GADGET / LIPUTAN KHUSUS

SteamOS ARM Berjalan di Handheld Snapdragon Android Berkat Modder

/ Modder berhasil menjalankan SteamOS berbasis ARM pada AYN Odin 2, Konkr Pocket Fit G3, dan AYANEO Pocket S2 dengan dukungan Game Mode.

RIAN PRADANA •
Port SteamOS ARM berjalan pada Konkr Pocket Fit G3 dan AYANEO Pocket S2
Port tidak resmi SteamOS ARM memperluas dukungan ke handheld Android berbasis Snapdragon 8 Gen 3.
FOTO: Dok. Valve, Konkr, AYANEO

SteamOS berbasis ARM kini berjalan secara tidak resmi pada sejumlah konsol genggam Android dengan chipset Snapdragon. Pengembang independen berhasil membawa sistem operasi Valve ke AYN Odin 2 berbasis Snapdragon 8 Gen 2, lalu memperluas port tersebut ke Konkr Pocket Fit G3 dan AYANEO Pocket S2 yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 3.

Port ini muncul hanya dalam hitungan hari sejak kode SteamOS ARM dirilis untuk Steam Frame. Dukungan awal mencakup Game Mode resmi Valve dan desktop KDE Plasma, tetapi statusnya masih eksperimental. Pengujian perangkat juga terbatas, sehingga pengguna perlu memahami risiko sebelum mengganti sistem bawaan perangkat.

SteamOS ARM Menyeberang ke Perangkat Snapdragon

Port pertama dikerjakan Masies4fun melalui proyek SteamOS-ARM-SM850. Pengembang tersebut membawa ruang pengguna SteamOS ARM buatan Valve ke AYN Odin 2. Nama proyek itu merujuk pada platform Snapdragon 8 Gen 2, chipset yang juga digunakan Steam Frame.

Kesamaan silikon menjadi titik awal penting. AYN Odin 2 memakai Snapdragon 8 Gen 2 dengan GPU Adreno 740, sama seperti konfigurasi yang disebut pada Steam Frame. Meski begitu, kesamaan chipset tidak otomatis berarti seluruh fungsi perangkat dapat berjalan sempurna. Sistem operasi tetap harus mengenali kernel, tata letak perangkat, kontrol input, layar, serta komponen lain pada masing-masing handheld.

Perangkat ini memang bukan target resmi Valve.

Port tersebut mempertahankan Game Mode resmi Valve dan desktop KDE Plasma. Keduanya memberi pengguna dua pola pemakaian: antarmuka bergaya konsol untuk mengakses game serta desktop Linux untuk kebutuhan yang lebih fleksibel. Nilai praktisnya terletak pada pemanfaatan antarmuka SteamOS yang sudah dikenal, bukan pada jaminan bahwa pengalaman pemakaian akan setara dengan perangkat resmi.

Kernel Menjadi Titik Kritis Porting

Valve membuat kernel SteamOS untuk melakukan boot pada perangkat keras Steam Frame. Bahan sumber menyebut kernel tersebut tidak dapat melakukan boot di luar perangkat Steam Frame. Karena itu, port ke handheld Android tidak sekadar memasang sistem operasi ke penyimpanan internal.

Pengembang mengganti kernel dan device tree dengan komponen dari Rocknix, sistem berbasis Arch Linux. Ruang pengguna SteamOS tetap dipakai, termasuk Game Mode dan KDE Plasma. Pendekatan ini memperlihatkan cara komunitas modding menyatukan lapisan perangkat lunak dari beberapa proyek agar dapat berjalan pada perangkat keras yang tidak dirancang untuknya.

Di sinilah kekuatan sekaligus batas proyek tersebut terlihat. Kernel dan device tree harus disesuaikan dengan perangkat. Perbedaan kecil pada pengendali layar, tombol, audio, sensor, atau manajemen daya dapat memengaruhi kestabilan sistem. Bahan sumber tidak menyertakan hasil benchmark, konsumsi daya, suhu, durasi baterai, maupun kestabilan frame rate. Pihak pengembang juga belum mempublikasikan konfigurasi pengujian lengkapnya.

Snapdragon 8 Gen 3 Mendapat Cabang Sendiri

Pengembang bernama hashtagbasit kemudian membuat cabang SteamOS-ARM-SM8650. Cabang ini ditujukan untuk Konkr Pocket Fit G3 dan AYANEO Pocket S2, dua handheld Android dengan Snapdragon 8 Gen 3. Pengembang tersebut tidak hanya menyalin port awal, tetapi juga memperbaiki bagian yang tidak berfungsi.

