XLSmart Prediksi Lonjakan Trafik Internet Saat Lebaran 1447 H, Puncak Diperkirakan 20 Maret 2026

Lonjakan trafik internet Lebaran 1447 H diprediksi naik 20–30% oleh XLSmart; puncak diperkirakan 20 Maret 2026 dengan monitoring jaringan 24/7.

XLSmart Prediksi Lonjakan Trafik Internet Saat Lebaran 1447 H, Puncak Diperkirakan 20 Maret 2026 (Photo: GadgetDIVA)
XLSmart Prediksi Lonjakan Trafik Internet Saat Lebaran 1447 H, Puncak Diperkirakan 20 Maret 2026 (Photo: GadgetDIVA)

Lonjakan trafik diperkirakan naik signifikan

Angka ini penting untuk dipahami oleh pengguna layanan mobile yang akan lebih sering menonton video, melakukan panggilan video, menggunakan peta, atau mengunggah konten selama masa mudik dan libur panjang.

Area yang diprediksi paling terdampak

Peta kenaikan trafik tidak merata. XLSmart mencatat Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing akan mengalami kenaikan sekitar 25,42 persen dan 25,23 persen, sementara DKI Jakarta diperkirakan naik 17,73 persen. Beberapa wilayah lain menunjukkan lonjakan lebih tajam, misalnya Sumatera 35,31 persen dan Sulawesi-Kalimantan 28,13 persen.

Perkiraan ini menunjukkan konsentrasi trafik yang tinggi di jalur-jalur utama perpindahan penduduk serta kawasan padat penduduk. Bagi pengguna, artinya pada jam-jam sibuk di rute-rute mudik, beban jaringan akan meningkat dan latensi atau kecepatan unduh fokus diuji pada titik-titik tersebut.

Peta wilayah dengan kenaikan trafik selama Ramadan, prediksi trafik selama Ramadan (Photo: GadgetDIVA)
Peta wilayah dengan kenaikan trafik selama Ramadan, prediksi trafik selama Ramadan (Photo: GadgetDIVA)

Langkah teknis untuk menjaga layanan tetap stabil

XLSmart menilai risiko gangguan atau congestion relatif kecil karena kapasitas jaringan yang mereka siapkan. Sebagai contoh, meski trafik Jawa Barat diprediksi naik 27 persen, tingkat congestion diperkirakan hanya sekitar 2,05 persen.

Strategi yang disiapkan meliputi pemantauan real-time terhadap lonjakan trafik dan penerapan langkah re-balancing untuk mendistribusikan beban. Re-balancing di sini berarti mengalihkan atau menyesuaikan kapasitas sehingga sumber daya jaringan digunakan lebih efisien saat ada lonjakan lokal.

Selain itu, tim pemeliharaan dan optimisasi disiagakan, sementara Network Operations Center beroperasi 24 jam sehari untuk memantau kondisi. Pusat monitoring di kantor pusat, yang mengawasi pengalaman pelanggan dan operasi layanan, juga aktif dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menjaga kelancaran layanan.

Tim NOC XLSmart memantau jaringan untuk strategi monitoring jaringan (Photo: GadgetDIVA)

Apa arti semua ini bagi pengguna sehari-hari

Untuk pengguna ponsel, prediksi lonjakan ini menandakan perlunya kesiapan secara kecil, misalnya mengantisipasi jeda singkat saat mengunggah atau menonton di titik-titik sibuk. Di sisi lain, mekanisme pemantauan dan re-balancing yang disebutkan operator bertujuan mengurangi dampak nyata bagi pengalaman pengguna sehari-hari.

Pengumuman tanggal puncak dan besaran lonjakan memberi sinyal kapan tekanan pada jaringan kemungkinan terbesar. Hari-hari sekitar puncak trafik biasanya menjadi momen ketika pemantauan ditingkatkan dan tim lapangan siap bergerak untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan.

Dengan perhatian ekstra pada kapasitas dan operasi 24/7, pengguna yang beraktivitas selama Ramadan dan periode mudik berpeluang merasakan layanan yang tetap fungsional meski ada lonjakan pengguna. Namun, beberapa titik padat tetap mungkin mengalami perlambatan sementara saat beban mencapai puncak, sehingga penyesuaian kecil dalam pemakaian bisa membantu pengalaman penggunaan tetap nyaman.

Ilustrasi puncak trafik 20 Maret 2026 dengan angka 47.664 TB (Photo: GadgetDIVA)
Ilustrasi puncak trafik 20 Maret 2026 dengan angka 47.664 TB (Photo: GadgetDIVA)

Grafik prediksi lonjakan trafik internet Lebaran 1447 H menurut XLSmart (Photo: GadgetDIVA)