Mini PC Gmktec Evo-X5 Pro resmi diluncurkan untuk pengembangan AI lokal dan aplikasi perusahaan, membawa memori unified 192GB, prosesor Ryzen AI Max+ PRO 495, serta penyimpanan internal hingga 24TB. Harga awalnya sekitar Rp113,3 jutaan ($6,399), sehingga perangkat ini lebih ditujukan bagi pengembang, peneliti, dan pengguna enterprise daripada konsumen rumahan.
Konfigurasinya tergolong serius untuk sistem berukuran ringkas. Gmktec menyebut Evo-X5 Pro mampu menjalankan model bahasa besar dengan hingga 320 miliar parameter secara luring, bergantung pada perangkat lunak dan pengaturan kuantisasi yang digunakan. Penjualan dimulai pada 28 September, dengan pilihan memori 192GB dan SSD 2TB serta varian SSD 4TB.
Ryzen AI Max+ PRO 495 menjadi pusat kinerja
Jantung komputasi Evo-X5 Pro adalah AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 berbasis arsitektur Zen 5. Prosesor ini memiliki 16 inti dan 32 utas, dengan kecepatan peningkatan hingga 5,2GHz. Susunan tersebut memberi ruang kerja yang besar untuk beban pengembangan perangkat lunak, pemrosesan data, dan aplikasi perusahaan yang berjalan bersamaan.
Untuk grafis, Gmktec mengandalkan AMD Radeon 8065S terintegrasi dengan 40 unit komputasi. Karena menggunakan memori bersama, hingga 160GB dapat dialokasikan secara dinamis sebagai memori video. Kapasitas sebesar itu relevan untuk beban AI lokal yang memerlukan ruang memori besar, meski kinerja akhir tetap dipengaruhi perangkat lunak dan metode kuantisasi.
Bagian akselerasi AI ditangani AMD XDNA 2 NPU dengan performa hingga 55 TOPS. Angka ini menunjukkan kemampuan pemrosesan AI khusus pada tingkat perangkat keras, tetapi bukan jaminan bahwa setiap model akan berjalan pada kecepatan yang sama.
Memori unified 192GB dan ruang simpan 24TB
Memori unified 192GB LPDDR5X-8533 menjadi fitur paling menonjol pada Evo-X5 Pro. Berbeda dari konfigurasi PC biasa yang memisahkan memori sistem dan grafis, arsitektur ini memungkinkan komponen pemrosesan berbagi kapasitas memori yang sama. Dampaknya, alokasi untuk grafis dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
Gmktec menyediakan tiga slot M.2 2280 PCIe 4.0. Ketiganya mendukung kapasitas total hingga 24TB, memberikan ruang besar bagi dataset, model AI, arsip proyek, dan berkas perusahaan. Namun, sumber tidak merinci konfigurasi SSD bawaan pada kapasitas maksimum tersebut, sehingga pembeli perlu memperhatikan susunan penyimpanan yang ditawarkan.
Untuk konektivitas, perangkat ini memiliki dua port USB4 V2 berkecepatan 80Gbps dan dua port USB4 standar 40Gbps. Dua port LAN 10GbE juga tersedia untuk kebutuhan jaringan berkecepatan tinggi. Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 melengkapi pilihan koneksi nirkabelnya.
Rancangan termal untuk operasi berkelanjutan
Beban AI dan aplikasi perusahaan biasanya berjalan lama, bukan sekadar sesekali membuka aplikasi. Evo-X5 Pro memakai sistem pendingin berbasis vapor chamber dan tiga kipas untuk menjaga suhu saat bekerja terus-menerus. Sistem ini mendukung mode performa berkelanjutan hingga 120W.
Dukungan tersebut penting bagi pengembang atau peneliti yang menjalankan tugas pemrosesan dalam durasi panjang, tetapi sumber belum menyebutkan tingkat kebisingan, suhu kerja, maupun performa nyata dalam penggunaan berkelanjutan. Karena itu, kemampuan termalnya terlihat menjanjikan di atas kertas, sementara pengalaman akustik dan kestabilan performa masih perlu diuji langsung.
Fitur keamanan untuk lingkungan perusahaan
Gmktec melengkapi Evo-X5 Pro dengan chip keamanan dTPM 2.0, pembaca sidik jari, dan dukungan AMD DASH. AMD DASH memungkinkan pengelolaan jarak jauh di luar sistem operasi oleh administrator teknologi informasi, sebuah fitur yang lebih relevan bagi organisasi dengan banyak perangkat daripada pengguna individu.
Kombinasi tersebut memperjelas sasaran produknya. Evo-X5 Pro bukan sekadar Mini PC berukuran kecil, melainkan stasiun kerja ringkas untuk Pengembang AI dan aplikasi enterprise yang memerlukan pengelolaan perangkat serta keamanan tambahan.
Menimbang harga Evo-X5 Pro untuk AI lokal
Konfigurasi memori 192GB dan SSD 2TB dibanderol sekitar Rp120,3 jutaan ($6,799), sedangkan harga early bird berada di sekitar Rp113,3 jutaan ($6,399). Varian SSD 4TB ditawarkan sekitar Rp125,7 jutaan ($7,099). Penjualan dimulai 28 September, tetapi belum ada pengumuman resmi mengenai harga atau ketersediaannya di Indonesia.
Dengan harga tersebut, nilai utama Evo-X5 Pro terletak pada kapasitas memori unified, dukungan AI lokal, konektivitas 10GbE, dan kemampuan ekspansi penyimpanan. Perangkat ini cocok bagi pengembang, peneliti, dan tim perusahaan yang membutuhkan pemrosesan luring dengan kapasitas memori besar.
• Kelebihan utama: memori unified 192GB, dukungan model hingga 320 miliar parameter secara luring, tiga slot M.2, serta konektivitas USB4 dan 10GbE.
• Catatan penting: harga sangat tinggi, performa nyata bergantung pada perangkat lunak dan kuantisasi, sementara tingkat kebisingan serta suhu belum dijelaskan.
Evo-X5 Pro paling tepat dipandang sebagai sistem khusus untuk AI lokal dan kebutuhan enterprise. Konsumen umum kemungkinan tidak akan memanfaatkan kapasitas memorinya secara penuh, sedangkan organisasi dengan beban kerja AI dan kebutuhan pengelolaan jarak jauh mendapatkan alasan yang lebih kuat untuk mempertimbangkannya.