Perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro: perbedaan performa, layar, dan baterai

perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro: ringkasan fitur, performa, pendinginan, dan baterai agar mudah memilih ponsel gaming yang cocok.

Perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro: perbedaan performa, layar, dan baterai (Photo: ['iQOO', 'Red Magic'])
Perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro: perbedaan performa, layar, dan baterai (Photo: ['iQOO', 'Red Magic'])

perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro membuka gambaran langsung dari dua flagship Android gaming yang dibangun di atas platform Snapdragon 8 Elite Gen 5. Kedua perangkat menargetkan performa game tinggi, refresh rate layar yang cepat, solusi pendinginan agresif, dan baterai besar. Meski basis hardware serupa, implementasi fitur dan fokus pengalaman berbeda.

Performa, kontrol, dan pengalaman bermain

iQOO 15 Ultra membawa dukungan esports lewat chip Q3 yang menghadirkan fitur seperti full-scene ray tracing, native 2K super-resolution, dan interpolasi 120fps yang bisa berjalan simultan. Klaim pengujian pabrikan menunjukkan rata-rata 119,2fps selama satu jam gaming berat dengan suhu puncak 44,7°C, serta skor AnTuTu di atas 4,51 juta.

Red Magic 11 Pro menggabungkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan RedCore R4 yang menekankan peningkatan grafis dan upscaling real-time ke resolusi 2K pada beberapa game, serta dukungan 144Hz di judul tertentu. AnTuTu pada varian yang diuji tercatat sekitar 4,35 juta dan ada varian China yang menyertakan emulator PC untuk fleksibilitas permainan ala konsol.

Kedua ponsel menawarkan kontrol gaming yang maju: iQOO mengombinasikan trigger tekanan, sampling touch 4000Hz, dan gyroscope 500Hz dengan algoritme kustom; sementara Red Magic memakai trigger 520Hz dan chip touch sampling Synaptics 3000Hz plus pengaturan perangkat lunak untuk latensi input. Dari sisi kinerja mentah, iQOO menunjukkan keunggulan tipis pada angka benchmark, sementara pengalaman input terasa kompetitif di kedua model.

Perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro tampak depan kedua ponsel gaming (Photo: ['iQOO', 'Red Magic'])
Perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro tampak depan kedua ponsel gaming (Photo: ['iQOO', 'Red Magic'])

Layar, haptics, dan visual

iQOO 15 Ultra memakai panel 6,85 inci 2K LTPO OLED berbasis material Samsung M14, mendukung 144Hz, PWM dimming 2160Hz, dan klaim puncak kecerahan lokal hingga 8000 nits. Ada juga perlindungan mata berbasis perangkat keras dan dukungan DC dimming pada kecerahan penuh.

Red Magic 11 Pro menggunakan panel 6,85 inci BOE X10 1.5K OLED dengan refresh rate 144Hz, kecerahan puncak hingga 2000 nits, PWM dimming 2592Hz, serta touch sampling 960Hz. Perbedaan panel ini mengarah pada keunggulan visual iQOO pada metrik kecerahan dan resolusi, sedangkan Red Magic tetap menonjol pada respons sentuh sangat tinggi.

Daya tahan, pendinginan, dan kamera (hp gaming baterai besar)

Dari sisi baterai, iQOO menempatkan baterai 7400mAh single-cell dengan dukungan 100W wired dan 40W wireless, plus mekanisme power delivery yang menjaga performa saat pengisian. Red Magic menawarkan opsi baterai lebih besar: varian Pro memakai 8000mAh dengan 80W, sedangkan Pro+ hadir dengan 7500mAh serta dukungan 120W wired dan 80W wireless. Keduanya juga mendukung protokol PPS dan PD.

Pada aspek pendinginan, iQOO memperkenalkan sistem Ice Dome Cooling yang memadukan kipas 17x17mm dengan 59 bilah, vapor chamber berukuran 8000mm², dan lapisan grafit; unit itu mendapat sertifikasi termal TÜV Rheinland serta menambahkan ketahanan praktis melalui dukungan IP68/IP69. Red Magic menanggapi dengan sistem hybrid cair dan udara, coolant fluorinated, Turbo Fan 4.0 yang berputar sampai 24.000 rpm, loop pendingin yang terlihat, Liquid Metal 3.0, dan vapor chamber 4D untuk efisiensi pembuangan panas yang agresif.

Perbedaan pendekatan terlihat jelas: Red Magic mengutamakan solusi pendinginan ekstrem dan kapasitas baterai terbesar, sedangkan iQOO menggabungkan pendinginan terukur dengan sertifikasi daya tahan dan fitur charging yang seimbang.

Kamera dan kegunaan sehari-hari

iQOO 15 Ultra menonjol dengan konfigurasi triple 50MP yang terdiri dari sensor utama Sony IMX921 1/1.56 inci, lensa periskop 3x dengan sensor IMX882 1/1.95 inci, dan modul ultrawide; baik modul utama maupun periskop mendukung OIS CIPA 4.5-grade. Kamera depan 32MP siap untuk selfie dan panggilan video. Dukungan algoritme imaging dari ekosistem Vivo juga disebut sebagai bagian dari pengalaman pemotretan.

Red Magic memposisikan diri lebih fokus ke gameplay dengan susunan dual-camera belakang 50MP plus ultrawide 120°, dan kamera depan under-display 16MP. Kombinasi hardware dan software kamera pada iQOO lebih diarahkan ke hasil foto yang lebih serbaguna dibandingkan pendekatan Red Magic yang prioritaskan performa gaming.

Kesimpulan singkat

Perbandingan iQOO 15 Ultra vs Red Magic 11 Pro menunjukkan dua pendekatan berbeda pada segmen ponsel gaming flagship. iQOO 15 Ultra menawarkan paket lebih seimbang: performa tinggi, layar resolusi lebih tinggi, sistem kamera yang kuat, dan kombinasi pendinginan plus ketahanan yang lebih konservatif.

Red Magic 11 Pro fokus pada daya tahan baterai, pendinginan eksperimental, dan pengisian cepat yang agresif—lebih sesuai untuk pengguna yang mengutamakan sesi bermain panjang dan solusi pendingin yang ekstrem. Pilihan antara keduanya tergantung prioritas: keseimbangan fitur dan kamera versus durasi main dan pendinginan maksimal.