Pasar kamera aksi kedatangan pemain baru yang membawa spesifikasi sensor kelas kakap untuk menantang dominasi merek mapan. XTU secara resmi mengumumkan kehadiran XTU S7 Pro Max, sebuah kamera aksi 4K yang mengandalkan sensor berukuran 1/1.28 inci dengan resolusi 50 MP. Perangkat ini dirancang khusus bagi para kreator konten dan pegiat aktivitas luar ruang yang menuntut kualitas visual tajam dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Kehadiran sensor berukuran besar tersebut dipadukan dengan teknologi AI night vision untuk mengoptimalkan pengambilan gambar di tempat gelap. Dibanderol seharga Rp3,2 jutaan ($179.99), kamera aksi ini langsung menarik perhatian pencinta videografi petualangan berkat penawaran spesifikasi teknis yang agresif di kelasnya. XTU memasarkannya secara langsung melalui situs web resmi mereka dan segera menyusul di platform e-commerce.
Rancang Bangun dan Kemampuan Sensor RYYB
Pembeda utama XTU S7 Pro Max terletak pada penggunaan sensor RYYB berukuran 1/1.28 inci yang diklaim mampu menangkap cahaya lebih banyak dibanding sensor standar. Lensa sudut lebarnya memiliki bidang pandang seluas 158 derajat yang ideal untuk merekam lanskap luas. Kamera ini mendukung perekaman video 4K hingga 50 fps, resolusi 2.7K pada 50 fps, serta video 1080p hingga 60 fps.
Untuk kebutuhan fotografi kreatif, perangkat ini sanggup membidik foto beresolusi 50 MP dan membuat video selang waktu atau time-lapse beresolusi hingga 6K. Dukungan rentang dinamis hingga 14-stop melalui mode file X-Log memastikan detail pada area bayangan dan sorotan tetap terjaga dengan baik. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pra-perekaman hingga 50 detik untuk mengantisipasi momen penting yang sering kali terlewat.
Stabilisasi Tangguh dan Fitur Pintar Pendukung
Stabilitas rekaman menjadi aspek krusial dalam kamera aksi, dan XTU menjawabnya lewat teknologi Super Stabilization 5.0 Electronic Image Stabilization. Sistem ini dilengkapi koreksi cakrawala 360 derajat demi menjaga gambar tetap lurus dan bebas guncangan meskipun pengguna bergerak cepat. Perangkat ini juga cerdas dalam mendeteksi rotasi, sehingga mampu berpindah orientasi antara lanskap dan potret secara otomatis.
Pengoperasian perangkat didukung oleh dua layar, yakni layar sentuh depan berukuran 1,4 inci dan layar sentuh belakang 2,29 inci untuk mempermudah pengaturan bingkai. Pengguna bisa mengendalikan kamera lewat sentuhan layar atau menggunakan perintah suara. Penyimpanan rekaman mempercayakan kartu microSD dengan kapasitas maksimum hingga 512 GB.
Daya Tahan Baterai dan Aksesoris Pendukung
Urusan catu daya diserahkan kepada baterai berkapasitas 1.800 mAh. XTU mengklaim baterai ini sanggup bertahan hingga 200 menit untuk perekaman pada resolusi 1080p di 30 fps. Proses pengisian ulang daya tergolong cepat, di mana kapasitas baterai dapat terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 46 menit saja.
Kamera dengan dimensi bodi 70,4 kali 44,45 kali 28,98 milimeter dan berat 138 gram ini dilengkapi sistem pemasangan magnetik cepat untuk memudahkan penempelan pada sepeda atau objek lain. XTU juga menyediakan berbagai aksesoris opsional terpisah seperti casing tahan air hingga kedalaman 30 meter serta mikrofon nirkabel Bluetooth.