Naskah Sumber Rusak: Mohon Unggah Ulang Agar Rewrite Bisa Dilanjutkan
naskah sumber rusak untuk rewrite, file tampak korup atau bukan teks. Unggah ulang artikel lengkap (judul, subjudul, gambar) agar proses penulisan ulang bisa dilanjutkan, sertakan harga bila ada untuk konversi ke rupiah.
File yang diterima tampak tidak terbaca: berisi karakter acak dan struktur data, bukan teks artikel yang bisa diedit. Untuk melanjutkan proses rewrite, naskah sumber perlu dikirim ulang dalam format yang dapat dibaca.
Mengapa file bisa terlihat rusak?
Beberapa penyebab umum: salinan dari file biner yang belum diekstrak, masalah encoding karakter, atau paste langsung dari dokumen terkompresi. Ini membuat editor tidak bisa mengekstrak informasi yang diperlukan.
Apa yang perlu dikirim ulang?
- Kirim naskah dalam salah satu format: plain text (.txt), Microsoft Word (.docx), atau HTML bersih. Hindari menempel (paste) isi file biner langsung ke kolom teks.
- Cantumkan bagian yang jelas: judul, subjudul, paragraf isi, spesifikasi teknis (jika ada), dan daftar fitur.
- Lampirkan gambar asli sebagai file terpisah atau tautan yang dapat diunduh; sertakan keterangan gambar jika relevan.
- Jika naskah menyebutkan harga dalam mata uang asing, sertakan angka harga persis sebagaimana tercantum agar konversi ke rupiah dapat dilakukan saat penulisan ulang.
Checklist cepat sebelum mengunggah ulang
- Simpan dokumen sebagai .docx atau .txt; buka sekali untuk memastikan teks tampil normal.
- Jangan mengunggah file terkompresi atau versi yang disalin dari sistem yang terenkripsi.
- Jika menyalin dari web, gunakan mode 'view source' atau simpan sebagai HTML bersih untuk menghindari kode tambahan.
Jika masih muncul masalah
Jika file masih tidak terbaca setelah langkah di atas, kirimkan penjelasan singkat tentang asal dokumen (misalnya: hasil ekspor dari aplikasi X atau salinan email). Informasi ini membantu menentukan apakah yang diperlukan hanya perubahan format atau pemulihan isi.
Setelah naskah dikirim ulang dalam format yang dapat dibaca, proses penulisan ulang akan dilanjutkan sesuai kebutuhan editorial, dengan penyesuaian agar hasilnya relevan dan mudah dibaca di layar ponsel pembaca Indonesia.