Program Makan Bergizi Gratis Grab OVO: Pemantauan Teknologi untuk Keamanan Pangan Sekolah

program makan bergizi gratis Grab OVO menawarkan pemantauan teknologi untuk keamanan pangan, memberdayakan UMKM, menjangkau ribuan siswa.

Program Makan Bergizi Gratis Grab OVO: Pemantauan Teknologi untuk Keamanan Pangan Sekolah (Photo: Grab, OVO)
Program Makan Bergizi Gratis Grab OVO: Pemantauan Teknologi untuk Keamanan Pangan Sekolah (Photo: Grab, OVO)

Program makan bergizi gratis Grab OVO hadir sebagai inisiatif sektor swasta yang menempatkan teknologi sebagai kunci pemantauan kualitas dan keamanan pangan untuk anak sekolah. Inisiatif ini dibiayai dari dana CSR dan bermitra dengan organisasi sosial untuk melengkapi program pemerintah terkait ketahanan gizi.

Pengawasan berbasis teknologi

Inti mekanisme pemantauan adalah Command Center MBG, sebuah pusat pengawasan yang memantau proses penyediaan makanan secara real-time. Sistem ini melacak perjalanan makanan mulai dari dapur UMKM sampai ke tangan siswa sehingga potensi risiko dapat terdeteksi lebih awal.

Sistem dokumentasi digital juga dipakai untuk verifikasi kesiapan mitra, pencatatan proses produksi, dan pengumpulan umpan balik dari pihak sekolah. Pendekatan ini menekankan transparansi dan akuntabilitas di setiap tahap distribusi.

Kata pihak terkait

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menyatakan bahwa keamanan pangan bagi anak adalah tanggung jawab moral dan bahwa teknologi membantu menjamin kualitas makanan yang disalurkan. Pernyataan itu menggambarkan fokus program pada proses yang aman dan terukur.

Rizal Sutono dari Yayasan Inklusi Pelita Bangsa memberi apresiasi pada model ini karena pemanfaatan teknologi memudahkan pengawasan dan konsistensi pelaksanaan program.

Kolaborasi, standar, dan jangkauan

Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi dengan organisasi besar seperti PP Muhammadiyah, GKMNU, dan Yayasan Astra untuk memastikan standar nasional dipenuhi dan sasaran tepat terlayani. Beberapa pejabat terkait juga melakukan kunjungan untuk meninjau pelaksanaan di lapangan.

Sejak peluncuran pada September 2024, program tersebut telah menyentuh lebih dari 30 sekolah di 11 kota atau kabupaten, dengan total penerima manfaat lebih dari 4.500 murid dan guru. Angka ini menunjukkan cakupan awal yang masih terus dikembangkan.

Manfaat untuk UMKM dan ekosistem lokal

Salah satu tujuan program adalah memberdayakan UMKM lokal sebagai penyedia makanan utama. Pendampingan berbasis teknologi mendorong peningkatan standar kebersihan dan operasional sehingga kapasitas usaha kecil ikut terangkat.

  • Peningkatan kapasitas UMKM: pelatihan dan pendampingan operasional untuk memenuhi standar penyajian makanan sekolah.
  • Ekonomi berantai: keterlibatan UMKM lokal membuka peluang pendapatan berkelanjutan bagi pelaku usaha setempat.
  • Keamanan pangan: pemantauan real-time dan dokumentasi digital mengurangi risiko terkait mutu dan sanitasi.

Model kolaborasi ini dirancang untuk berjalan tanpa membebani anggaran negara karena pendanaan sepenuhnya berasal dari CSR dan mitra swasta non-profit, serta difokuskan pada tata kelola yang transparan.

Langkah ke depan yang ditekankan pihak penyelenggara adalah penyempurnaan sistem pemantauan agar standar kualitas dan keamanan pangan tetap konsisten di setiap wilayah jangkauan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat dipadukan dengan program sosial untuk memberi manfaat langsung pada keseharian sekolah dan pelaku usaha lokal.