Harga HP Samsung Awal 2026 Naik Serempak, Dari Galaxy A sampai S25 Ini Gambaran Pasarnya Sekarang

Harga HP Samsung di Indonesia naik memasuki 2026. Dari Galaxy A hingga S25, ini gambaran lengkap perubahan harga dan pertimbangannya.

Harga HP Samsung Awal 2026 Naik Serempak, Dari Galaxy A sampai S25 Ini Gambaran Pasarnya Sekarang
Harga HP Samsung Awal 2026 Naik Serempak, Dari Galaxy A sampai S25 Ini Gambaran Pasarnya Sekarang (Foto: Samsung)

Memasuki awal 2026, Samsung tidak memulai tahun dengan kejutan model baru, melainkan penyesuaian harga. Hampir seluruh lini smartphone mereka di Indonesia mengalami kenaikan, dari kelas entry Galaxy A hingga flagship Galaxy S25. Bagi calon pembeli, perubahan ini penting dicermati karena selisihnya sudah cukup terasa di dompet.

Kenaikan ini bukan kasus terisolasi. Tekanan biaya komponen global membuat harga ponsel kelas menengah dan atas semakin sulit dipertahankan seperti tahun lalu.

Kenaikan Terjadi di Hampir Semua Lini

Samsung melakukan penyesuaian harga secara relatif merata. Tidak ada satu seri yang benar benar luput, hanya besarannya yang berbeda.

Di kelas menengah, Galaxy A26 5G menjadi salah satu yang paling terasa lonjakannya. Varian 8GB 256GB kini dibanderol Rp4.399.000, naik Rp430.000 dari harga sebelumnya. Ini kenaikan yang cukup signifikan untuk segmen yang biasanya sensitif terhadap harga.

Galaxy A36 5G juga ikut naik, meski lebih moderat. Varian 8GB 256GB kini berada di Rp4.999.000, sementara varian 12GB 256GB menyentuh Rp5.499.000. Kenaikan di kisaran Rp150.000 sampai Rp200.000 mungkin terlihat kecil, tapi tetap memengaruhi persepsi value.

Galaxy A56 5G menjadi contoh kenaikan paling tipis. Kedua variannya masing masing naik Rp100.000, dengan harga terbaru Rp5.999.000 untuk 8GB 256GB dan Rp6.499.000 untuk 12GB 256GB.

Seri Entry Masih Dijaga

Di tengah kenaikan luas, Samsung tetap menjaga pintu masuk lewat seri Galaxy A07 dan A16. Galaxy A07 dibanderol Rp1.649.000 untuk 4GB 128GB dan Rp1.949.000 untuk 6GB 128GB. Galaxy A16 8GB 256GB berada di Rp2.599.000.

Harga ini menunjukkan Samsung masih ingin mempertahankan posisi di segmen pemula, meski margin jelas lebih ketat dibanding kelas menengah dan atas.

Flagship Ikut Naik, Terutama di Varian Besar

Di lini flagship, kenaikan terasa lebih jelas di varian penyimpanan besar. Galaxy S25 256GB kini dibanderol Rp13.999.000, naik Rp200.000.

Galaxy S25 Ultra menunjukkan koreksi paling terasa. Varian 256GB kini Rp20.999.000, naik Rp300.000, sementara varian 512GB melonjak ke Rp22.999.000 atau naik Rp500.000. Ini menguatkan tren bahwa kapasitas besar semakin mahal di tengah kenaikan harga memori global.

Galaxy S25 FE masih menjadi opsi flagship paling terjangkau, dengan harga Rp9.999.000 untuk 256GB dan Rp10.999.000 untuk 512GB.

Kenapa Harga Naik Sekarang

Kenaikan ini tidak datang tiba tiba. Biaya komponen, terutama memori, terus meningkat sejak 2025 dan diproyeksikan berlanjut hingga pertengahan 2026. Untuk ponsel kelas menengah dan flagship, kenaikan biaya produksi sudah berada di kisaran dua digit persen.

Dalam konteks ini, penyesuaian harga Samsung terasa lebih sebagai respons pasar ketimbang strategi agresif. Produsen berada di posisi sulit antara menahan harga atau mengorbankan margin.

Masih Layak Dibeli atau Perlu Menunggu

Dengan harga baru ini, pertanyaan paling wajar adalah apakah masih layak membeli sekarang.

Untuk pengguna yang butuh ponsel dalam waktu dekat, kenaikan ini relatif masih bisa diterima, terutama di kelas entry dan mid range bawah. Namun di segmen menengah atas dan flagship, selisih harga mulai membuka ruang untuk mempertimbangkan alternatif merek lain atau menunggu promo besar.

Awal 2026 memberi sinyal jelas bahwa harga ponsel tidak akan kembali murah seperti beberapa tahun lalu. Bagi konsumen, memahami arah pasar menjadi sama pentingnya dengan memilih spesifikasi. Membeli di waktu yang tepat, dengan ekspektasi yang realistis, kini jadi bagian dari keputusan teknologi yang matang.