Momen paling menyebalkan saat menginap di hotel berbintang bukanlah bantal yang kurang empuk, melainkan menatap layar TV hitam pekat yang seperti lubang menganga di dinding. Tanpa estetika. Hanya kotak plastik gelap yang menunggu dinyalakan. Di HITEC 2026, Samsung merespons frustrasi ini secara telak dengan memperkenalkan The Frame Hospitality Model (HL03H), memboyong ilusi lukisan mewah ke ranah perhotelan premium untuk pertama kalinya.
- Layar QLED 4K dengan panel anti-silau dan desain seperti bingkai foto untuk menghilangkan kesan 'kotak hitam' di dinding kamar.
- Fitur Generative Wallpaper berbasis AI, memungkinkan tamu menciptakan latar visual unik tanpa menyentuh kanvas.
- Konektivitas Google Cast dan Apple Airplay yang otomatis menghapus data personal begitu tamu check-out.
Bukan Lagi Kotak Hitam, Melainkan Kanvas Digital Cerdas
Samsung paham bahwa tamu hotel premium membenci pemandangan layar mati. Maka dari itu, The Frame Hospitality mengadopsi DNA yang membuat versi konsumennya laris: panel QLED 4K berlapis anti-silau yang meredam pantulan, dudukan dinding ramping (slim fit mount), serta bezel magnetis opsional untuk menyamarkannya sebagai bingkai lukisan mahal. Ketika TV tidak dipakai, ia menampilkan karya seni kurasi lewat fitur Collection Hub, memungkinkan hotel memamerkan fotografi atau visual branding yang seirama dengan atmosfer ruangan.
Bedanya, model ini tidak lagi merepotkan instalasi dengan One Connect Box. Port koneksi utama terintegrasi pada bodi TV, memotong kerumitan kabel dan memudahkan pemasangan di berbagai tata letak furnitur.
Dinding Bisa Berubah Sesuai Mood, Berkat Sulap AI Generatif
Untuk pertama kalinya di jajaran TV Hospitality Samsung, Generative Wallpaper hadir sebagai fitur unggulan. Tamu tidak perlu puas dengan kanvas digital statis. Mereka bisa mengetik prompt sederhana dan membiarkan AI menciptakan gambar latar orisinal yang merefleksikan preferensi visual personal. Ingin dinding marmer abstrak atau hutan tropis di balik kabut? Semuanya bisa terwujud tanpa repot.
Fitur pendukung lain juga memecahkan masalah nyata traveler global. Live Translate menyajikan subtitle otomatis untuk siaran lokal atau Samsung TV Plus, sehingga tamu internasional tidak merasa terisolasi dari hiburan di negeri orang.
Layanan Personal Tanpa Melanggar Privasi
Konektivitas jadi sangat cair. Cukup pindai kode QR di layar, tamu langsung bisa melempar konten dari ponsel atau tablet via Google Cast maupun Apple Airplay. Yang krusial, begitu tamu check-out, seluruh informasi perangkat yang tersambung otomatis dihapus. Tidak ada jejak Netflix, galeri pribadi, atau akun email yang tertinggal.
Di balik layar, manajemen hotel dibekali LYNK Cloud. Dasbor ini memonitor status TV secara real-time dan memudahkan pembaruan layanan digital seperti room service di layar. Modul Business Intelligence-nya bahkan bisa memetakan preferensi tamu, mulai dari menu yang sering dipesan hingga saluran favorit, untuk dipakai menyusun kurasi layanan yang lebih akurat.
Samsung mengonfirmasi The Frame Hospitality Model akan meluncur ke pasar Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini dalam opsi bentang 55, 65, dan 75 inci.
Sumber: Notebookcheck

