Harga iPhone, iPad, dan Mac Bakal Naik Dalam Waktu Dekat, Ini Pemicunya

23 Jun, 2026 3 min read
CEO Apple Tim Cook mengonfirmasi kenaikan harga akibat krisis DRAM tak terelakkan untuk iPhone, iPad, dan Mac. Analis perkirakan iPhone termurah bisa tembus Rp22 jutaan dalam waktu dekat.
Harga iPhone, iPad, dan Mac Bakal Naik Dalam Waktu Dekat, Ini Pemicunya

Membeli gadget Apple tidak pernah murah, itu fakta yang sudah lama kita terima. Tapi bersiaplah merogoh kocek lebih dalam lagi. Pekan lalu, CEO Apple Tim Cook membuka suara soal isu yang belakangan berembus kencang di kalangan penggemar teknologi. Ia secara resmi mengonfirmasi bahwa kenaikan harga akibat krisis DRAM sudah tidak bisa dihindari.

Pernyataan ini sontak membuat banyak orang bertanya-tanya, seberapa dalam luka di dompet yang harus ditanggung? Yang membuat situasi ini makin mendesak, Cook tidak memberikan perincian kapan tepatnya atau berapa besar lonjakan harga itu. Yang jelas, kenaikan ini diproyeksikan bakal menyentuh jajaran produk utama mereka, mulai dari iPhone, iPad, hingga Mac.

Yang menarik, Apple tampaknya ogah menunggu peluncuran iPhone generasi terbaru untuk menaikkan banderol. Kalau Anda sedang mengincar perangkat baru, mungkin ini saatnya untuk bergerak cepat.

Peringatan 'Segera' dari Mark Gurman

Informasi soal urgensi ini datang dari sumber yang cukup kredibel di lingkaran Apple. Editor Bloomberg, Mark Gurman, menyebut bahwa kenaikan harga ini sifatnya sudah di depan mata. Alasannya sederhana: tidak masuk akal bagi Apple untuk memperingatkan pelanggan jauh-jauh hari jika eksekusinya masih lama.

Gurman meyakini Apple bisa menyelipkan kenaikan harga ini lewat program promosi “Back to School” tahun ini. Strategi ini memungkinkan mereka menaikkan harga resmi, namun tetap memberikan sedikit keringanan bagi pelajar SMA dan mahasiswa. Jadi, meskipun harga naik, besaran kenaikannya mungkin tidak akan terlalu mencekik bagi segmen pelajar yang memanfaatkan promosi tersebut.

Seberapa Gila Kenaikan Harganya?

Laporan yang beredar menyebutkan angka yang cukup fantastis. Para analis memperkirakan iPhone paling terjangkau sekalipun, yakni iPhone 18 Pro, bisa menembus harga 1.399 dolar AS atau sekitar Rp22,3 juta. Angka ini jelas bukan main-main untuk sebuah ponsel yang diposisikan sebagai model termurah di kelas Pro.

Namun perlu dicatat, hingga kini belum ada kejelasan apakah setiap lini produk akan kena imbas. Bisa jadi kenaikan ini bersifat selektif, atau justru merata ke semua model iPhone, iPad, dan Mac. Yang pasti, sinyal dari Apple sudah sangat jelas: biaya komponen, terutama yang berkaitan dengan memori, memaksa mereka untuk menyesuaikan strategi harga.

Ironi Mahalnya Upgrade RAM dan SSD Apple Saat Ini

Percakapan soal kenaikan harga ini terasa makin getir jika kita lihat banderol komponen yang sudah berlaku sekarang. Apple memang selama ini terkenal mematok biaya upgrade RAM dan SSD yang selangit, bahkan jauh di atas harga pasar saat kondisi normal. Di tengah krisis DRAM seperti sekarang, jarak harga itu makin tidak masuk akal.

Coba lihat skema harganya. Untuk menambah kapasitas RAM sebesar 16 GB, Anda harus merogoh kocek 400 dolar AS atau sekitar Rp6,4 juta. Lebih ekstrem lagi, untuk upgrade penyimpanan SSD ke kapasitas 4 TB, Apple memasang banderol 1.200 dolar AS atau sekitar Rp19,2 juta. Menurut analisis yang beredar di pasaran terbuka, harga-harga ini dua hingga tiga kali lipat lebih mahal dari komponen sejenis. Praktis, membeli perangkat Apple dengan spesifikasi tinggi memang seperti membayar pajak kenyamanan yang sangat mahal.

Saatnya Memanfaatkan Promosi yang Ada

Melihat situasi ini, logika sederhana mulai berlaku. Jika Apple benar-benar menaikkan harga dalam waktu dekat, menunda pembelian hanya akan membuat Anda mengeluarkan uang lebih banyak untuk barang yang sama. Saran dari para pengamat bagi siapa pun yang berniat membeli iPhone, iPad, atau Mac baru cukup lugas.

Manfaatkan program promosi yang sedang berjalan saat ini. Jangan menunggu karena anggaran Anda bisa jebol lebih besar jika kenaikan ini benar-benar terjadi. Meskipun belum diketahui seberapa signifikan lonjakan harganya nanti, langkah preventif selalu lebih bijak daripada menyesal di belakang.

Kita semua tentu masih harus melihat realisasi pastinya, tapi satu hal yang pasti: Apple tidak main-main soal menjaga margin keuntungan. Dan biaya itu, seperti biasa, akan dialihkan langsung ke dompet Anda.

Sumber: Notebookcheck