JMGO memperluas seri Iris ke pasar global dengan dua proyektor yang menyasar gamer konsol dan pengguna bioskop rumah. Iris Ultra serta Iris Ultra Max menawarkan resolusi 4K, refresh rate 120Hz, sumber cahaya RGB triple-laser, Dolby Vision, dan dua port HDMI 2.1.
Daya tarik utamanya terletak pada upaya menghadirkan gerakan yang lebih halus di layar berukuran besar. Selama ini, proyektor sering dipilih untuk film, tetapi dukungan 120Hz, VRR, dan mode latensi rendah membuat seri Iris lebih relevan bagi pemilik konsol yang mengutamakan respons kontrol serta kelancaran adegan cepat.
4K 120Hz Menjadi Fokus Utama untuk Gaming
Kedua model memakai DMD berukuran 0,47 inci dan arsitektur pemrosesan dual-DLPC8545. JMGO juga menyematkan HyperPulse Actuator, mekanisme yang menurut perusahaan dapat bergeser 480 kali per detik untuk mempertahankan detail 4K saat proyektor menampilkan frame rate tinggi.
Angka tersebut belum otomatis menjamin pengalaman bermain yang sempurna. Pihak pengembang belum mengumumkan hasil uji resminya. Pengujian independen tetap diperlukan untuk menilai frame pacing, latensi input, kestabilan VRR, dan kualitas gambar saat sumber 4K 120Hz digunakan dalam sesi bermain panjang.
Keduanya mendukung variable refresh rate, auto low-latency mode, serta pemrosesan penghalus gerakan. Fitur-fitur ini punya manfaat berbeda. VRR membantu menyesuaikan refresh rate dengan keluaran perangkat, sedangkan mode latensi rendah bertujuan memangkas jeda antara input kontroler dan perubahan gambar di layar.
Bagi gamer konsol, dua port HDMI 2.1 menjadi nilai praktis. Pengguna dapat menghubungkan perangkat sumber dengan standar koneksi modern tanpa harus bergantung pada adaptor tambahan. Namun, kualitas akhir tetap dipengaruhi konsol, kabel, pengaturan sumber, dan layar proyeksi yang digunakan.
Ultra Max Lebih Terang, tetapi Harga Awalnya Jauh Lebih Tinggi
Perbedaan terbesar kedua model terlihat pada tingkat kecerahan dan kontras. Iris Ultra Max memiliki tingkat kecerahan 6.500 ISO lumen serta kontras native 10.000:1. Iris Ultra berada di bawahnya dengan 4.500 ISO lumen dan kontras native 7.000:1.
Kecerahan lebih tinggi akan membantu pengguna yang ingin memakai proyektor di ruangan dengan kendali cahaya yang tidak sepenuhnya ideal. Kontras lebih besar juga berpotensi memberi pemisahan lebih baik antara area gelap dan terang, terutama saat menonton film HDR atau memainkan game dengan banyak adegan malam.
Meski begitu, ukuran layar hingga 300 inci tidak serta-merta berarti gambar akan selalu optimal. Kedua model dapat menampilkan gambar mulai dari 40 hingga 300 inci, sehingga jarak proyeksi, kondisi ruangan, dan permukaan layar tetap menentukan hasil akhirnya. Layar besar paling efektif ketika penempatan proyektor dan pencahayaan ruangan mendukung.
JMGO menyebut kedua proyektor ini mencakup 110 persen gamut warna BT.2020 dengan akurasi Delta E 0,7 atau lebih rendah. HDR, Dolby Vision, MEMC, VRR, dan mode gaming juga tersedia, termasuk pemutaran Dolby Vision pada resolusi 4K 120Hz.
Klaim tersebut terlihat menjanjikan untuk pengguna yang ingin memakai satu perangkat untuk game dan film. Namun, angka cakupan warna serta Delta E perlu diverifikasi melalui pengukuran independen, sebab performa nyata dapat berubah setelah kalibrasi, pemilihan mode gambar, dan penggunaan sumber konten tertentu.
Penempatan Lebih Mudah, Fitur Hiburan Tetap Lengkap
Iris Ultra dan Iris Ultra Max sama-sama memiliki sistem dual-iris enam tingkat, koreksi keystone otomatis, serta fokus otomatis. JMGO turut memasang teknologi Anti-RBE pada tingkat perangkat keras untuk mengurangi efek pelangi yang dapat muncul pada proyeksi laser RGB.
