GA-2100SSH tampil paling dekoratif di antara tiga model. Struktur Carbon Core Guard menjadi bagian dari platformnya. Jam ini juga mendukung waktu dunia, memiliki bobot 51 gram, dan menggunakan baterai dengan masa pakai tiga tahun.
Harga GA-2100SSH-4AJR mencapai sekitar Rp2,5 jutaan (¥21.450), menjadikannya model termahal dalam koleksi sushi tersebut.
Spesifikasi Tetap Mengikuti Platform G-Shock
Di luar tampilan sushi, spesifikasi utama ketiga jam ini tetap mengikuti karakter platform G-Shock. Semuanya memiliki ketahanan air 200 meter dan memakai kaca anorganik. Fitur tersebut membuat koleksi ini tetap relevan untuk penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang membutuhkan jam tahan air tanpa mengejar fitur pintar.
Perbedaan teknis paling jelas muncul pada struktur bodi, bobot, dan masa pakai baterai. DW-5600 menjadi model paling ringan kedua, sedangkan DW-6900 paling berat. GA-2100 memiliki bobot paling rendah, tetapi masa pakai baterainya lebih singkat, yakni tiga tahun.
Tak ada peningkatan mesin besar.
Posisi koleksi ini lebih tepat dipahami sebagai edisi tematik. Pembeli membayar desain khusus dan keterkaitan budaya kuliner Jepang, bukan fitur tambahan seperti konektivitas smartphone atau sensor kesehatan. Casio juga tidak mencantumkan perubahan pada fungsi dasar masing-masing platform.
Kemasan Menjadi Bagian dari Koleksi
Casio menyatukan ketiga model melalui desain penutup belakang. Masing-masing jam mendapat cap bergambar cangkir teh mengepul, merujuk pada agari, minuman yang biasa menutup santap sushi.
Kemasan lipatnya meneruskan konsep tersebut. Setelah jam diangkat, bagian dalam kotak menampilkan motif wasabi. Jumlah wasabi pada kemasan disesuaikan dengan ikan yang menjadi tema setiap jam. Detail seperti ini memperkuat posisi koleksi sebagai barang koleksi, bukan sekadar variasi warna.
Layak untuk Kolektor, Bukan Pengejar Fitur Baru
Casio G-Shock Sushi menyasar kolektor G-Shock, penggemar budaya Jepang, dan pembeli yang menginginkan jam dengan tema visual kuat. DW-5600SSH cocok bagi pencinta bentuk klasik dan karakter tuna. DW-6900SSH menawarkan tampilan paling kontras melalui kombinasi hitam, putih, dan dial mengilap. GA-2100SSH menjadi opsi paling detail dengan dial salmon serta struktur Carbon Core Guard.
Ketiga model sama-sama menawarkan ketahanan air 200 meter. Buatan Jepang memberi nilai tambahan bagi kolektor.
Catatan utamanya terletak pada harga dan fungsi. Dengan kisaran Rp2,2 jutaan (¥19.250) sampai Rp2,5 jutaan (¥21.450), pembeli perlu menilai seberapa penting desain edisi sushi dibandingkan fitur standar G-Shock. Harga resmi di Indonesia belum diumumkan.
Bagi pengguna yang mengutamakan utilitas, DW-5600SSH dan DW-6900SSH menawarkan baterai lima tahun. Penggemar desain modern dapat memilih GA-2100SSH, tetapi perlu menerima masa pakai baterai tiga tahun. Koleksi Casio ini paling tepat bagi pembeli yang mengejar identitas visual, kemasan, dan status buatan Jepang, bukan peningkatan fungsi harian.



