AMD diam-diam mulai menyebarkan prosesor mobile terbarunya, Ryzen AI 9 HX 470, ke berbagai laptop dan mini PC. Chip ini datang untuk mengambil alih tahta Ryzen AI 9 HX 370 yang sudah berkuasa sepanjang tahun lalu. Sebagai bagian dari lini HX yang mewakili jajaran CPU mobile tercepat di kandang AMD, ekspektasi terhadap pendatang baru ini tentu saja tinggi. Tapi setelah benchmark mulai bermunculan, ada satu fakta yang bikin alis terangkat: peningkatan performanya ternyata tidak seheboh nomor serinya.
Wajar kalau Anda mengira lompatan dari seri 370 ke 470 bakal terasa signifikan. Angka yang lebih besar biasanya menjanjikan performa yang lebih gahar. Namun data benchmark awal dari mini PC Bosgame VTA-439 yang sudah mengusung Ryzen AI 9 HX 470 mengungkap cerita yang sedikit mengejutkan. Prosesor baru ini ternyata hanya mencatatkan peningkatan performa sekitar 7 persen dibandingkan rata-rata sistem dengan Ryzen AI 9 HX 370 yang ada di database Notebookcheck.
Perbedaan Tipis yang Hampir Tak Terasa
Buat Anda yang bertanya-tanya seberapa besar efek 7 persen itu di penggunaan nyata, jawabannya: nyaris tidak terasa. Angka sekecil itu masuk dalam ranah variasi margin of error yang mungkin saja dipengaruhi oleh sistem pendingin atau konfigurasi pabrikan. Bahkan, dalam beberapa skenario, laptop gaming dengan Ryzen AI 9 HX 370 bisa tampil dalam selisih 1 persen dari sang penerusnya. Kuncinya ada di solusi pendingin yang lebih lega dan kapabel pada laptop gaming, yang memungkinkan chip 370 mempertahankan clockspeed tinggi lebih lama.
Ketika Anda beralih ke performa gaming, ceritanya makin seragam. Di atas kertas, Ryzen AI 9 HX 470 dan Ryzen AI 9 HX 370 sama-sama dibekali grafis terintegrasi Radeon 890M dengan fitur yang identik. Satu-satunya pembeda hanyalah target clock rate yang sedikit lebih tinggi di model 470. Tapi lagi-lagi, keunggulan ini terlalu kecil untuk bisa dirasakan oleh mayoritas besar pengguna. Jangan harap frame rate melonjak drastis atau game berat mendadak mulus tanpa cela hanya karena lompatan nomor seri ini.
Lebih Mahal, Tapi Cuma Rebrand?
Yang menarik untuk dicermati adalah posisi harga. Dengan peningkatan performa yang hampir tidak signifikan ini, membeli perangkat dengan Ryzen AI 9 HX 370 bisa jadi langkah yang jauh lebih masuk akal. Prosesor lawas ini kemungkinan besar akan turun harga seiring makin banyaknya perangkat dengan HX 470 yang beredar. Padahal secara fundamental, AMD lebih banyak melakukan rebrand ketimbang menghadirkan arsitektur yang benar-benar baru di sini.
Singkatnya, kalau Anda sedang berburu PC atau laptop baru dalam waktu dekat, jangan terpaku pada godaan nomor seri terbaru. Sistem dengan Ryzen AI 9 HX 370 justru bisa menawarkan value for money yang lebih menggoda. Performanya hampir setara, dan Anda bisa menghemat anggaran untuk dialokasikan ke komponen lain yang lebih berdampak, seperti RAM lebih besar atau penyimpanan SSD yang lebih lapang. Cek saja sendiri ulasan lengkap Bosgame VTA-439 di Notebookcheck kalau Anda penasaran melihat detail benchmark-nya.
Sumber: Notebookcheck

