WhatsApp resmi meluncurkan fitur kontrol orang tua (parental controls) yang dirancang khusus untuk pengguna remaja berusia 13 hingga 17 tahun. Pembaruan ini memberikan wewenang kepada orang tua untuk membatasi interaksi grup, mengontrol visibilitas profil, serta memperketat batasan interaksi dengan kecerdasan buatan Meta AI.
Meskipun demikian, Meta menegaskan bahwa privasi percakapan tetap terjaga secara penuh. Seluruh pesan teks dan panggilan suara tetap dilindungi sistem enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption), sehingga orang tua maupun pihak WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan isi obrolan anak.
Batasan Pengaturan Grup, Status, dan Akses Meta AI
Fitur baru ini mewajibkan penggunaan PIN yang diatur oleh orang tua. Jika remaja ingin melonggarkan pengaturan visibilitas foto profil, pembaruan Status, atau pendaftaran grup, mereka wajib mendapatkan persetujuan orang tua melalui kode PIN tersebut.
Orang tua juga akan menerima notifikasi otomatis ketika anak mereka bergabung atau keluar dari sebuah grup. Sistem juga mengirimkan pemberitahuan saat grup yang diikuti remaja mencapai ambang batas 30, 100, hingga 250 anggota. Pengawasan serupa berlaku untuk fitur Channels dan Status.
Sektor AI turut mendapat perhatian khusus. Orang tua dapat memilih opsi standar untuk usia 13+ atau mengaktifkan mode yang lebih ketat bernama Limited Content. Mode ketat ini mematikan fungsi pemrosesan privat seperti obrolan incognito dan ringkasan pesan otomatis pada Meta AI.
Privasi Percakapan Tetap Terkunci Enkripsi
Konten pesan tetap bersifat rahasia. Meta memastikan bahwa penerapan kontrol orang tua tidak akan merusak arsitektur keamanan dasar aplikasi.
Orang tua hanya mengendalikan batas interaksi sosial, bukan mengintai isi percakapan harian. Untuk mengaktifkan fitur ini, baik orang tua (minimal berusia 18 tahun) maupun remaja harus menyetujui penautan akun secara bersama-sama. Persetujuan kedua pihak wajib ada.
Langkah ini diambil di tengah ketatnya regulasi terhadap platform digital. Peluncuran dilakukan secara bertahap untuk pengguna Android dan iPhone melalui pembaruan aplikasi versi terbaru.
Uji Coba Fitur Restricted Chat pada Versi Beta
Selain kontrol orang tua, WhatsApp tengah menguji fitur keamanan baru bernama Restricted Chat. Fitur yang sebelumnya dikenal sebagai Advanced Chat Privacy ini terpantau muncul pada pembaruan Android beta versi 2.26.39.11.
Dalam mode obrolan terbatas ini, media yang diterima tidak akan tersimpan secara otomatis ke galeri ponsel dan pesan tidak dapat diekspor. Pengguna juga tidak dapat memakai fitur Meta AI di dalam percakapan tersebut, serta obrolan hanya bisa diakses melalui perangkat ponsel utama.
Siapa yang Paling Diuntungkan oleh Fitur Baru Ini?
Kehadiran kontrol orang tua ini menjadi solusi tengah bagi keluarga yang menginginkan keamanan digital tanpa merampas ruang pribadi anak. Orang tua mendapatkan visibilitas terhadap lingkaran sosial remaja di ruang siber, sementara remaja tetap memiliki kebebasan berkomunikasi secara privat.
Pendekatan berbasis proteksi struktur interaksi ini terbukti lebih efektif dibanding pengawasan invasif. Integrasi batas akses Meta AI juga membantu mencegah paparan konten yang belum layak bagi remaja.