Snapdragon X2 Elite diuji: Seberapa dekat dengan performa Apple M5?
hasil benchmark Snapdragon X2 Elite vs Apple M5 menunjukkan X2 Elite unggul di multi-core tapi M5 masih lebih baik di single-core, dengan catatan pra-produksi.
hasil benchmark Snapdragon X2 Elite vs Apple M5 menunjukkan bahwa chip Qualcomm kini mendekat pada gap performa, terutama pada pengujian multi-core.
Hasil pengujian singkat dan konteksnya
Pengujian dilakukan pada sebuah unit Asus Zenbook pra-produksi yang ditenagai oleh Snapdragon X2 Elite dan dijalankan oleh sebuah kanal YouTube teknologi.
Perangkat masih memakai firmware dan driver awal, sehingga hasil ini sebaiknya dipandang sebagai snapshot kemampuan chip dalam kondisi belum final.

Performa: unggul di multi-core, kalah di single-core
Pada beberapa pengujian produktivitas dan rendering, X2 Elite tampil kuat dan mengungguli Apple M5 di tiga dari lima tes yang dijalankan.
Contoh nyata terlihat pada beban kerja Blender dan HandBrake, di mana X2 Elite menyelesaikan tugas lebih cepat dari M5 dalam kondisi pengujian tersebut.
Namun M5 masih unggul ketika fokus pada single-core. Dalam uji Cinebench 2024 single-core, M5 mencatat skor 200, sementara X2 Elite mencapai 146, sehingga M5 sekitar 37 persen lebih cepat di skenario itu.
Di sisi multi-core, keadaan berbalik; X2 Elite mencatat skor 1.432 berbanding M5 yang 1.153, menunjukkan keunggulan nyata pada beban kerja yang memanfaatkan banyak inti.

Apa artinya bagi pengguna sehari-hari?
Untuk penggunaan harian yang melibatkan banyak tugas berat—rendering, konversi video, dan pekerjaan produktivitas paralel—X2 Elite berpotensi menawarkan respons lebih baik pada konfigurasi yang sama atau mendekati.
Sementara itu, untuk tugas yang bergantung pada kecepatan inti tunggal seperti beberapa aplikasi produktivitas ringan atau kompatibilitas perangkat lunak lawas, M5 masih memberi pengalaman yang lebih responsif.
Penting dicatat bahwa pengujian dilakukan pada batas daya 31W untuk X2 Elite, sedikit lebih tinggi dari 26W yang digunakan untuk membandingkan M5, sehingga perbedaan konsumsi daya dan termal menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Baterai dan efisiensi: masih belum jelas
Belum ada hasil uji daya baterai yang dibagikan dari pengujian awal ini, jadi klaim efisiensi resmi X2 Elite terhadap pendahulunya masih perlu diverifikasi pada unit ritel akhir.
Produsen mengklaim peningkatan efisiensi hingga 43 persen dibanding generasi sebelumnya, tetapi sejauh ini belum ada data nyata dalam kondisi penggunaan harian yang bisa dijadikan acuan.

Kesimpulan sementara
Snapshot benchmark ini menunjukkan langkah maju bagi Snapdragon X2 Elite, terutama pada skenario multi-core yang semakin relevan untuk tugas produktif modern.
Tetapi karena pengujian dilakukan pada perangkat pra-produksi dengan perangkat lunak belum final, hasil akhir pada laptop ritel bisa berubah setelah firmware, driver, dan optimisasi produsen disempurnakan.
Bagi pembaca yang sedang riset sebelum membeli laptop berbasis arsitektur ARM, hasil ini layak dicatat sebagai sinyal positif, namun sebaiknya menunggu pengujian resmi pada unit ritel untuk gambaran performa dan daya tahan baterai yang lebih akurat.
