Kenapa Ponsel Lipat Menurun pada 2025 dan Prospeknya di 2026

kenapa ponsel lipat menurun pada 2025 dan prospeknya di 2026: penurunan pengiriman panel, lesunya penjualan, dan faktor yang bisa menghidupkan kembali minat konsumen.

Kenapa Ponsel Lipat Menurun pada 2025 dan Prospeknya di 2026 (Photo: Counterpoint Research, Samsung)
Kenapa Ponsel Lipat Menurun pada 2025 dan Prospeknya di 2026 (Photo: Counterpoint Research, Samsung)

Kenapa ponsel lipat menurun pada 2025 dan apa prospeknya di 2026? Data terakhir menunjukkan kategori ini mengalami perlambatan setelah beberapa tahun pertumbuhan cepat.

Penurunan yang terukur: apa datanya bilang

Data dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa pengiriman panel untuk layar lipat turun sekitar 4 persen pada 2025 setelah pertumbuhan yang datar pada 2024. Penurunan ini bukan sekadar angka produksi; ini mencerminkan permintaan yang melemah dari konsumen dan keputusan produsen untuk menahan rilis model baru.

Pergeseran tersebut membuat ponsel lipat tetap menjadi bagian kecil dari pasar ponsel secara keseluruhan. Diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen dari semua penjualan smartphone berasal dari perangkat lipat, yang berarti mayoritas pembeli masih memilih ponsel model datar.

Gambaran umum kenapa ponsel lipat menurun pada 2025 (Photo: Counterpoint Research, Samsung)
Gambaran umum kenapa ponsel lipat menurun pada 2025 (Photo: Counterpoint Research, Samsung)

Mengapa penjualan menurun

Salah satu alasan utama adalah keengganan konsumen terhadap harga dan kekhawatiran soal ketahanan. Harga ponsel lipat masih berada di atas rata-rata untuk kelas premium, sehingga adopsi massal berjalan lambat terutama di pasar pengguna yang lebih mementingkan nilai terhadap uang.

Selain itu, beberapa merek juga mengecilkan jumlah model lipat yang dirilis. Pilihan produk yang lebih sedikit berimbas pada berkurangnya eksposur dan variasi bagi calon pembeli, sehingga minat tidak tumbuh sebagaimana saat gelombang pertama inovasi hadir.

Grafik penjualan ponsel lipat 2025 dan tren penurunan (Photo: Counterpoint Research, Samsung)
Grafik penjualan ponsel lipat 2025 dan tren penurunan (Photo: Counterpoint Research, Samsung)

Ada juga pasar yang masih menunjukkan peluang

Meski keseluruhan tren melambat, beberapa pasar regional mencatat pertumbuhan kuat berkat penawaran merek lokal yang agresif dan model yang lebih terjangkau. Kondisi ini menunjukkan permintaan tetap ada, tetapi lebih terfragmentasi dan bergantung pada penetapan harga serta strategi distribusi.

Produsen yang bisa menekan biaya produksi dan menawarkan perangkat lipat dengan nilai lebih jelas — seperti daya tahan layar dan manfaat multi-tasking — berpeluang meraih segmen pembeli yang lebih luas.

Ilustrasi isu harga dan ketahanan ponsel lipat (Photo: Counterpoint Research, Samsung)
Ilustrasi isu harga dan ketahanan ponsel lipat (Photo: Counterpoint Research, Samsung)

Apa yang perlu berubah agar ponsel lipat masuk ke arus utama pada 2026

Ada beberapa titik tekan yang perlu dibenahi agar lipat bisa bergerak dari niche ke mainstream. Pertama, penurunan harga atau varian yang lebih terjangkau perlu hadir tanpa mengorbankan kualitas utama. Kedua, ketahanan harus terus ditingkatkan sehingga kekhawatiran soal masa pakai dan biaya perbaikan berkurang.

Ketiga, manfaat sehari-hari harus dibuat lebih jelas. Ponsel lipat perlu menonjol dalam produktivitas, multitasking, dan pengalaman menonton atau bermain, sehingga pengguna merasakan keuntungan nyata dibanding ponsel datar.

Peran perangkat besar dan ekosistem

Masuknya merek besar dengan penggemar ekosistem masing‑masing berpotensi menjadi katalis. Perangkat dari pemain besar dapat meningkatkan visibilitas kategori dan mendorong adopsi lewat integrasi aplikasi dan layanan yang lebih mulus. Namun, efek ini bergantung pada bagaimana merek tersebut menempatkan harga dan fitur dibanding kompetitor.

Jika peluncuran perangkat baru menghadirkan kombinasi performa, daya tahan, dan nilai harga yang menarik, 2026 berpeluang menjadi tahun pembalikan arah bagi ponsel lipat. Jika tidak, kategori ini berisiko tetap menjadi pilihan untuk pengguna tertentu saja.

Pada 2025 ponsel lipat mengalami penurunan nyata karena kombinasi harga tinggi, kekhawatiran ketahanan, dan penurunan jumlah model. Peluang kebangkitan di 2026 ada, namun tergantung pada kemampuan produsen menurunkan hambatan harga, memperbaiki daya tahan, dan menunjukkan manfaat harian yang jelas bagi pengguna ponsel berbasis layar besar.

Untuk pembaca yang mempertimbangkan ponsel lipat, fokus pada nilai penggunaan sehari‑hari dan jaminan purna jual adalah faktor yang paling relevan sebelum memutuskan membeli.