Pengguna Wajib Tahu, 14 HP Xiaomi Ini Segera Kehilangan Dukungan Sistem
Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah beredar informasi mengenai berakhirnya dukungan perangkat lunak untuk sejumlah ponsel pada tahun 2026.
Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah beredar informasi mengenai berakhirnya dukungan perangkat lunak untuk sejumlah ponsel pada tahun 2026. Meski tidak diumumkan secara besar-besaran, kebijakan ini secara bertahap akan berdampak pada banyak pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan jadwal dukungan resmi perusahaan, setidaknya ada 14 model ponsel dari tiga merek tersebut yang akan memasuki fase End of Life atau EoL. Artinya, setelah tanggal yang ditentukan, perangkat-perangkat ini tidak lagi menerima pembaruan sistem operasi Android, versi terbaru HyperOS, maupun patch keamanan bulanan.
Sebagai informasi, Xiaomi saat ini tengah mempersiapkan HyperOS 3 yang berbasis Android 15. Pembaruan ini menjadi versi terakhir bagi beberapa ponsel populer. Setelah itu, dukungan perangkat lunak akan dihentikan sepenuhnya, meskipun perangkat masih bisa digunakan secara normal.
Menariknya, daftar ponsel yang terdampak tidak hanya mencakup model lama. Beberapa di antaranya justru masih tergolong laris dan banyak digunakan. Hal inilah yang membuat informasi ini penting untuk diketahui sejak dini, agar pengguna bisa menyiapkan langkah selanjutnya.
Dari lini Poco, dua nama besar yang masuk daftar adalah Poco F5 dan Poco F5 Pro. Kedua ponsel ini dikenal sebagai flagship killer dengan performa tinggi di kelasnya. Meski demikian, Xiaomi memastikan bahwa HyperOS 3 berbasis Android 15 akan menjadi pembaruan besar terakhir untuk keduanya. Khusus Poco F5, dukungan perangkat lunak akan resmi berakhir setelah 9 Mei 2026.
Selanjutnya, dari keluarga flagship Xiaomi, seri Xiaomi 12 juga mulai mendekati akhir masa dukungan. Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro dijadwalkan kehilangan update pada Maret 2026. Sementara itu, Xiaomi 12T dan Xiaomi 12T Pro masih mendapat napas lebih panjang hingga 13 Oktober 2026. Adapun Xiaomi 12 Lite akan mencapai akhir dukungan lebih awal, yakni pada 1 Juli 2026.
Tidak hanya ponsel kelas atas, lini Redmi yang menyasar pasar menengah dan entry-level juga ikut terdampak. Beberapa di antaranya adalah Redmi Note 12 Pro dan Redmi Note 12 5G, yang cukup populer di pasaran. Selain itu, Redmi 12C dan Redmi 13C juga masuk dalam daftar, bersama model murah seperti Redmi A2 dan Redmi A2+.
Sementara itu, dari seri Poco X, Poco X5 dan Poco X5 Pro 5G dipastikan akan mencapai status EoL pada Februari 2026. Padahal, kedua perangkat ini masih banyak digunakan karena menawarkan spesifikasi menarik dengan harga kompetitif.
Meski terdengar mengkhawatirkan, perlu dipahami bahwa ponsel yang sudah tidak mendapat pembaruan tidak serta-merta menjadi tidak bisa digunakan. Perangkat akan tetap menyala, aplikasi tetap dapat dijalankan, dan fungsi dasar masih berjalan seperti biasa. Namun, risiko terbesar terletak pada aspek keamanan.
Tanpa pembaruan keamanan rutin, ponsel menjadi lebih rentan terhadap celah sistem yang baru ditemukan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membahayakan data pribadi, terutama bagi pengguna yang sering mengakses layanan perbankan digital, email penting, atau menyimpan informasi sensitif lainnya.
Oleh karena itu, bagi pengguna Xiaomi, Redmi, atau Poco yang perangkatnya masuk dalam daftar ini, mulai mempertimbangkan upgrade bisa menjadi langkah bijak. Setidaknya, pengguna dapat merencanakan penggantian ponsel sebelum dukungan resmi benar-benar dihentikan, sehingga keamanan dan kenyamanan tetap terjaga.
Pada akhirnya, kebijakan EoL adalah hal yang wajar di industri teknologi. Namun, dengan informasi yang jelas dan persiapan yang matang, pengguna tetap bisa mengambil keputusan terbaik sesuai kebutuhan.