MacBook Pro M5 Sudah Dijual di Indonesia, Apa Bedanya yang Benar Benar Terasa dari M4

MacBook Pro M5 resmi dijual di Indonesia dengan harga mulai Rp27 jutaan. Fokusnya kini ke performa AI, grafis, dan efisiensi kerja harian.

MacBook Pro M5 Sudah Dijual di Indonesia, Apa Bedanya yang Benar Benar Terasa dari M4
MacBook Pro M5 Sudah Dijual di Indonesia, Apa Bedanya yang Benar Benar Terasa dari M4 (Foto: Apple)

MacBook Pro M5 akhirnya resmi dijual di Indonesia. Menariknya, Apple tidak mengubah desain dan harga, tapi justru menggeser fokus ke satu hal yang kini makin relevan yaitu AI.

Di tengah tren kerja berbasis kecerdasan buatan dan komputasi lokal, MacBook Pro M5 hadir bukan untuk semua orang, tapi jelas untuk kebutuhan yang makin spesifik.

Harga Resmi yang Tidak Berubah Tapi Targetnya Naik

Apple menjual MacBook Pro 14 inci M5 di Indonesia dengan harga yang masih sejajar generasi sebelumnya.

Varian yang tersedia
16 GB RAM dan 512 GB penyimpanan di Rp27.999.000
16 GB RAM dan 1 TB penyimpanan di Rp31.499.000
24 GB RAM dan 1 TB penyimpanan di Rp34.499.000

Di atas kertas, harganya memang tidak murah. Tapi jika dilihat dari target pengguna, MacBook Pro M5 jelas tidak membidik pasar umum atau mahasiswa.

M5 Bukan Sekadar Lebih Kencang, Tapi Lebih Pintar

Peningkatan utama MacBook Pro M5 ada di chipnya. Apple menyematkan GPU generasi baru dengan Neural Accelerator di setiap core.

Dampaknya terasa di beban kerja AI. Proses inferensi, pemrosesan teks, hingga pembuatan gambar berbasis AI bisa berjalan jauh lebih cepat dibanding M4, dan terpaut sangat jauh dari M1.

Untuk pengguna yang mulai sering menjalankan model bahasa besar secara lokal, peningkatan ini bukan gimmick. Ini perubahan alur kerja.

Laptop untuk AI Harian, Bukan Sekadar Edit Video

Apple secara terang terangan memosisikan MacBook Pro M5 sebagai mesin kerja AI harian. Bukan hanya untuk developer, tapi juga kreator yang mulai bergantung pada AI untuk menulis, desain, dan riset.

Pemrosesan lokal membuat pekerjaan terasa lebih cepat dan lebih privat. Ditambah SSD yang diklaim lebih kencang, waktu tunggu untuk memuat model besar jadi jauh berkurang.

Ini bukan soal benchmark, tapi soal ritme kerja yang lebih lancar.

Layar dan Audio Masih Jadi Nilai Aman

Layar Liquid Retina XDR 14 inci tetap menjadi salah satu yang terbaik di kelas laptop. Tingkat kecerahan tinggi, dukungan HDR, dan opsi nano texture membuatnya cocok untuk kerja visual serius.

Sisi audio visual juga tidak berubah. Kamera 12 MP dengan Center Stage, mikrofon kualitas studio, dan sistem enam speaker masih berada di level atas untuk laptop kerja.

Tidak ada kejutan, tapi juga tidak ada penurunan kualitas.

Baterai yang Mendukung Mobilitas Serius

Daya tahan baterai hingga 24 jam membuat MacBook Pro M5 tetap relevan untuk kerja panjang tanpa colokan.

Fast charging yang bisa mengisi 50 persen dalam 30 menit juga terasa penting untuk pengguna profesional yang sering berpindah tempat. Ini laptop kerja, bukan desktop yang dipindahkan.

Kelebihan yang Paling Terasa

Performa AI jauh lebih cepat dan stabil
Harga tidak naik meski performa meningkat
Layar dan audio masih di level atas
Baterai awet untuk kerja seharian

Kekurangan yang Perlu Disadari

Desain nyaris tidak berubah
Harga tetap tinggi untuk pengguna umum
Manfaat terbesar baru terasa jika AI benar benar dipakai

Catatan Redaksi

MacBook Pro M5 bukan laptop yang mencoba menarik semua orang. Ia justru semakin fokus.

Jika pekerjaan Anda mulai bergeser ke AI lokal, model bahasa besar, atau workflow kreatif modern, MacBook Pro M5 terasa seperti investasi yang logis meski mahal. Tapi jika kebutuhan masih sebatas kerja kantor, kuliah, atau editing ringan, peningkatan M5 akan terasa berlebihan.

MacBook Pro M5 adalah laptop yang tepat sasaran, bukan laptop serba untuk semua. Dan di 2026, pendekatan seperti ini justru terasa lebih jujur.