Huawei Mate 90 Pro Max resmi hadir di China dengan fokus kuat pada fotografi jarak jauh. Smartphone flagship 2026 ini membawa kamera telefoto periskop 200MP berbasis RYYB, layar OLED dua lapis 6,9 inci dengan kecerahan lokal hingga 12.000 nit, serta baterai 6.800mAh. Huawei juga menawarkan modul kamera Ruiying Z10 dengan sensor 1 inci untuk varian Collector’s Edition.
Perangkat ini menyasar pengguna yang membutuhkan kemampuan kamera lebih serius daripada smartphone flagship biasa. Konfigurasinya mencakup chipset Kirin 9050 Pro pada model RAM 16GB, sistem operasi HarmonyOS 7, pengisian daya kabel 100W, dan perlindungan IP68/IP69. Harga awalnya sekitar Rp25,2 jutaan (¥9.499) untuk varian 12GB+512GB.
Kamera 200MP Menjadi Pusat Perhatian
Huawei Mate 90 Pro Max menggunakan kamera utama 50MP dengan sensor berukuran 1/1,28 inci. Sensor ini memakai teknologi RYYB, mendukung OIS, serta memiliki aperture variabel kontinu f/1.4-f/4.0. Rentang aperture tersebut memberi fleksibilitas lebih besar untuk pengambilan gambar, terutama saat pengguna berpindah dari kondisi terang ke suasana minim cahaya.
Kamera utama itu ditemani kamera ultrawide 40MP dan kamera telefoto periskop 200MP. Kamera telefoto tersebut juga memiliki sensor 1/1,28 inci, OIS, dan teknologi RYYB. Sistemnya mendukung zoom optik hingga 4x, zoom berkualitas optik hingga 8x, serta zoom digital hingga 100x.
Angka 200MP bukan satu-satunya daya tarik.
Huawei menyertakan kamera warna primer Red Maple generasi ketiga untuk membantu reproduksi warna. Namun, bahan spesifikasi belum menjelaskan hasil pemrosesan gambar, kestabilan detail pada zoom 100x, atau performa kamera dalam kondisi malam. Penilaian tersebut tetap membutuhkan pengujian langsung.
Kamera depan beresolusi 13MP memakai lensa ultrawide dan mendukung autofokus. Ada pula kamera pendeteksi kedalaman 3D untuk mendukung fitur pengenalan ruang atau efek kedalaman. Perekaman video tersedia hingga resolusi 4K.
Modul Ruiying Z10 Memperluas Kemampuan Telefoto
Varian Collector’s Edition dapat dipasangkan dengan modul kamera Huawei Ruiying Z10. Aksesori ini membawa sensor RYYB berukuran 1 inci, rentang fokus 24-240mm, zoom optik kontinu 10x, serta aperture f/2.0-f/4.5. Secara konsep, modul ini menempatkan Mate 90 Pro Max lebih dekat dengan perangkat kamera khusus dibanding smartphone konvensional.
Sensor 1 inci berpotensi membantu pengambilan gambar dengan detail dan karakter latar yang lebih kuat. Meski begitu, ukuran modul akan memengaruhi kepraktisan mobilitas. Huawei belum menjelaskan bobot, dimensi, metode pemasangan, atau batasan penggunaan aksesori tersebut.
Modul kamera Ruiying Z10 dibanderol sekitar Rp15,9 jutaan (¥5.999). Paket kamera lengkap untuk Mate 90 Pro Max dan modul terkait mencapai sekitar Rp51,7 jutaan (¥19.499). Huawei juga menawarkan kit telekonverter rig kecil seharga sekitar Rp4,8 jutaan (¥1.799).
Biayanya tidak kecil.
Karena itu, aksesori ini lebih relevan bagi fotografer mobile yang memang membutuhkan rentang telefoto panjang. Pengguna umum kemungkinan akan lebih sering mengandalkan kamera bawaan karena lebih praktis untuk aktivitas harian.
Layar 12.000 Nit dan Baterai 6.800mAh
Huawei memasang panel OLED dua lapis berukuran 6,9 inci dengan resolusi 2848×1320 piksel. Layar tersebut mendukung refresh rate adaptif 1-120Hz melalui LTPO, sehingga perangkat dapat menurunkan refresh rate saat menampilkan konten statis dan menaikkannya ketika pengguna menggulir atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan gerakan lebih halus.
