Steam Machine datang dengan janji menghadirkan pengalaman PC gaming dalam bentuk konsol yang ringkas. Tapi ketika sejumlah unit mulai diterima pembeli, muncul temuan yang cukup mengagetkan: tidak semua perangkat dibekali konfigurasi RAM dual-channel seperti yang biasa dipakai di PC gaming kebanyakan. Valve justru mengirimkan banyak unit dengan satu keping RAM 16GB, bukan dua keping 8GB yang selama ini dianggap standar.
Buat Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia gaming PC, tentu paham bahwa RAM dual-channel memberikan bandwidth lebih lega. Nah, keputusan Valve ini jelas menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi, harganya tidak bisa dibilang murah. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi?
Mengapa Valve Memilih Konfigurasi Single-Channel?
Dalam wawancara bersama Gamers Nexus, para insinyur Valve menjelaskan bahwa kelangkaan komponen akibat permintaan industri AI menjadi biang keladi. Stik RAM 8GB DDR5 mendadak jadi barang langka. Daripada menaikkan harga Steam Machine lebih tinggi lagi, Valve memilih satu modul 16GB yang sedikit lebih mudah didapat. Mereka berdalih, hasil benchmark dengan kedua opsi itu tidak jauh berbeda.
Meski begitu, tidak semua unit bernasib sama. Beberapa pembeli mungkin masih beruntung mendapatkan konfigurasi dual-channel. Ini sepenuhnya bergantung pada ketersediaan suku cadang saat perangkat mereka dirakit. Yang bikin frustrasi, Anda tidak bisa tahu RAM jenis apa yang akan mendarat di meja gaming Anda sampai paketnya dibuka. Tidak ada cara untuk mengeceknya sebelum membeli.
Dampak Single-Channel pada Performa Gaming
Di PC gaming, pengguna lebih menyukai konfigurasi dual-channel karena prosesor bisa mengakses beberapa jalur memori sekaligus. Tambahan bandwidth ini mendorong frame rate lebih tinggi di gim-gim yang membebani prosesor, seperti Crimson Desert atau Baldur's Gate 3. Walau dampaknya mungkin tidak drastis, hampir semua review Steam Machine yang beredar belum membandingkan langsung performa antara spesifikasi RAM yang berbeda.
Artinya, potensi penurunan performa di gim berat CPU akibat single-channel memory masih belum terungkap sepenuhnya. Kalau Anda berniat memainkan judul-judul yang haus daya prosesor, konfigurasi RAM menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Opsi Upgrade dan Kendala Harga yang Mengganjal
Valve mencoba melihat sisi positifnya. Karena Steam Machine punya dua slot SO-DIMM DDR5, satu modul 16GB bawaan menyisakan satu slot kosong. Anda tinggal menambahkan keping RAM identik untuk langsung merasakan manfaat dual-channel. Sayangnya, harga memori yang saat ini sedang melambung tinggi membuat solusi itu terasa pahit untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Gamers Nexus juga menyoroti kurangnya persiapan Valve menghadapi krisis rantai pasok. Tanpa kontrak jangka panjang dengan raksasa DRAM seperti Samsung atau SK Hynix, posisi Valve tak ubahnya vendor kecil atau konsumen biasa. Satu-satunya alternatif, kata para insinyur, adalah menaikkan harga Steam Machine yang memang sudah tidak murah, atau tidak bisa memproduksi cukup unit untuk memenuhi permintaan.
Namun, alasan itu mungkin sulit diterima banyak pihak. Sebab, pada akhirnya Steam Machine tidak menawarkan lompatan performa berarti dibandingkan konsol PS5 yang dijual lebih terjangkau. Kompromi di sektor memori hanya menambah daftar ganjalan yang membuat calon pembeli harus berpikir ulang.
Bagi Anda yang sudah kadung penasaran dan tetap menginginkan performa optimal, tidak ada salahnya mengecek langsung konfigurasi RAM setelah barang tiba. Hanya dengan itulah Anda bisa memutuskan apakah perlu merogoh kocek lebih dalam untuk upgrade, atau cukup menerima kenyataan bahwa Steam Machine Anda berjalan dalam mode single-channel.
Sumber: Notebookcheck


