Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal — detail spesifikasi dan teknologi

Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal, menurut rumor; modul lensa M4/3 100MP f/1.4 dan transfer data laser hingga 10Gbps.

Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal — detail spesifikasi dan teknologi (Photo: Gizmochina, Digital Chat Station)
Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal — detail spesifikasi dan teknologi (Photo: Gizmochina, Digital Chat Station)

Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal, menurut rumor yang mengindikasikan langkah awal pembuatan modul lensa magnetik yang sempat dipamerkan pada MWC 2025.

Sistem optik modular Xiaomi: spesifikasi inti dan manfaat

Desain inti modul ini mengandalkan sensor Micro Four Thirds (M4/3) dan kelompok lensa asferis yang diklaim menghasilkan resolusi penuh 100 megapiksel serta bidang pandang setara 35mm dan bukaan cerah f/1.4.

Bukaan f/1.4 menawarkan keunggulan di kondisi low-light, sedangkan panjang fokus setara 35mm lebih dekat pada perspektif mata manusia, sehingga cocok untuk potret dan street photography dengan bokeh yang lebih natural.

Modul yang dipasang secara magnetis ini disebut tidak memerlukan baterai terpisah dan bisa menempel langsung pada bodi ponsel, sehingga membawa potensi penggunaan sehari-hari yang praktis tanpa kabel atau pairing kompleks.

Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal, modul lensa M4/3 ditampilkan di acara peluncuran (Photo: Gizmochina, Digital Chat Station)
Lensa magnetik detachable Xiaomi mulai produksi massal, modul lensa M4/3 ditampilkan di acara peluncuran (Photo: Gizmochina, Digital Chat Station)

Relevansi untuk segmen pengguna

Untuk pengguna kasual, konfigurasi 35mm dan f/1.4 menghadirkan hasil foto yang mudah diterima secara visual tanpa membutuhkan pengaturan rumit.

Bagi pembuat konten atau fotografer yang menginginkan kualitas lebih, sensor M4/3 dengan resolusi 100MP menawarkan fleksibilitas cropping dan detail, sementara portabilitas modul magnetik memudahkan pembawaan dibanding beberapa setup kamera mirrorless tradisional.

Sistem optik modular Xiaomi yang mendukung 100MP dan apertur f/1.4 untuk fotografi low-light (Photo: Gizmochina, Digital Chat Station)
Sistem optik modular Xiaomi yang mendukung 100MP dan apertur f/1.4 untuk fotografi low-light (Photo: Gizmochina, Digital Chat Station)

Teknologi koneksi dan pemrosesan gambar

Salah satu aspek teknis yang ditonjolkan adalah transmisi data menggunakan laser berkecepatan hingga 10Gbps, memungkinkan transfer RAW lossless antara lensa dan ponsel.

Kecepatan transfer tersebut berperan penting untuk alur kerja foto beresolusi tinggi, karena memungkinkan file UltraRAW diproses di perangkat dengan latency rendah tanpa kehilangan data optik asli.

Selain jalur fisik, modul ini dirancang untuk memanfaatkan tumpukan pemrosesan fotografi komputasional Xiaomi (AISP) yang didukung model besar di perangkat. Kombinasi hardware optik dan pemrosesan AI diklaim membuka fitur seperti UltraRAW dan rentang dinamis hingga 16 stop.

Integrasi semacam ini berpotensi mengubah pengalaman fotografi seluler dengan mengeksploitasi kemampuan pemrosesan untuk meningkatkan detail, rentang dinamis, dan kualitas low-light tanpa menambah ukuran lensa secara signifikan.

Kondisi pasar dan langkah berikutnya

Demonstrasi konsep oleh Lei Jun saat peluncuran seri Xiaomi 15 menempatkan proyek ini sebagai penelitian internal yang kemudian menarik perhatian di kalangan industri smartphone dan kamera.

Informasi terbaru dari Digital Chat Station menyebutkan inisiasi produksi massal, namun tidak menyebutkan nama pemasok atau jadwal rilis pasti. Pernyataan tersebut hanya mengindikasikan kemungkinan kemunculan modul ini dalam tahun yang sama, dengan rincian waktu masih TBD.

Jika realisasi komersial sesuai dengan klaim spesifikasi dan kinerja pemrosesan, modul magnetik ini berpeluang menempati posisi unik antara kamera ponsel kelas atas dan sistem Micro Four Thirds tradisional, khususnya untuk pengguna yang mengutamakan portabilitas dan kemampuan computational photography.

Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada konfirmasi produsen, ketersediaan aksesori, serta bagaimana vendor mengintegrasikan modul tersebut ke dalam lini produk ponsel secara luas.

Informasi ini berasal dari laporan publikasi Gizmochina yang mengutip pernyataan Digital Chat Station dan tautan sumber yang tersedia di Weibo.