Lenovo meluncurkan konsol genggam terbaru bernama Lenovo Legion C700 pada akhir Agustus lalu secara eksklusif untuk pasar Tiongkok. Konsol ini dikembangkan lewat kemitraan dengan Tencent dan dirancang khusus untuk mengalirkan permainan dari layanan cloud gaming Tencent Start. Namun, sebuah pengujian mendalam yang dilakukan oleh YouTuber teknologi ETA Prime membeberkan fakta menarik di balik proses manufakturnya. Perangkat ini menyimpan rahasia menarik.
Terdapat jejak kuat yang mengindikasikan bahwa produsen konsol genggam ternama asal Tiongkok, Ayaneo, terlibat langsung dalam pengembangan maupun perakitan Lenovo Legion C700. Bukti tersebut ditemukan tidak hanya pada sistem perangkat lunak, melainkan juga menyentuh aspek desain fisik dan komponen kontroler yang digunakan.
Jejak Perangkat Lunak dan Server yang Tertangkap Kamera
Petunjuk pertama mengenai keterlibatan Ayaneo terlihat langsung pada antarmuka sistem pengoperasian Lenovo Legion C700. Saat mengakses menu performa perangkat, pengguna dapat menemukan fitur utilitas bernama FPS Thunder. Fitur berupa penampil data overlay ini berfungsi menyajikan informasi performa konsol secara real-time saat gim dijalankan. Nama serta fungsi utilitas ini identik dengan fitur yang ada pada deretan konsol buatan Ayaneo.
Bukti kedua terasa jauh lebih spesifik dan sulit dibantah karena melibatkan jalur distribusi data. Saat penguji mengunduh perangkat lunak Streamhost yang dibutuhkan untuk mengalirkan permainan berlatensi rendah dari komputer PC ke konsol genggam tersebut, baris perintah instalasi Command Prompt secara transparan menampilkan bahwa berkas data tersebut ditarik langsung dari alamat server milik Ayaneo. Temuan ini sangat mengejutkan.
Kemiripan Desain Fisik dan Layout Kontroler Ergonomis
Sektor perangkat keras juga serupa. Jika dicermati lebih dekat, estetika bodi Lenovo Legion C700 meminjam banyak elemen desain dari produk buatan Ayaneo, seperti Ayaneo Kun dan Ayaneo Next 2. Tata letak tombol aksi utama pada Lenovo Legion C700 mengadopsi pola yang hampir persis dengan konsol genggam Windows milik Ayaneo tersebut, meski Lenovo memutuskan tidak menyertakan touchpad melingkar.
Komponen D-pad tipe floating 8-way yang disematkan pada Lenovo Legion C700 juga tampak diambil langsung dari rancangan D-pad milik Ayaneo. Integrasi ini cukup rapi. Kombinasi antara firmware, jalur server, dan rancangan tombol fisik ini memperkuat dugaan bahwa Ayaneo berperan sebagai produsen original design manufacturer (ODM) untuk perangkat ini.
Menimbang Langkah Strategis Lenovo dan Ayaneo di Pasar Konsol Genggam
Lenovo sejatinya bukan pemain baru di ranah konsol genggam PC. Mereka telah memiliki lini mandiri seperti Lenovo Legion Go yang dijual di kisaran Rp12,3 jutaan ($695.16), serta lini penerusnya seperti Legion Go S dan Legion Go 2. Namun, strategi memproduksi konsol cloud berbasis kustomisasi khusus bersama Tencent tampaknya mendorong Lenovo untuk menggaet mitra spesialis.
Langkah Lenovo bermitra dengan pihak ketiga seperti Ayaneo dalam memproduksi perangkat ceruk seperti konsol streaming cloud Tencent ini tergolong strategi bisnis yang efisien, mengingat manufaktur khusus konsol genggam PC sudah memiliki infrastruktur riset dan fabrikasi yang matang untuk memangkas biaya produksi. Kolaborasi ini cukup beralasan.
Meskipun pihak Lenovo maupun Ayaneo diprediksi tidak akan memberikan konfirmasi terbuka mengenai kemitraan ODM ini, temuan fakta di lapangan memberikan perspektif menarik bagi para penggemar gawai gaming. Konsol genggam Lenovo Legion C700 menjadi bukti bagaimana efisiensi rantai pasok industri teknologi Tiongkok saling bertautan untuk melahirkan perangkat keras yang kompetitif.