Samsung dikabarkan telah memulai tahap produksi massal front-end wafer untuk chipset flagship terbarunya, Exynos 2700. Berdasarkan laporan dari The Elec yang merujuk pada informasi tipster Ice Universe, prosesor berbasis fabrikasi 2nm ini mencatatkan volume produksi awal yang lebih tinggi sekitar sepuluh persen dibandingkan pendahulunya, Exynos 2600, pada periode siklus yang sama.
Langkah ini menandai pergerakan maju Samsung dari tahap pengambilan sampel terbatas menuju kesiapan komersial yang lebih luas. Pengujian internal menggunakan Geekbench 6 bahkan mengindikasikan keunggulan performa multi-core mencapai 9,5 persen atas kompetitor utamanya di kelas tertinggi.
Arsitektur 2nm dan Peningkatan Konfigurasi CPU
Exynos 2700 dibangun di atas node SF2P, yang merupakan versi peningkatan dari proses SF2 yang sebelumnya digunakan pada Exynos 2600. Sebagai pengingat, Samsung memperkenalkan Exynos 2600 pada Desember 2025 sebagai chipset 2nm pertama di dunia yang memanfaatkan transistor gate-all-around (GAA) dengan tata letak 10-core.
Berdasarkan bocoran gambar die dari firma riset semikonduktor SemiAnalysis, Exynos 2700 membawa perombakan arsitektur CPU 10-core dengan dua inti utama alih-alih satu. Chipset ini memadukan inti Arm C2-Ultra berkecepatan 4,24GHz dan empat inti C2-Pro pada 3,74GHz, bersanding dengan satu inti C1-Ultra di 3,36GHz serta empat inti C1-Pro di 2,88GHz.
Selain itu, die tersebut juga menunjukkan dukungan terhadap memori LPDDR6, cache tingkat sistem sebesar 24MB, NPU berukuran besar, serta GPU Xclipse 970 yang mempertahankan delapan WGP seperti halnya Xclipse 960 pada Exynos 2600.
Menakar Performa dan Pertimbangan Efisiensi Daya
Hasil pengujian internal menunjukkan Exynos 2700 unggul 9,5 persen atas Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam tolok ukur Geekbench 6 multi-core. Angka tersebut didorong oleh target frekuensi inti utama yang mencapai 4,00GHz.
Kendati demikian, hasil uji yang bocor tersebut belum menyertakan metrik konsumsi daya atau efisiensi termal. Efisiensi energi nyata masih memerlukan pengujian lanjutan saat perangkat komersial benar-benar dirilis ke pasaran.
Divisi seluler Samsung MX kini masih mengevaluasi aspek performa, manajemen termal, struktur biaya, dan kapasitas manufaktur SF2P. Keputusan final mengenai volume pesanan massal dan ketersediaan global untuk lini Galaxy S27 masih bergantung pada kalkulasi ekonomi tersebut.
Prospek Peluncuran dan Kehadiran di Pasar Global
Pasar ponsel pintar global menantikan bagaimana Samsung membagi penggunaan chipset untuk lini penerus Galaxy S. Varian yang dipasarkan di wilayah Amerika Serikat dan China diprediksi tetap mengandalkan lini Snapdragon dari Qualcomm.
Hingga saat ini, pihak Samsung belum memberikan konfirmasi resmi mengenai pasar mana saja yang akan kedatangan varian Exynos 2700, termasuk penggunaannya pada model tertinggi seperti Galaxy S27 Ultra.
Melihat siklus pengumuman terdahulu saat Samsung memperkenalkan Exynos 2600 pada 19 Desember 2025, jadwal peluncuran resmi untuk Exynos 2700 diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 atau bahkan lebih awal.



