iQOO Gaming Headset resmi meluncur sebagai headset nirkabel over-ear untuk PC desktop, PS5, Steam Deck, Nintendo Switch 2, smartphone, dan perangkat gaming lain. Produk ini mengandalkan driver 40 mm, dukungan LDAC, ANC adaptif, koneksi 2,4 GHz dengan latensi 47 milidetik, serta baterai hingga 150 jam untuk pemutaran musik tanpa ANC dan pencahayaan.
Dibanderol sekitar Rp1,9 jutaan (¥699), headset ini mencoba mempertemukan kebutuhan gaming dan hiburan harian dalam satu perangkat. Bobotnya tercatat 251 gram, sementara bantalan telinga berbahan kain bernapas dan desain headband menggantung dirancang untuk membantu sirkulasi udara saat sesi panjang.
Rancang Bangun Ringan untuk Sesi Panjang
Bobot 251 gram menempatkan iQOO Gaming Headset sebagai perangkat nirkabel yang relatif ringan untuk kelas headset gaming over-ear. Angka ini penting bagi pengguna yang bermain berjam-jam, karena tekanan di kepala dan leher biasanya terasa setelah sesi panjang. Namun, sumber belum merilis rincian teknis lengkap mengenai ukuran bantalan, rentang penyesuaian headband, atau tekanan jepit ke kepala.
iQOO memilih kain bernapas untuk earcup, bukan material kulit sintetis yang umum dipakai pada headset gaming. Pilihan ini berpotensi membantu mengurangi rasa panas, terutama saat digunakan di ruangan tanpa pendingin. Headband menggantung juga dirancang untuk membantu pelepasan panas sekaligus mengikuti bentuk kepala.
Desainnya tetap membawa ambient lighting pada kedua earcup. Efek pencahayaan mencakup mode statis dan bernapas, serta dapat tersinkronisasi secara dinamis dengan ponsel iQOO yang kompatibel. Fitur ini lebih bersifat visual daripada fungsional, tetapi memperkuat identitas headset dalam ekosistem gaming iQOO.
Empat Pilihan Koneksi dan Latensi 47 Milidetik
Konektivitas menjadi salah satu nilai utama produk ini. iQOO menyediakan Bluetooth 5.4, koneksi kabel standar, serta koneksi nirkabel 2,4 GHz melalui dongle berlatensi rendah. Dongle tersebut memiliki konektor USB-C dan USB-A, sehingga pengguna dapat berpindah dari PC ke PS5 atau konsol genggam tanpa harus menyiapkan adaptor tambahan.
Headset ini dapat terhubung secara bersamaan dengan maksimal tiga perangkat. Kemampuan tersebut berguna bagi pengguna yang berpindah antara laptop, smartphone, dan konsol sepanjang hari. Klaim latensinya mencapai 47 milidetik dari ujung ke ujung, sebuah angka yang ditujukan untuk menjaga respons suara tetap dekat dengan aksi di layar.
Dukungan lintas platformnya cukup luas, tetapi Xbox tidak termasuk dalam daftar kompatibilitas. Catatan ini penting bagi pemilik beberapa konsol. Sebelum membeli, pengguna Xbox perlu memastikan jalur koneksi yang tersedia sesuai kebutuhan, karena sumber tidak menjelaskan dukungan khusus untuk konsol tersebut.
Untuk codec audio, judul peluncuran menyebut dukungan LDAC. Sementara itu, pemrosesan suara ditangani chip BES2710Y-8X. Perpaduan ini membuat headset tidak hanya diarahkan untuk game, tetapi juga pemutaran musik melalui perangkat yang mendukung LDAC.
THX Spatial Audio+ dan Mikrofon Lepas-Pasang
Pemrosesan audio spasial bergantung pada platform. Pada Windows, iQOO bekerja sama dengan THX untuk menghadirkan THX Spatial Audio+ melalui perangkat lunak desktop. Sistem ini mensimulasikan tata suara 7.1.4, sehingga posisi suara dalam game dapat terasa lebih terarah melalui pemrosesan virtual.
Pada perangkat mobile, headset memakai sistem audio spasial milik iQOO. Perbedaan implementasi ini menunjukkan bahwa pengalaman suara tidak sepenuhnya seragam di setiap perangkat. Pengguna PC Windows akan mendapatkan fitur spasial paling spesifik, sedangkan pengguna smartphone mengandalkan sistem milik iQOO.
