Huawei Mate 90 Pro resmi meluncur di China sebagai smartphone pertama dengan chipset Kirin 9035. Perangkat ini menyasar pengguna yang membutuhkan performa flagship, kamera serbaguna, dan daya tahan panjang melalui baterai 6.600 mAh. Harga awalnya Rp18,5 jutaan (¥6.999) untuk konfigurasi 12GB+256GB.
Huawei menempatkan Mate 90 Pro di bawah Mate 90 Pro Max yang menggunakan Kirin 9050 Pro. Meski begitu, Kirin 9035 membawa peningkatan CPU 11 persen, GPU 10 persen, dan NPU 51 persen dibandingkan Kirin 9030 pada Mate 80 Pro. Peningkatan itu cukup relevan bagi pemrosesan AI dan multitasking harian. Pihak manufaktur belum mempublikasikan konfigurasi lengkapnya.
Kirin 9035 Mengejar Efisiensi Performa
Kirin 9035 menjadi pusat perhatian Mate 90 Pro. Huawei menyebut pengujian aplikasi internal pada HarmonyOS 7 dan HarmonyOS 6 menghasilkan peningkatan performa keseluruhan 10 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Angka tersebut tetap perlu dibaca sebagai klaim manufaktur, bukan hasil pengujian independen.
Chipset ini juga mendukung hardware-level ray tracing dengan kemampuan memproses hingga 31 juta sinar per detik. Fitur tersebut hanya berjalan pada adegan tertentu, sehingga belum dapat dianggap sebagai dukungan ray tracing menyeluruh untuk semua game. Pengguna yang mengejar performa gaming perlu menunggu pengujian langsung untuk menilai kestabilan clock dan suhu perangkat.
Huawei Mate 90 Pro hadir dengan HarmonyOS 7. Sejumlah fitur AI akan menyusul melalui pembaruan HOTA.
Desain Tangguh dengan Layar Lebih Terang
Mate 90 Pro mempertahankan desain sumbu tengah dari seri Mate sebelumnya. Panel belakangnya memakai pola kisi dengan cincin bintang mengambang di sekitar modul kamera. Bodi dibuat dari satu potongan material yang dikerjakan melalui proses pemesinan. Pilihan warnanya mencakup Emerald Green, Amber Orange, Crystal White, dan Obsidian Black.
Perangkat ini memiliki layar datar 6,75 inci dengan panel OLED dua lapis. Huawei menyebutnya sebagai layar Linglong generasi kedua. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 12.000 nit pada 1 persen APL, meningkat dari 8.000 nit pada Mate 80 Pro. Angka itu berlaku untuk area terang berukuran kecil, bukan seluruh bidang layar.
Huawei turut menyematkan chip layar Zhuque serta penyesuaian AI pada tingkat piksel untuk menjaga keseragaman kecerahan. Klaim perusahaan mencakup kenaikan kecerahan puncak 100 persen, masa pakai layar 138 persen lebih panjang, durasi kecerahan tinggi 140 persen lebih lama, dan keseragaman 30 persen lebih baik. Dasar pembanding setiap persentase belum dijelaskan.
Perlindungan Kunlun Xuanwu mencakup layar, bodi, dan lensa kamera. Kaca Kunlun generasi ketiga diklaim memiliki ketahanan jatuh lebih dari 50 persen dibandingkan seri Mate 80. Kaca optik Kunlun pada lensa kamera diklaim 20 kali lebih tahan jatuh daripada Mate 80 Pro. Huawei juga menambahkan material serat nilon di bagian dalam bodi.
Ketahanan airnya berada pada peringkat IP68 untuk perendaman hingga 6 meter dan IP69 untuk semprotan air bersuhu serta bertekanan tinggi. Sistem 3D ToF mendukung pemindai wajah, bersama pemancar dan penerima sensor kedalaman, kamera depan, serta sensor postur berbasis AI.
Kamera Utama Mengandalkan Apertur Variabel
Konfigurasi kamera belakang Mate 90 Pro terdiri atas tiga sensor. Kamera utama 50MP memakai sensor RYYB, stabilisasi optik, dan apertur variabel F1.4 hingga F4.0. Pada F1.4, kamera dapat menghasilkan latar belakang lebih buram untuk foto potret. Bukaan F4.0 membantu menjaga lebih banyak subjek tetap fokus, terutama dalam foto kelompok.
Kamera telefoto 50MP dengan sensor RYYB menawarkan zoom optik 4x dan zoom berkualitas optik hingga 8x. Kamera ini juga berfungsi sebagai kamera makro dengan jarak fokus minimum 5 cm. Kamera ultrawide 40MP melengkapi sistem tersebut.
Huawei menyematkan kamera warna primer Red Maple generasi ketiga yang diklaim meningkatkan akurasi warna 37 persen. Apertur variabel juga berpotensi membantu menjaga konsistensi kecerahan video saat pengguna berpindah dari area terang ke area gelap.
