M7 Mini‑LED: TV 4K Terjangkau dengan AI Upscaler dan Mode Game

Hisense M7 Mini-LED TV hadir sebagai opsi 4K mini-LED terjangkau; model 50/55/65 inci bawa HDR, upscaler AI, Game Mode, dan Google TV untuk rumah.

M7 Mini‑LED: TV 4K Terjangkau dengan AI Upscaler dan Mode Game (Photo: Hisense, Google TV)
M7 Mini‑LED: TV 4K Terjangkau dengan AI Upscaler dan Mode Game (Photo: Hisense, Google TV)

Seri M7 Mini-LED hadir sebagai pilihan TV 4K yang menonjolkan panel mini-LED untuk kontras lebih tajam tanpa banderol mahal. Rangkaian ini tersedia dalam ukuran 50, 55, dan 65 inci, dengan dua ukuran terkecil sudah dijual di retailer luar negeri dengan harga masing-masing $278 dan $298 — sekitar Rp 4,17 juta dan Rp 4,47 juta.

Apa yang dibawa layar dan kualitas gambar

Layar menawarkan resolusi 4K UHD 3.840 × 2.160 piksel pada panel 60Hz. Keunggulan utama adalah penggunaan Mini-LED pada backlight, yang memungkinkan kontrol local dimming lebih rapat sehingga hitam terasa lebih dalam dan highlight lebih terang dibandingkan LED konvensional.

Teknologi warna diberi fokus melalui label Hi-QLED Color, yang bertujuan menjaga akurasi warna sekaligus mempertahankan visibilitas saat ruang tamu terang. Format HDR yang didukung meliputi Dolby Vision, HDR10+, dan HLG, sehingga konten streaming HDR mendapat rentang dinamis yang lebih baik.

Hisense M7 Mini-LED TV tampak depan dengan layar 4K (Photo: Hisense, Google TV)
Hisense M7 Mini-LED TV tampak depan dengan layar 4K (Photo: Hisense, Google TV)

Prosesor gambar dan fitur AI

Salah satu fitur penting adalah AI-powered 4K upscaler. Sistem ini menganalisis tekstur dan tepi pada konten beresolusi lebih rendah untuk merekonstruksi detail sehingga tampak lebih tajam di layar 4K. Untuk adegan cepat, ada pula AI Smooth Motion yang mengurangi blur pada langkah gerak cepat—berguna untuk pertandingan olahraga dan film aksi.

Panel M7 Mini-LED menunjukkan local dimming dan kecerahan tinggi (Photo: Hisense, Google TV)
Panel M7 Mini-LED menunjukkan local dimming dan kecerahan tinggi (Photo: Hisense, Google TV)

Fitur untuk gaming

Walau panel dasar beroperasi pada 60Hz, model ini menyertakan sejumlah fitur yang relevan untuk pemain kasual:

  • Game Mode Plus yang mengutamakan respons input.
  • Variable Refresh Rate untuk mengurangi tearing.
  • Auto Low Latency Mode yang menurunkan input lag saat konsol terhubung.
  • Sebuah Game Bar bawaan memudahkan pengaturan performa secara real time.

Platform, aplikasi, dan konektivitas

Antarmuka sistem menyediakan akses ke layanan streaming populer sehingga pengguna tidak perlu perangkat tambahan untuk menikmati Netflix, YouTube, atau Disney+. Kontrol suara terintegrasi mendukung pencarian handsfree, sementara fitur cast memudahkan menampilkan layar ponsel atau tablet.

Konektivitas fisik cukup lengkap: empat port HDMI 2.0, USB 2.0 Type-A, Ethernet, output audio optical, input kabel/antenna, serta jack AV 3,5 mm. Konektivitas nirkabel meliputi Wi-Fi dan Bluetooth untuk akses periferal seperti soundbar atau controller nirkabel.

Siapa yang cocok membeli?

Model ini relevan untuk pengguna yang ingin naik kelas ke panel mini-LED tanpa mengeluarkan anggaran setara TV flagship. Kualitas gambar meningkat pada konten HDR, sementara fitur gaming dan upscaler AI membuatnya layak untuk ruang keluarga yang multifungsi antara nonton dan bermain.

Catatan soal harga dan ketersediaan

Harga awal yang tercatat untuk model 50 inci dan 55 inci berada pada level entry untuk TV mini-LED, yakni $278 dan $298. Jika dikonversi, angka tersebut berada di kisaran sekitar Rp 4,17 juta sampai Rp 4,47 juta, membuatnya opsi menarik bagi yang memburu fitur premium dengan biaya lebih moderat.

Perangkat ini menunjukkan tren menurunnya ambang masuk teknologi mini-LED ke segmen lebih luas: peningkatan kontras dan dukungan format HDR kini bisa diakses tanpa mengorbankan seluruh anggaran living room. Untuk pilihan ukuran yang lebih besar dan kebutuhan fitur tertentu, pertimbangkan perbandingan teknis panel dan port sebelum membeli.