Headset juga membawa active noise cancellation adaptif dan mode transparansi. ANC membantu mengurangi suara sekitar saat bermain atau mendengarkan musik, sedangkan mode transparansi membuat pengguna tetap dapat mendengar lingkungan tanpa melepas headset.
Untuk komunikasi, tersedia mikrofon boom yang dapat dilepas. Ada pula susunan beberapa mikrofon internal untuk membantu menekan suara bising. Kombinasi mikrofon lepas-pasang dan array internal memberi fleksibilitas bagi pengguna yang sesekali bermain dalam tim, tetapi ingin memakai headset secara lebih ringkas saat bepergian.
Baterai hingga 150 Jam, tetapi Skenario Pemakaian Berbeda
Ketahanan baterai menjadi daya tarik paling besar iQOO Gaming Headset. iQOO mengklaim daya tahan hingga 150 jam untuk pemutaran musik dengan ANC dan pencahayaan dimatikan. Angka ini tidak berlaku untuk semua kondisi pemakaian.
Saat digunakan bermain dengan ANC aktif, daya tahan yang diklaim turun menjadi 68 jam. Perbedaan tersebut menunjukkan pengaruh fitur ANC dan beban penggunaan gaming terhadap konsumsi daya. Bagi pengguna yang bermain beberapa jam setiap hari, 68 jam tetap memberikan interval pengisian yang panjang.
Pengisian daya memakai USB-C dan membutuhkan sekitar dua setengah jam. Sumber tidak menyebut fitur pengisian cepat atau durasi pemakaian setelah pengisian singkat. Karena itu, pengguna sebaiknya menganggap angka 150 jam sebagai kondisi pemutaran musik paling hemat, bukan patokan untuk setiap sesi gaming.
Fitur Tambahan Bergantung pada Ekosistem iQOO
iQOO Gaming Headset tetap dapat digunakan dengan perangkat iOS dan Android standar melalui aplikasi Vivo Headphones. Namun, sejumlah fitur perangkat lunak hanya tersedia pada ponsel vivo atau iQOO yang kompatibel.
Pengguna dalam ekosistem tersebut memperoleh tampilan pop-up pemasangan bertema, fitur penerjemahan berbasis AI, dan pengelolaan beberapa perangkat yang lebih mendalam. Fitur ini memperkuat hubungan antara headset dan smartphone iQOO, tetapi nilainya akan lebih terbatas bagi pengguna yang memakai ponsel dari merek lain.
Headset hanya tersedia dalam satu pilihan warna, yakni Speed Black. Pihak produsen belum merilis informasi mengenai harga resmi Indonesia, tanggal penjualan di Tanah Air, atau pilihan warna tambahan.
Menimbang Posisi iQOO Gaming Headset
iQOO Gaming Headset menawarkan paket teknis yang padat untuk pengguna gaming multi-platform. Driver 40 mm, LDAC, chip BES2710Y-8X, ANC adaptif, mode transparansi, dan THX Spatial Audio+ membuatnya tidak berhenti sebagai headset khusus game. Baterai 150 jam juga memberi nilai praktis, meski angka 68 jam saat gaming dengan ANC aktif lebih relevan untuk pemakaian intensif.
Bobot 251 gram, kain earcup bernapas, serta headband menggantung menjadi dasar kenyamanan fisiknya. Namun, ukuran bantalan dan karakter tekanan di kepala belum dijelaskan. Pengguna dengan bentuk kepala tertentu tetap perlu memperhatikan aspek tersebut saat menentukan pilihan.
Headset ini paling cocok bagi pemain PC dan pemilik perangkat gaming yang membutuhkan satu audio gear untuk beberapa platform. Dukungan Xbox yang tidak tercantum menjadi catatan khusus. Pemilik ponsel iQOO atau vivo juga mendapatkan manfaat perangkat lunak paling lengkap, termasuk pengelolaan multi-perangkat dan fitur penerjemahan AI.
• Kelebihan utama: baterai panjang, empat metode koneksi, LDAC, ANC adaptif, dan THX Spatial Audio+ di Windows.
• Catatan penting: Xbox tidak tercantum sebagai platform kompatibel, sedangkan sejumlah fitur perangkat lunak bergantung pada ponsel iQOO atau vivo.
