Humble Bundle menawarkan paket Gear and Glory Action RPGs berisi sembilan game ARPG yang dapat dimainkan di Steam Deck. Nilai gabungan game tersebut mencapai sekitar Rp3,3 jutaan ($187), sedangkan paket terlengkap dibanderol Rp212 ribuan ($12), atau sekitar Rp24 ribu per game. Bagi pemilik Steam Deck yang mencari koleksi baru tanpa membeli game satu per satu, paket ini menawarkan nilai yang cukup kuat.
Paket tersebut memakai tiga tingkat pembelian dan berlaku hingga 17 Oktober 2026. Tingkat pertama berisi tiga game dengan harga Rp106 ribuan ($6), tingkat kedua menambah dua game pada harga Rp159 ribuan ($9), sementara tingkat ketiga membuka seluruh sembilan judul. Harga promosi dapat berubah mengikuti kebijakan penjual.
Tiga tingkat pembelian menentukan nilai paket
Struktur Gear and Glory Action RPGs memberi ruang bagi pembeli untuk menyesuaikan pengeluaran dengan minatnya. Tingkat pertama cocok bagi pengguna yang ingin mencoba beberapa ARPG dengan biaya paling rendah, tetapi nilai per game paling menarik baru terlihat pada tingkat ketiga karena seluruh koleksi tersedia dengan harga Rp212 ribuan ($12).
Jika dibeli sebagai paket lengkap, rata-rata biaya tiap judul sekitar Rp24 ribu. Angka itu merupakan perhitungan dari harga paket, bukan harga individual resmi setiap game. Humble Bundle mencantumkan nilai gabungan koleksi sekitar Rp3,3 jutaan ($187), sehingga selisih terhadap harga promosi terlihat besar.
Namun, angka nilai gabungan bukan satu-satunya pertimbangan. Pengguna tetap perlu menilai gaya bermain, ulasan Steam, serta ketertarikan terhadap masing-masing judul sebelum membeli.
Isi tingkat pertama menonjolkan variasi permainan
Tingkat pertama berisi Clash - Artifacts of Chaos, Achilles - Legends Untold, dan Into the Necrovale. Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda terhadap formula ARPG.
Clash - Artifacts of Chaos membawa pemain ke dunia Zenozoik, melawan makhluk aneh melalui pertarungan jarak dekat. Game ini memiliki sekitar 1.700 ulasan Steam dengan 89 persen ulasan positif, serta biasanya dijual sekitar Rp53 ribuan ($2.99).
Achilles - Legends Untold mengambil inspirasi dari mitologi Yunani. Pemain mengikuti Achilles saat menghadapi makhluk mitologis, menjelajahi wilayah kuno, dan mengembangkan kemampuan bertarung. Judul ini memiliki lebih dari 3.700 ulasan Steam dengan 77 persen ulasan positif, sementara harga yang dicantumkan sumber mencapai sekitar Rp181 ribuan ($10.20).
Into the Necrovale melengkapi tingkat pertama dengan format action roguelike RPG. Pemain melawan penghuni buangan, mengumpulkan loot, lalu menguji kombinasi perlengkapan untuk membangun karakter. Game ini bernilai sekitar Rp265 ribuan ($14.99) dan mencatat lebih dari 600 ulasan Steam, dengan 85 persen bernada positif.
Tingkat kedua dan ketiga memperluas pilihan ARPG
Dengan membayar tingkat kedua, pembeli memperoleh Tower of Babel - Survivors of Chaos dan Sands of Aura. Tower of Babel menggabungkan pertarungan hack-and-slash dengan gelombang musuh tanpa akhir. Game ini memiliki lebih dari 6.400 ulasan Steam, tetapi persentase positifnya berada di 68 persen, sehingga calon pembeli sebaiknya membaca ulasan terbaru sebelum mengandalkannya sebagai alasan utama membeli paket.
Sands of Aura menawarkan dunia fantasi gelap yang tertutup lautan pasir. Eksplorasi, pertarungan melawan monster, pengumpulan perlengkapan, dan pencarian rahasia peradaban yang sekarat menjadi elemen utamanya.
Tingkat ketiga menambahkan empat judul: Wayfinder, Coridden, Tower of Kalemonvo, dan Ghostlore. Wayfinder mengajak pemain menjelajahi Evenor, mengumpulkan sumber daya, membuat perlengkapan, dan menyesuaikan karakter dengan senjata serta kemampuan berbeda. Game ini memiliki sekitar 27.000 ulasan Steam, dengan 60 persen ulasan positif, dan sedang dijual sekitar Rp53 ribuan ($2.99).
Coridden memiliki mekanik perubahan bentuk antara manusia dan binatang, lengkap dengan kemampuan berbeda untuk menjelajah serta bertarung. Judul ini mencatat sedikit lebih dari 500 ulasan Steam dengan 89 persen ulasan positif dan sedang dijual sekitar Rp195 ribuan ($10.99).
Tower of Kalemonvo dirilis pada 2025 sebagai RPG pemain tunggal dengan grafis retro dan mekanik bergaya klasik. Game ini sedang dijual sekitar Rp186 ribuan ($10.49), serta memperoleh sekitar 500 ulasan Steam dengan 83 persen ulasan positif.
Ghostlore menjadi judul paling khas dari sisi tema karena mengambil inspirasi dari cerita rakyat Asia Tenggara. Pemain melawan makhluk supernatural, mengumpulkan loot, dan menyesuaikan karakter dengan kemampuan serta perlengkapan. Game ini bernilai sekitar Rp354 ribuan ($19.99) dan memiliki 81 persen ulasan positif dari sekitar 800 ulasan Steam.
Menakar kelayakan Gear and Glory untuk pemilik Steam Deck
Gear and Glory Action RPGs paling menarik bagi pemain yang menyukai eksplorasi, pertarungan jarak dekat, pengembangan karakter, serta pengumpulan perlengkapan. Sembilan judulnya juga disebut dapat dimainkan di Steam Deck, meski sumber tidak menjelaskan rincian pengaturan grafis, konsumsi baterai, kestabilan bingkai, atau dukungan kendali pada tiap game.
Catatan itu penting. Label dapat dimainkan belum otomatis berarti semua judul memberikan pengalaman yang sama pada perangkat genggam, sehingga pembeli tetap perlu memeriksa ulasan komunitas sebelum memasang game yang paling berat atau paling baru.
Kelebihan utama:
• Sembilan ARPG dalam satu paket dengan harga sekitar Rp24 ribu per game.
• Genre dan tema bervariasi, dari mitologi Yunani hingga cerita rakyat Asia Tenggara.
• Seluruh koleksi disebut dapat dimainkan di Steam Deck.
Catatan sebelum membeli:
• Persentase ulasan Steam berbeda jauh antarjudul, terutama Wayfinder dan Tower of Babel.
• Sumber tidak menjelaskan performa teknis tiap game di Steam Deck.
• Promo berakhir pada 17 Oktober 2026 dan harga dapat berubah.
Dengan harga Rp212 ribuan ($12), tingkat ketiga menjadi pilihan paling efisien bagi pengguna yang tertarik pada beberapa judul sekaligus. Tingkat pertama lebih aman untuk pembeli yang hanya mengincar tiga game awal, sedangkan tingkat kedua berada di posisi tengah. Nilai paket lengkap cukup kuat, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada kecocokan genre dan toleransi terhadap perbedaan kualitas antarjudul.