Kecerahan lokal puncaknya mencapai 12.000 nit. Angka ini ditujukan untuk meningkatkan keterbacaan pada area terang, tetapi keterangan sumber tidak menjelaskan durasi pencapaian kecerahan tersebut atau kondisi pengukurannya. Layar juga mendukung gamut warna BT.2020, peredupan PWM frekuensi tinggi 1.440Hz, serta pelindung Kunlun Glass.
Collector’s Edition menggunakan Basalt Kunlun Glass. Perbedaan ketahanan antara kedua jenis kaca tersebut belum dijelaskan secara rinci.
Sektor daya memakai baterai 6.800mAh dengan fast charging kabel 100W dan pengisian nirkabel 50W. Kapasitas ini memberi fondasi kuat untuk penggunaan kamera, layar besar, dan konektivitas berkecepatan tinggi. Namun, belum tersedia data resmi mengenai durasi pemakaian, waktu pengisian penuh, atau kestabilan suhu saat kamera dan pengisian daya digunakan bersamaan.
Kirin 9050 Pro, HarmonyOS 7, dan Konektivitas Lengkap
Model dengan RAM 16GB menggunakan chipset Kirin 9050 Pro. Huawei Mate 90 Pro Max menjalankan HarmonyOS 7, tetapi sumber belum mencantumkan durasi pembaruan sistem operasi dan keamanan. Informasi ini penting bagi pembeli yang berencana memakai perangkat dalam jangka panjang.
Konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, StarLight E2.0, NFC, serta dukungan eSIM. Perlindungan IP68/IP69 memberi tingkat ketahanan terhadap debu dan air sesuai standar tersebut. Detail mengenai batas kedalaman, durasi perendaman, serta cakupan garansi belum diumumkan.
Perangkat hadir dalam pilihan warna Rose Gold, Jade Green, Crystal White, dan Obsidian Black. Huawei belum mengumumkan harga resmi Indonesia maupun jadwal ketersediaannya di Tanah Air.
Menakar Harga Huawei Mate 90 Pro Max
Huawei Mate 90 Pro Max tersedia dalam beberapa konfigurasi. Model 12GB+512GB dibanderol sekitar Rp25,2 jutaan (¥9.499), sedangkan varian 16GB+512GB berada di kisaran Rp26,5 jutaan (¥9.999). Collector’s Edition 16GB+512GB berharga sekitar Rp29,1 jutaan (¥10.999), dan versi 16GB+1TB mencapai sekitar Rp34,4 jutaan (¥12.999).
Perbedaan harga terutama berkaitan dengan kapasitas RAM, penyimpanan, serta status Collector’s Edition. Nilai tambah paling besar berada pada akses ke modul kamera Ruiying Z10. Tanpa aksesori itu, pengguna tetap memperoleh kamera telefoto 200MP, layar 12.000 nit, baterai 6.800mAh, dan pengisian 100W.
Huawei Mate 90 Pro Max paling cocok bagi pengguna yang menjadikan kamera sebagai prioritas utama. Kamera telefoto 200MP dan opsi modul 1 inci menjadi keunggulan teknis yang jelas, sedangkan layar dual-layer OLED serta baterai besar memperkuat pengalaman harian. Catatan utamanya adalah harga aksesori yang sangat tinggi, belum adanya harga resmi Indonesia, dan belum tersedianya data uji baterai serta termal.
Kelebihan utama:
• Kamera telefoto periskop 200MP dengan sensor besar, OIS, dan teknologi RYYB.
• Layar OLED 6,9 inci dengan refresh rate 1-120Hz serta kecerahan lokal hingga 12.000 nit.
• Baterai 6.800mAh dengan pengisian kabel 100W dan nirkabel 50W.
• Opsi modul Ruiying Z10 dengan sensor 1 inci serta zoom optik kontinu 10x.
Catatan sebelum membeli:
• Harga resmi Indonesia dan ketersediaan lokal belum diumumkan.
• Harga modul kamera dan paket lengkap sangat tinggi.
• Durasi pembaruan HarmonyOS 7, daya tahan baterai, serta hasil pengujian termal belum tersedia.

