Literasi Digital dan AI untuk Masyarakat: Pelajaran dari Seminar Relawan TIK Jawa Barat
Literasi digital dan AI untuk masyarakat jadi fokus seminar di Cirebon; pembahasan mencakup peran mahasiswa, pemetaan stunting, dan etika penggunaan teknologi.
Literasi digital dan AI untuk masyarakat jadi fokus seminar besar yang digelar Relawan TIK Jawa Barat di Universitas Muhammadiyah Cirebon awal Februari 2026. Acara ini mencoba menerjemahkan istilah teknologi yang rumit ke langkah praktis untuk warga dan mahasiswa.
Mengapa literasi digital kini penting
Pembicara menekankan bahwa memiliki ponsel canggih saja tidak otomatis membuat pengguna melek teknologi. Literasi digital berarti mampu membedakan informasi benar dan hoaks serta paham risiko keamanan data dalam penggunaan aplikasi sehari-hari.
Bagi pengguna yang mengandalkan ponsel sebagai sumber berita dan alat belajar, kemampuan menyaring konten menjadi keterampilan dasar. Tanpa itu, risiko menjadi korban penipuan atau penyalahgunaan data meningkat, terutama ketika konten dihasilkan atau dimodifikasi oleh teknologi AI.
AI dalam pelayanan publik dan etika penggunaan
Seminar memaparkan sisi produktif AI, termasuk potensi membantu penanganan masalah sosial seperti stunting. Dengan analisis data, teknologi dapat memetakan area prioritas sehingga intervensi kesehatan lebih cepat dan tepat sasaran.
Namun, penggunaan AI harus diimbangi tata kelola dan etika. Pemerintah daerah yang hadir juga menekankan bahwa penguasaan teknis harus disertai tanggung jawab—misalnya menjaga privasi data dan memastikan keputusan berbasis AI tidak menggantikan pertimbangan manusia yang berempati.
Peran mahasiswa dan langkah praktis
Mahasiswa disebut sebagai ujung tombak perubahan budaya internet. Peran ini bukan sekadar menyebarkan informasi, melainkan membangun kebiasaan digital sehat: memverifikasi sumber, memahami izin aplikasi, dan menggunakan internet untuk berkarya.
Dalam praktiknya, pendekatan yang dibahas meliputi sesi pelatihan sederhana, kolaborasi antar-lini (pemerintah, akademisi, media, hingga perusahaan telekomunikasi), serta mendorong peserta menjadi pengguna yang aktif dan kritis, bukan pasif.
Rangkaian dialog di acara ini juga menyoroti pentingnya program internet yang aman dan kreatif. Ide yang diangkat termasuk memanfaatkan kuota dan perangkat untuk pembelajaran dan produksi konten bernilai, serta meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi.
Apa yang bisa dibawa pulang oleh pembaca
Untuk pembaca yang ingin mulai bertindak, beberapa poin praktis yang muncul: periksa kredibilitas sumber berita, pelajari pengaturan privasi aplikasi, dan gunakan fitur verifikasi jika ragu terhadap informasi. Langkah-langkah kecil ini relevan untuk penggunaan mobile-first sehari-hari.
Seminar di Cirebon menunjukkan bahwa teknologi—termasuk AI—bukan sekadar alat masa depan, melainkan kenyataan yang sudah berada di tangan banyak orang. Tantangannya adalah menjembatani kemampuan teknis dengan etika dan tanggung jawab sosial agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Dengan inisiatif seperti ini, harapan yang diutarakan adalah masyarakat tidak lagi sibuk mengganti perangkat tanpa memperbarui pola pikir. Lebih penting untuk mengasah kemampuan kritis dan etika digital agar teknologi bekerja untuk kemajuan bersama.