Kecepatan penyimpanan di smartphone memang jarang jadi bahan obrolan, padahal dampaknya langsung terasa setiap kali Anda membuka aplikasi atau menjalankan fitur AI di perangkat. Saat ini, standar tercepat yang dipakai di ponsel-ponsel produksi massal adalah UFS 4.1 dengan kecepatan baca sekuensial sekitar 4,3 GB/s dan tulis 4,1 GB/s. Angka itu mungkin terasa cukup untuk kebutuhan sekarang, tapi Samsung baru saja mengguncang peta persaingan dengan satu pengumuman yang akan mengubah ekspektasi kita semua.
Samsung mengumumkan apa yang mereka klaim sebagai chip penyimpanan UFS 5.0 pertama di dunia. Lompatan ini bukan sekadar revisi kecil, melainkan sebuah sinyal bahwa pengalaman mobile computing di masa depan akan terasa jauh lebih cepat dan responsif. Yang bikin penasaran, chip ini dikabarkan punya hubungan erat dengan lini Galaxy S27 yang diperkirakan meluncur awal 2027.
Lompatan Kecepatan yang Bikin UFS 4.1 Terasa Lambat
Chip UFS 5.0 ini menjanjikan kecepatan baca sekuensial hingga 10,8 GB/s dan tulis sekuensial hingga 9,5 GB/s. Itu lebih dari dua kali lipat kemampuan UFS 4.1 yang sekarang jadi andalan ponsel flagship. Lihat saja datanya: UFS 4.1 hanya bisa membaca di 4,3 GB/s dan menulis di 4,1 GB/s. Jadi, Anda bisa membayangkan peningkatan yang sangat drastis di sini.
Angka-angka itu bukan cuma buat pamer spesifikasi. Samsung menyebutkan bahwa throughput yang lebih tinggi ini akan langsung membantu dua area penting di smartphone masa kini: waktu peluncuran aplikasi dan kinerja AI on-device. Belakangan ini, makin banyak proses AI yang bergantung pada kecepatan pengambilan data ketimbang sekadar kekuatan prosesor mentah, jadi penyimpanan secepat ini bisa jadi pembeda nyata.
Lebih Hemat Daya dan Lebih Kecil, Kabar Baik Buat Desain Ponsel
Selain kencang, Samsung mengklaim chip UFS 5.0 punya efisiensi daya 40% lebih baik dibanding UFS 4.1. Peningkatan itu datang dari penerapan clock gating dan teknologi multi-voltage, dua teknik yang secara langsung mengurangi konsumsi listrik tanpa mengorbankan performa. Efisiensi ini tentu kabar baik buat Anda yang khawatir fitur kecepatan tinggi bakal menguras baterai lebih boros.
Ukuran fisiknya juga mengejutkan. Modul ini hadir dengan dimensi 7,5 mm x 13 mm x 0,9 mm, lebih ramping dari generasi sebelumnya. Bagi pabrikan ponsel, ukuran lebih kecil berarti lebih banyak ruang buat komponen lain atau bahkan baterai yang lebih besar. Ini salah satu detail yang sering luput dari perhatian, tapi punya efek domino menarik di proses desain.
Kapan Chip Ini Mulai Diproduksi dan Berapa Kapasitasnya
Samsung mengumumkan bahwa produksi massal UFS 5.0 akan dimulai di kuartal keempat tahun 2026. Saat peluncuran perdana nanti, opsi penyimpanan yang tersedia langsung mencapai 1 TB. Kapasitas sebesar itu makin mengukuhkan posisi chip ini bukan hanya buat ponsel flagship, tapi juga potensi perangkat lain yang butuh penyimpanan cepat dan lega.
Waktu produksi massal di Q4 2026 ini selaras dengan prediksi kehadiran Galaxy S27. Samsung sendiri belum mengonfirmasi secara langsung bahwa S27 akan memakai UFS 5.0, tapi bocoran dari leaker Ice Universe di platform X menyebut bahwa chip Exynos 2700 yang sedang digarap Samsung akan mendukung UFS 5.0 secara native. Exynos 2700 sendiri diharapkan menjadi otak dari sebagian perangkat Galaxy S27 nanti.
Hubungan Erat dengan Exynos 2700 dan Galaxy S27
Samsung juga baru-baru ini mengungkap bahwa mereka sedang mengembangkan Exynos 2700. Chip prosesor ini diproyeksikan menjadi tenaga penggerak untuk setidaknya beberapa model Galaxy S27. Menurut Ice Universe, dukungan native terhadap UFS 5.0 di Exynos 2700 akan menjadikan Galaxy S27 sebagai salah satu ponsel pertama yang mengadopsi standar penyimpanan baru ini.
Sekali lagi, Samsung belum memberikan pernyataan resmi soal implementasi UFS 5.0 di Galaxy S27. Galaxy S27 sendiri diperkirakan baru meluncur di awal tahun 2027, tepat saat chip UFS 5.0 sudah memasuki jalur produksi massal. Kombinasi jadwal ini membuat banyak pihak menduga debut penyimpanan generasi baru ini akan terjadi bersamaan dengan seri flagship terbaru Samsung tersebut.
Jika perkiraan ini benar, maka lompatan besar di kecepatan penyimpanan akan berjalan seiring dengan peningkatan performa prosesor di generasi ponsel mendatang. Buat Anda yang suka memperhatikan detail spesifikasi, ini salah satu perkembangan yang patut dicatat karena menyentuh langsung pengalaman harian: dari buka aplikasi berat, editing video, sampai proses inferensi AI yang makin kompleks.
Sumber: Notebookcheck


