Satu Kelemahan Desain Google Home Speaker yang Baru Ketahuan Saat Unboxing

24 Jun, 2026 3 min read
Google Home Speaker hadir dengan kabel daya non-removable yang bikin repot. Simak temuan awal unboxing, kualitas suara, dan rincian biaya langganan yang perlu Anda tahu.
Satu Kelemahan Desain Google Home Speaker yang Baru Ketahuan Saat Unboxing

Google baru saja meluncurkan Home Speaker beberapa hari lalu. Ini adalah speaker pintar pertama mereka dalam enam tahun, mengakhiri jeda panjang sejak Nest Audio muncul di 2020. Speaker ini datang membawa integrasi Gemini Live, suara 360 derajat dari driver full-range 58mm, serta konektivitas WiFi 6 dan Bluetooth 5.4. Di atas kertas, semua terdengar menjanjikan.

Tapi yang terjadi setelah peluncuran justru membuka cerita berbeda. Seorang pengguna Reddit berhasil membeli unit ini dari rak Walmart saat sedang bepergian untuk urusan pekerjaan, sebelum speaker resmi dikirim ke pembeli lain. Ia mengunggah video unboxing. Dan detail yang paling menyedot perhatian bukan soal suara, melainkan kabel dayanya.

Kabel Non-Removable, Mimpi Buruk Repairability

Menurut pembeli tersebut, Google Home Speaker hadir dengan kabel daya USB-C non-removable sepanjang sekitar 5 kaki yang terpasang langsung ke bodi speaker. Tidak ada port USB-C sama sekali di perangkat ini. Kabel itu tersambung ke adaptor daya 30W yang masih bisa dilepas, jadi Anda bisa mengganti adaptornya kalau rusak. Tapi kabel yang menempel ke unit? Tidak bisa ditukar atau dicabut tanpa membongkar perangkat.

Sang pembeli menyebut pilihan desain ini sebagai "nightmare for repairability." Dan memang, ini bukan cuma soal skenario perbaikan. Kalau Anda ingin mengarahkan kabel dengan rute berbeda, mengganti kabel yang rusak, atau sekadar pakai kabel yang lebih panjang atau pendek, tidak ada opsi rapi untuk melakukannya tanpa memodifikasi speaker. Google sendiri belum memberikan komentar soal keputusan desain ini.

Kualitas Suara yang Mengejutkan di Tengah Kontroversi

Menariknya, di balik masalah kabel itu, kesan awal soal performa audio justru cukup positif. Pembeli yang mengaku punya pengalaman dengan peralatan audio profesional menggambarkan performa midrange dan low-frequency speaker ini lebih baik dari ekspektasi untuk ukurannya. Speaker ini juga cukup keras untuk mengisi ruang tamu. Ia bahkan berencana menjadikannya speaker utama di ruangan.

Satu catatan kecil: ia menyarankan untuk sedikit menaikkan treble di pengaturan audio agar hasilnya lebih optimal. Proses setup sendiri memakan waktu kurang dari 10 menit melalui akun Google Home yang sudah ada. Jadi dari sisi pengalaman awal sebagai speaker, perangkat ini tampaknya cukup menjanjikan.

Kualitas Build yang Masih Tanda Tanya

Ada satu kekhawatiran tambahan yang muncul soal build quality. Pembeli mencatat bahwa jaring kain yang membungkus speaker terasa longgar terhadap bodi keras di bawahnya. Google belum menanggapi temuan ini, dan belum jelas apakah ini masalah pada unit itu saja atau konsisten di seluruh produksi. Kalau Anda tertarik membeli, ini mungkin hal yang perlu dicek langsung saat perangkat sudah tersedia di toko.

Harga dan Biaya Langganan yang Perlu Anda Tahu

Google Home Speaker dijual seharga $99.99 atau sekitar Rp1,6 jutaan, tersedia dalam empat pilihan warna: Porcelain, Hazel, Jade, dan Berry. Fitur dasar Gemini Live sudah termasuk tanpa perlu langganan tambahan. Tapi kalau Anda ingin otomatisasi smart home dan fitur AI yang lebih canggih, ada paket berbayar $10 per bulan. Analisis umpan kamera bahkan memerlukan paket $20 per bulan.

Dengan harga segini, kabel non-removable jelas jadi pertimbangan besar. Apalagi kalau Anda tipe yang suka merapikan kabel atau sering memindahkan perangkat. Speaker ini mungkin terdengar bagus untuk ukurannya, tapi Google sepertinya mengambil keputusan desain yang sulit dimengerti di sini.

Sumber: Notebookcheck