POCO C85 merupakan smartphone kelas Rp2 jutaan yang menonjolkan baterai 6000 mAh, layar 120 Hz, NFC, serta kamera utama 50 MP. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan ponsel tahan lama untuk komunikasi, hiburan ringan, dan aktivitas harian tanpa sering mencari colokan.
Di balik sejumlah fitur tersebut, POCO C85 tetap membawa beberapa catatan penting. Resolusi layarnya masih HD+, kamera belakangnya hanya satu, speaker-nya tunggal, dan penyimpanan internal menggunakan eMMC. Jadi, daya tahan menjadi kekuatan utamanya, bukan kemampuan fotografi atau kecepatan penyimpanan.
Layar 120 Hz Menjadi Nilai Jual Utama
POCO C85 memakai panel IPS LCD berukuran 6,9 inci dengan resolusi 720 x 1600 piksel. Resolusi ini tergolong sederhana, tetapi ukuran layar yang luas membantu aktivitas seperti membaca, menonton video, dan menjelajah media sosial terasa lebih lega.
Nilai tambahnya ada pada refresh rate 120 Hz. Pergerakan antarmuka terlihat lebih mulus saat menggulir halaman, sementara sejumlah gim dapat memanfaatkan tampilan dengan frame rate lebih tinggi. Efeknya terasa setiap hari.
POCO juga menyertakan tiga sertifikasi TÜV Rheinland, yakni Low Blue Light, Flicker Free, dan Circadian Friendly. Ketiganya dirancang untuk mengurangi paparan cahaya biru, kedipan halus, serta gangguan terhadap pola penggunaan layar pada waktu malam. Fitur ini relevan bagi pengguna yang menatap layar dalam durasi panjang, meski kualitas visual tetap dibatasi resolusi HD+.
Helio G81 Ultra Cukup untuk Aktivitas Harian
POCO C85 ditenagai MediaTek Helio G81 Ultra, chipset dengan dua inti Cortex-A75 berkecepatan 2,0 GHz dan enam inti Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz. Pemrosesan grafisnya mengandalkan Mali-G52 MP2 dengan kecepatan 950 MHz, sehingga perangkat ini lebih tepat diposisikan sebagai ponsel untuk kebutuhan rutin dan gim ringan.
Pengujian yang disebutkan dalam bahan sumber mencatat skor AnTuTu v10 sekitar 259 ribu hingga 262 ribu. Angka tersebut cukup untuk aplikasi komunikasi, penjelajahan internet, dan gim seperti Mobile Legends, Free Fire, atau eFootball, tetapi bukan tolok ukur untuk gim berat dengan pengaturan grafis tinggi.
POCO C85 menjalankan Android 15 dengan antarmuka HyperOS 2. Jaminan empat kali pembaruan sistem operasi dan pembaruan keamanan selama enam tahun menjadi keunggulan penting, terutama bagi pengguna yang ingin mempertahankan perangkat lebih lama.
Kamera 50 MP, NFC, dan Catatan Multimedia
Kamera utama POCO C85 beresolusi 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan dukungan phase detection autofocus atau PDAF. Teknologi ini membantu kamera mengunci fokus dengan lebih cepat. Dengan dukungan AI dan Xiaomi Imaging Engine, hasil pemotretan cukup untuk dokumentasi sehari-hari, walaupun konsistensinya dapat menurun pada kondisi cahaya yang menantang.
Kamera depan beresolusi 8 MP. Saat mode malam digunakan, layar dapat memancarkan cahaya terang sebagai penerangan tambahan untuk swafoto. Kedua kamera hanya mampu merekam video hingga 1080p pada 30 frame per detik dan tidak memiliki stabilisasi gambar.
Desain modul belakang menampilkan dua lingkaran, tetapi perangkat ini sebenarnya hanya memiliki satu kamera belakang. Tidak ada kamera ultrawide. Ponsel ini juga belum dibekali stereo speaker, sehingga suara lebih mudah tertutup tangan dan terasa kurang bertenaga saat menonton tanpa earphone.
Baterai Besar, Pengisian Lebih Cepat
Kapasitas 6000 mAh menjadi peningkatan utama dibandingkan POCO C75 yang memiliki baterai 5160 mAh. Kapasitas tersebut memberi ruang lebih panjang untuk komunikasi, navigasi, video, dan pemakaian ringan sepanjang hari, walaupun daya tahan nyata tetap dipengaruhi tingkat kecerahan layar, jaringan, dan aplikasi yang digunakan.
Pengisian cepat 33 watt juga lebih tinggi daripada 18 watt pada generasi sebelumnya. Ini membantu mengurangi waktu perangkat terhubung ke pengisi daya. Namun, bahan sumber tidak mencantumkan durasi pengisian dari kondisi kosong hingga penuh.
Desain Nyaman, tetapi eMMC Membatasi Respons Sistem
Bodi POCO C85 memiliki sisi melengkung yang terasa lebih nyaman digenggam. Pilihan warnanya mencakup hitam, hijau, dan ungu, dengan bagian belakang bergradasi yang memantulkan cahaya. Sertifikasi IP64 memberi perlindungan terhadap debu dan cipratan air dari berbagai arah.
Fitur NFC, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.4, jack audio 3,5 mm, serta pemindai sidik jari di sisi bodi membuat konektivitasnya cukup lengkap. NFC dapat digunakan untuk transaksi digital, pengisian saldo uang elektronik, atau akses tertentu yang mendukung teknologi tersebut.
Catatan terbesar ada pada penyimpanan eMMC. Kapasitas internalnya mencapai 256 GB dan masih dapat diperluas dengan microSD, tetapi eMMC biasanya lebih lambat saat menyalin, memindahkan, atau mengekstrak berkas dibandingkan UFS. Pengguna yang sering mengelola video atau banyak aplikasi akan lebih mudah merasakan batas ini.
Menakar Kelayakan POCO C85 di Kelas Rp2 Jutaan
POCO C85 layak dipertimbangkan bagi pengguna yang memprioritaskan baterai besar, layar luas 120 Hz, NFC, dan dukungan pembaruan panjang. Perangkat ini juga cukup rasional untuk aktivitas harian serta gim ringan berkat Helio G81 Ultra.
• Kelebihan: baterai 6000 mAh, pengisian 33 watt, layar 120 Hz, sertifikasi TÜV Rheinland, NFC, IP64, dan dukungan pembaruan hingga empat kali.
• Catatan: resolusi layar masih HD+, kamera belakang tunggal tanpa stabilisasi video, speaker masih tunggal, serta penyimpanan menggunakan eMMC.
Untuk pengguna yang mencari ponsel tahan lama dengan biaya awal sekitar Rp2 jutaan, POCO C85 menawarkan susunan fitur yang kuat. Sebaliknya, pembuat konten, pencinta audio stereo, dan pengguna yang membutuhkan pemindahan berkas cepat sebaiknya mempertimbangkan catatan teknis tersebut sebelum membeli.