Perangkat lunak XMAGE menyediakan panduan pemotretan. Ponsel dapat menyarankan satu dari 13 pose untuk foto kelompok dan satu dari 14 tata letak komposisi dalam rentang zoom 4x. Saran komposisi perlu diaktifkan secara manual. Ada pula rekomendasi foto makanan dan mode siaran langsung yang membantu menjaga produk tetap fokus serta suara pengguna tetap terdengar di lingkungan bising.
Baterai Besar, Pengisian Nirkabel Menurun
Baterai 6.600 mAh menjadi salah satu nilai utama Mate 90 Pro. Perangkat ini mendukung pengisian kabel 100W dan pengisian nirkabel 50W. Kecepatan nirkabel 50W membutuhkan pengisi daya nirkabel Huawei serta kit pengisian 66W atau lebih tinggi.
Huawei mengklaim daya tahan pemutaran video hingga 41 jam. Pengujian internal itu menggunakan video berdurasi 2 jam 34 menit yang disimpan di perangkat, diputar berulang, dan memakai kecerahan otomatis yang dimatikan. Ponsel juga memiliki mode eksplorasi luar ruang dengan daya tahan hingga 15 hari saat memakai pesan satelit dan pelacakan.
Fitur navigasi Petal Maps dapat bekerja hingga 36 jam dalam kondisi layar mati. Dibandingkan Mate 80 Pro, durasi mode eksplorasi meningkat dari 13 hari menjadi 15 hari. Namun, kecepatan pengisian nirkabel justru turun dari 80W menjadi 50W.
Pesan Satelit dan Fitur AI Masih Terikat Ekosistem
Mate 90 Pro mendukung pesan satelit BeiDou untuk teks dan gambar. Fitur gambar akan dikompresi cukup berat karena keterbatasan bandwidth. Layanan ini hanya tersedia di China daratan, membutuhkan pandangan terbuka ke langit, serta harus diaktifkan melalui MeeTime atau operator ketika ponsel masih memiliki koneksi seluler.
Pengguna juga memperoleh prakiraan cuaca satelit 12 jam dan tiga hari setelah fitur tersebut aktif. Mode luar ruang dapat merekam rute dan bekerja dengan aplikasi pihak ketiga seperti TwoStep serta Walker. Jika terjadi kecelakaan, smartwatch Huawei yang terhubung dapat memulai panggilan darurat dan membagikan lokasi. Saat peluncuran, fungsi ini hanya berjalan antara ponsel seri Mate 90.
Fitur AI HarmonyOS 7 mencakup Xiaoyi Notes untuk menyimpan serta mengatur isi layar, Xiaoyi Call Help untuk pemesanan restoran, penerimaan panggilan, terjemahan langsung, dan ringkasan percakapan. Fitur Trigger-based AI dapat membaca isi layar lalu menyarankan tindakan berikutnya, misalnya menyalin alamat atau membuka tautan penyimpanan awan.
Huawei juga menambahkan foto dinamis 3D, prosesor keamanan khusus dengan dukungan kriptografi pascakuantum, serta pendeteksi suara palsu. Peringatan suara tersebut hanya menjadi referensi, bukan jaminan bahwa panggilan bebas dari penipuan.
Harga Tinggi, Pilihan Memori Lebih Luas
Huawei Mate 90 Pro tersedia dalam empat konfigurasi di China:
• 12GB+256GB: Rp18,5 jutaan (¥6.999)
• 12GB+512GB: Rp21,2 jutaan (¥7.999)
• 16GB+512GB: Rp22,5 jutaan (¥8.499)
• 16GB+1TB: Rp26,5 jutaan (¥9.999)
Harga dasar tersebut Rp2,7 jutaan lebih tinggi daripada harga awal Mate 80 Pro sebesar Rp15,9 jutaan (¥5.999). Varian 512GB dan 1TB juga naik sekitar Rp4 jutaan hingga Rp5,3 jutaan dibandingkan generasi sebelumnya. Harga resmi internasional, termasuk untuk Indonesia, belum diumumkan.
Mate 90 Pro Cocok untuk Pengguna Kamera dan Daya Tahan
Huawei Mate 90 Pro menawarkan kombinasi Kirin 9035, kamera apertur variabel, layar OLED dua lapis, dan baterai 6.600 mAh. Kamera utama RYYB serta telefoto 4x memberi ruang lebih luas untuk potret, foto kelompok, makro, dan perekaman video. Baterainya juga menjadi bekal kuat bagi pengguna yang sering bepergian.
Kekurangannya terlihat pada harga yang naik, pengisian nirkabel yang lebih lambat, dan sejumlah fitur satelit yang terbatas untuk China daratan. Nilai penggunaan di luar ekosistem Huawei juga perlu diperiksa, terutama untuk fitur darurat dan perangkat HarmonyOS. Untuk calon pembeli di Tanah Air, keputusan terbaik menunggu informasi distribusi resmi, dukungan layanan, dan harga lokal.