Perbedaan kode platform menjelaskan alasan munculnya cabang terpisah. Snapdragon 8 Gen 2 pada AYN Odin 2 menggunakan basis berbeda dari Snapdragon 8 Gen 3 pada Konkr Pocket Fit G3 dan AYANEO Pocket S2. Penamaan proyek yang mengikuti platform chipset membantu pengguna mengenali sasaran perangkat, meski tetap tidak menghapus kebutuhan untuk memeriksa device tree secara spesifik.

Dukungan perangkat belum merata.

Repositori kedua proyek baru berusia beberapa hari dan memiliki jumlah tanda suka yang masih rendah. Device tree untuk AYANEO Pocket S2 dan AYN Thor juga masih ditandai belum diuji oleh penulis repositori. Status tersebut penting bagi calon pengguna karena proses instalasi sistem eksperimental dapat menimbulkan masalah pada boot, kontrol perangkat, atau fungsi tertentu yang belum diuji.

Jalur Berikutnya Mengarah ke Snapdragon 8 Elite

Eksperimen ini tidak berhenti pada dua generasi chipset. Pengembang teansentient mengerjakan Holodor, port SteamOS yang menyasar AYN Odin 3 dengan Snapdragon 8 Elite. Bahan sumber belum menyebutkan tingkat kematangan, fungsi yang telah berjalan, atau hasil pengujian port tersebut.

Perkembangan Holodor menunjukkan bahwa minat komunitas tidak hanya tertuju pada perangkat yang memiliki kemiripan paling dekat dengan Steam Frame. Setiap chipset baru menghadirkan pekerjaan tambahan pada kernel, device tree, dan pemetaan komponen perangkat. Dukungan untuk Snapdragon 8 Elite karena itu masih perlu dinilai berdasarkan kemajuan proyek, bukan sekadar nama chipset.

Armada juga sempat mendapat kredit dalam sejumlah pemberitaan terkait. Namun, pengembangnya menyatakan bahwa Armada tidak mengerjakan proyek port tersebut. Klarifikasi ini mempersempit atribusi kepada Masies4fun, hashtagbasit, dan teansentient untuk proyek-proyek yang disebutkan.

Siapa yang Cocok Mencoba Port Ini?

Port SteamOS ARM ini paling relevan bagi pemilik konsol genggam Android yang terbiasa memasang firmware alternatif dan memahami proses pemulihan perangkat. AYN Odin 2 menjadi sasaran awal dengan Snapdragon 8 Gen 2, sedangkan Konkr Pocket Fit G3 dan AYANEO Pocket S2 memperoleh cabang untuk Snapdragon 8 Gen 3. Game Mode menjadi daya tarik utamanya, sementara KDE Plasma menyediakan akses desktop Linux.

Pengguna harian sebaiknya menunggu pengujian yang lebih luas sebelum menjadikan port ini sebagai sistem utama. Tidak tersedianya angka benchmark, data panas, konsumsi daya, dan daftar fungsi lengkap membuat penilaian performa belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Pihak manufaktur juga tidak menyatakan dukungan resmi untuk instalasi ini.

Bagi komunitas modding ARM, proyek ini menawarkan ruang eksperimen yang menarik. Bagi pengguna umum, perangkat lunak eksperimental menuntut kesiapan untuk menghadapi bug dan proses pemulihan. Nilai akhirnya bukan sekadar menjalankan SteamOS di perangkat Snapdragon, tetapi melihat seberapa stabil Game Mode, KDE Plasma, kernel, dan device tree bekerja sebagai satu sistem pada setiap handheld.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar SteamOS ARM Berjalan di Handheld Snapdragon Android Berkat Modder

Q1Perangkat apa saja yang telah memperoleh port SteamOS ARM?
Port telah berjalan pada AYN Odin 2, Konkr Pocket Fit G3, dan AYANEO Pocket S2. Proyek lain bernama Holodor juga menyasar AYN Odin 3.
Q2Fitur SteamOS apa yang sudah berfungsi?
Port awal mendukung Game Mode resmi Valve dan desktop KDE Plasma.
Q3Mengapa kernel SteamOS perlu diganti?
Kernel resmi Valve dibuat untuk melakukan boot pada perangkat keras Steam Frame. Pengembang kemudian menggunakan kernel dan device tree dari Rocknix agar port dapat berjalan pada handheld Snapdragon.
Q4Apakah port ini sudah stabil untuk penggunaan harian?
Belum dapat dianggap stabil. Proyek baru berusia beberapa hari, pengujian masih terbatas, dan device tree AYANEO Pocket S2 serta AYN Thor masih ditandai belum diuji.
R
MINI PC & SFF COMPUTING SPECIALIST

Rian Pradana

Pemerhati sistem komputer kompak (Small Form Factor) dan performa hardware. Berfokus pada arsitektur prosesor x86/ARM hemat daya, handheld PC, dan setup meja kerja ringkas.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH RIAN PRADANA →

TERKAIT