NEC Lavie kembali mencuri perhatian pasar komputasi portabel lewat peluncuran dua lini laptop 13 inci terbarunya, yakni Lavie S13 dan N13. Dirakit langsung di Jepang, kedua perangkat ini menyasar segmen produktivitas harian yang mengutamakan mobilitas tinggi serta efisiensi daya. Model S13 hadir sebagai varian yang lebih bertenaga dan ramping, sementara N13 diposisikan untuk kebutuhan kerja moderat dengan opsi prosesor yang lebih ramah daya.
Kehadiran duo laptop ini mempertegas komitmen NEC Lavie dalam meracik perangkat komputasi ringkas tanpa mengorbankan fungsionalitas esensial. Dengan bobot yang dijaga di kisaran satu kilogram, keduanya dirancang agar mudah dimasukkan ke dalam tas dan diandalkan sepanjang hari di berbagai lokasi kerja.
Performa dan Dapur Pacu Duo Lavie S13 dan N13
Dari sektor dapur pacu, Lavie N13 mengandalkan opsi prosesor Intel Core 7 350 dengan konfigurasi 6-core dan 6-thread yang terdiri dari 2 core performa serta 4 core efisiensi. Tersedia pula opsi varian Core 5 320 bagi pengguna yang memiliki kebutuhan komputasi standar. Kinerja prosesor ini dipadukan dengan pilihan RAM hingga 32 GB LPDDR5X untuk memastikan kelancaran multitasking dokumen perkantoran.
Sebaliknya, model Lavie S13 menawarkan performa yang jauh lebih tinggi berkat penggunaan opsi prosesor hingga Core Ultra 7. Berdasarkan pengujian sintetis, varian tertinggi S13 ini mencatat keunggulan performa yang signifikan dibanding lini N13, membuatnya sangat handal untuk menangani pekerjaan berat seperti pengolahan spreadsheet berukuran besar, multitasking intensif, hingga penyuntingan foto dan video kasual.
Desain Portabel dan Kapasitas Baterai
Urusan desain fisik, Lavie S13 tampil sangat tipis dengan ketebalan sasis hanya 12,9 mm dan bobot yang sangat ringan di angka 1.088 gram. Di dalam bodi ringkas tersebut, tertanam baterai berkapasitas 76,1 Wh serta dukungan NPU untuk fitur kecerdasan buatan pada varian Core Ultra 5 dan Core Ultra 7.
Sementara itu, Lavie N13 memiliki profil sedikit lebih tebal di angka 15 mm dengan bobot 1.177 gram serta kapasitas baterai 54 Wh. Kedua laptop ini sama-sama mengusung layar IPS berukuran 13,3 inci dengan resolusi 1920 x 1200 piksel, di mana model N13 turut menyediakan opsi dukungan sentuh pada layar.
Konektivitas Port I/O dan Ketersediaan Pasar
Perbedaan mencolok juga terlihat pada sektor konektivitas port yang disediakan. Lavie N13 dibekali susunan port yang sangat kaya meliputi dua port USB 3.2 Gen 2 Type-C, dua port USB 3.2 Gen 1 Type-A, port HDMI, jack audio 3.5 mm, slot kartu MicroSD, serta konektivitas nirkabel Wi-Fi 6E.
Di sisi lain, Lavie S13 mengusung pendekatan minimalis modern dengan hanya menyediakan tiga port USB 3.2 Gen 2 Type-C, jack audio 3.5 mm, serta dukungan teknologi nirkabel yang lebih mutakhir berupa Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Keduanya menyediakan media penyimpanan internal berbasis PCIe berkapasitas hingga 1 TB.
Soal harga dan ketersediaan, lini laptop buatan Jepang ini dibanderol mulai dari ¥279,840 atau setara dengan Rp32,2 jutaan untuk model dasar N13, dan mulai dari ¥299,860 atau sekitar Rp34,5 jutaan untuk model S13. Hingga kini, NEC memasarkan produk Lavie secara eksklusif di Jepang, sehingga peminat di luar negeri harus mengandalkan jalur impor jika ingin memilikinya.