Vivo Siapkan Kamera Vlog 2026 yang Menantang DJI Osmo Pocket

kamera vlog Vivo 2026 dikabarkan siap hadir sebagai kamera pocket kompak dengan fokus stabilisasi tinggi untuk kreator konten mobile.

Vivo Siapkan Kamera Vlog 2026 yang Menantang DJI Osmo Pocket (Photo: Vivo, DJI)
Vivo Siapkan Kamera Vlog 2026 yang Menantang DJI Osmo Pocket (Photo: Vivo, DJI)

Vivo dikabarkan tengah mengembangkan kamera vlog yang ditargetkan meluncur pada 2026. Proyek ini disebut berfokus pada perangkat pocket kompak dengan stabilisasi tinggi, diarahkan untuk kreator konten yang butuh perangkat ringkas dan andal.

Apa yang sudah diketahui tentang proyek ini

Pada tahap pengembangan internal, kabar menyebut pekerjaan dimulai akhir 2025 dan tim khusus hampir 100 orang telah dibentuk. Tim ini fokus pada hardware, sistem stabilisasi, dan integrasi software agar penggunaan lebih mudah bagi pemula maupun profesional.

Detail spesifikasi resmi belum diumumkan. Sumber yang beredar hanya menyebut konsep umum: kamera kecil, stabilisasi mutakhir, dan pengalaman pakai yang lebih sederhana dibandingkan setup action cam atau rig smartphone.

Kenapa Vivo masuk ke segmen kamera vlog?

Lonjakan permintaan konten pendek di platform sosial membuat kebutuhan perangkat yang praktis tetapi mampu menghasilkan video halus semakin besar. Perangkat pocket bergimbal selama ini populer karena menggabungkan ukuran kecil dan stabilisasi yang baik; langkah Vivo dipandang sebagai upaya menawarkan alternatif dengan pendekatan yang berfokus pada kemudahan penggunaan.

Pengalaman Vivo dalam pengembangan stabilisasi video pada smartphone—termasuk eksperimen micro-gimbal dan algoritma berbasis kecerdasan buatan—diperkirakan menjadi modal utama. Adaptasi teknologi tersebut ke perangkat handheld dapat membantu menghadirkan hasil rekaman yang mulus tanpa proses setup yang rumit.

Bagaimana dampaknya bagi kreator dan pasar

Jika benar dirilis, perangkat ini akan menambah pilihan bagi kreator yang mengutamakan mobilitas. Ketersediaan alternatif terhadap produk pocket bergimbal saat ini memberi peluang bagi pengguna memilih berdasarkan preferensi ergonomi, kemudahan pengoperasian, dan integrasi dengan ekosistem perangkat lain.

Persaingan di segmen ini dapat mendorong inovasi pada stabilisasi dan antarmuka pengguna. Dengan lebih banyak opsi, kreator mendapat keuntungan praktis: akses ke perangkat yang sesuai gaya produksi—entah untuk vlogging jalanan, perekaman cepat di lapangan, atau pembuatan konten untuk format vertikal.

Tunggu konfirmasi resmi dan yang perlu diperhatikan

Hingga ada pengumuman produk, beberapa hal penting untuk diikuti adalah: spesifikasi sensor dan lensa, jenis stabilisasi (elektronik, mekanis, atau kombinasi), kemampuan perekaman resolusi dan frame rate, serta kemudahan pengeditan dan konektivitas ke smartphone. Klaim stabilisasi tinggi dan integrasi AI perlu diverifikasi lewat hands-on atau review independen setelah peluncuran.

Untuk pengguna Indonesia yang mencari perangkat vlogging mudah dibawa, penting menimbang faktor seperti ukuran, daya tahan baterai, aksesori pendukung, fitur perekaman vertikal, dan dukungan software untuk cepat mengunggah ke platform sosial. Perangkat pocket yang praktis seringkali lebih bernilai bila workflow perekaman-ke-posting dibuat sesingkat mungkin.

Intinya, langkah Vivo ini menandai ketertarikan produsen smartphone untuk memperluas jangkauan produk ke perangkat imaging mandiri. Jika realisasinya sesuai rencana, 2026 bisa menjadi tahun menarik buat kreator yang menunggu alternatif praktis selain produk yang sudah ada di pasar.