Fitur otomatis ini membuat proses pemasangan lebih sederhana bagi pengguna yang tidak ingin mengatur gambar secara manual. Meski demikian, koreksi keystone dapat memengaruhi area gambar efektif, sehingga penempatan proyektor tetap sebaiknya dibuat sedekat mungkin dengan posisi tegak lurus terhadap layar.
Iris Ultra Max memiliki keunggulan tambahan berupa AI-assisted gimbal. Sistem ini dapat membantu mengatur posisi gambar dan menyesuaikan tampilan dengan layar secara otomatis. Iris Ultra tidak memperoleh fitur tersebut, sehingga pengguna model standar perlu mengandalkan mekanisme pengaturan yang tersedia.
Kedua proyektor menjalankan Google TV melalui Wi-Fi 6. Dukungan ini menempatkan aplikasi hiburan dan koneksi jaringan dalam satu perangkat, tanpa menyebutkan kebutuhan perangkat streaming eksternal untuk penggunaan dasar. Port HDMI 2.1 juga memperluas pilihan koneksi bagi konsol dan perangkat pemutar lain.
Ergonomi perangkat dalam konteks ini bukan soal grip tangan, melainkan kemudahan penempatan dan penyesuaian gambar. Karena ukuran proyeksi dapat berubah dari 40 hingga 300 inci, fleksibilitas otomatisasi akan lebih terasa bagi pengguna yang sering memindahkan perangkat dari ruang keluarga ke ruang bermain.
Harga Pre-order dan Jadwal Pengiriman
JMGO mencantumkan Iris Ultra Max dengan harga pre-order sekitar Rp53,1 jutaan ($2,999), turun dari harga ritel sekitar Rp61,9 jutaan ($3,499). Iris Ultra dibanderol sekitar Rp33,6 jutaan ($1,899), setelah turun dari harga ritel sekitar Rp42,5 jutaan ($2,399).
Kedua model sudah dapat dipesan melalui JMGO. Pengiriman Iris Ultra Max dijadwalkan mulai 19 Oktober 2026, sedangkan Iris Ultra menyusul pada 26 Oktober 2026.
Pembeli selama periode pre-order akan memperoleh aksesori tambahan berupa dudukan lantai atau dudukan plafon, kacamata 3D, serta kabel HDMI 8K. Paket tersebut dapat mengurangi kebutuhan pembelian aksesori terpisah, terutama bagi pengguna yang sejak awal sudah menyiapkan ruang khusus untuk bioskop rumah atau gaming layar besar.
Belum ada informasi mengenai harga resmi dan jadwal ketersediaan kedua model di Tanah Air. Karena itu, calon pembeli lokal perlu memperhitungkan garansi, ongkos pengiriman, pajak, serta dukungan purnajual sebelum mengambil keputusan.
Menimbang Nilai Iris untuk Ruang Gaming dan Bioskop Rumah
Iris Ultra Max paling cocok bagi pengguna yang membutuhkan kecerahan lebih tinggi, kontras lebih besar, dan penempatan gambar otomatis. Iris Ultra menawarkan fitur inti serupa, termasuk 4K 120Hz, Dolby Vision, VRR, dan HDMI 2.1, dengan harga pre-order global lebih rendah sekitar Rp19,5 jutaan dibandingkan harga awal Ultra Max.
Keduanya menarik bagi gamer yang ingin bermain di layar sangat besar tanpa meninggalkan dukungan frame rate tinggi. Namun, pembelian sebaiknya ditunda sampai pengujian independen mengonfirmasi latensi, kualitas frame pacing, akurasi warna, serta kemampuan mempertahankan 4K 120Hz secara konsisten.
Kelebihan seri ini jelas: spesifikasi koneksi modern, dukungan format gambar lengkap, dan pilihan otomatisasi yang cukup luas. Catatannya juga penting: klaim performa belum teruji secara independen, sementara harga globalnya menempatkan kedua proyektor pada kelas premium.
Rekomendasi awalnya tegas. Iris Ultra layak dipantau oleh gamer dan penggemar film yang mengutamakan fitur inti dengan biaya lebih rendah, sedangkan Iris Ultra Max lebih tepat bagi pengguna ruang besar yang benar-benar membutuhkan kecerahan tambahan dan penempatan otomatis. Nilai investasinya baru kuat setelah performa 4K 120Hz dan latensi gaming terbukti dalam pengujian nyata.