Realme C85 5G Resmi Rilis, Baterai 7.000mAh dan Ketahanan IP69 Pro Jadi Andalan

Realme C85 5G resmi hadir di Indonesia dengan baterai 7.000mAh, sertifikasi IP69 Pro, dan fitur AI terbaru untuk penggunaan ekstrem.

Realme C85 5G Resmi Rilis, Baterai 7.000mAh dan Ketahanan IP69 Pro Jadi Andalan
Realme C85 5G Resmi Rilis, Baterai 7.000mAh dan Ketahanan IP69 Pro Jadi Andalan (Foto: Realme)

Awal 2026 menjadi fase menarik bagi pasar smartphone Indonesia. Di saat banyak ponsel berlomba menonjolkan kamera atau desain tipis, sebagian pengguna justru mencari hal yang lebih mendasar: daya tahan dan keandalan jangka panjang. Kebutuhan inilah yang menjadikan peluncuran Realme C85 5G terasa relevan sekarang. Perangkat ini tidak diposisikan sebagai ponsel gaya hidup, melainkan alat kerja dan pendamping aktivitas berat sehari-hari.

realme secara resmi membawa Realme C85 5G ke Indonesia dengan klaim berani. Ponsel ini mengusung baterai jumbo 7.000mAh dan sertifikasi ketahanan IP69 Pro, standar yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat industri. Pendekatan ini menandai pergeseran strategi Realme di kelas menengah, dari sekadar spesifikasi tinggi menuju ketahanan nyata di lapangan.

Fokus utama Realme C85 5G sejak awal jelas. Ini adalah perangkat untuk pengguna aktif yang tidak ingin repot memikirkan baterai, air, debu, atau kondisi lingkungan yang tidak bersahabat. Realme bahkan merangkum identitas produk ini dalam satu janji sederhana: baterai ultra dan ketahanan ultra.

Desain fisiknya dibuat untuk menunjang tujuan tersebut. Meski membawa baterai besar, bodinya tetap relatif ramping dengan ketebalan 8,38 mm dan bobot 215 gram. Ukuran ini terasa seimbang ketika digenggam dalam waktu lama. Realme juga menerapkan sudut bodi membulat ala flagship untuk menjaga kenyamanan, terutama bagi pengguna yang sering mengoperasikan ponsel dengan satu tangan.

Dari sisi visual, Realme tidak mengorbankan estetika. Bagian belakang hadir dengan desain Light Feather yang berkilau, tersedia dalam warna Peacock Green dan Parrot Purple. Pilihan ini memberi kesan modern tanpa menghilangkan karakter tangguh yang menjadi identitas utamanya.

Ketahanan menjadi poin pembeda paling kuat dari Realme C85 5G. Sertifikasi IP69 Pro yang disematkan bukan sekadar angka. Standar ini merupakan kombinasi dari IP69K, IP69, IP68, dan IP66, menjadikannya tahan terhadap semburan air panas bertekanan tinggi, debu ekstrem, serta rendaman air. Dalam praktiknya, perlindungan seperti ini jarang ditemukan di ponsel kelas menengah.

Selain itu, Realme C85 5G juga telah lolos uji ketahanan militer MIL-STD 810H. Artinya, perangkat ini dirancang untuk bertahan dari guncangan, suhu ekstrem, dan kondisi penggunaan yang tidak ideal. Bagi pekerja lapangan, kurir, atau pengguna dengan mobilitas tinggi, kombinasi ini memberi rasa aman yang jarang ditawarkan ponsel di kelas harga serupa.

Di balik bodi tangguhnya, Realme C85 5G tetap memperhatikan performa harian. Ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300 berbasis fabrikasi 6nm. Chip ini dirancang untuk efisiensi daya sekaligus kestabilan performa, cocok untuk penggunaan panjang tanpa panas berlebih. Dukungan RAM virtual hingga 24GB memberi ruang lebih besar untuk multitasking.

Pengalaman perangkat lunak menjadi aspek penting lain. Realme C85 5G menjalankan realme UI 6.0 berbasis Android 15, dengan pendekatan antarmuka yang lebih halus dan modern. Integrasi fitur AI menjadi sorotan, termasuk dukungan Google Gemini dan Circle to Search. Kehadiran fitur-fitur ini membuat interaksi terasa lebih kontekstual dan efisien dalam penggunaan sehari-hari.

Baterai menjadi alasan utama banyak orang melirik perangkat ini. Kapasitas 7.000mAh bukan hanya besar di atas kertas. Realme mengklaim baterai Tintan yang digunakan mampu menjaga kesehatan daya hingga enam tahun pemakaian. Klaim ini penting di tengah kekhawatiran pengguna soal degradasi baterai dalam jangka panjang.

Pengisian daya cepat 45W memastikan waktu tunggu tetap masuk akal meski kapasitas besar. Menariknya, Realme C85 5G juga mendukung reverse charging 6,5W, memungkinkan ponsel ini berfungsi sebagai sumber daya darurat untuk perangkat lain. Fitur kecil ini terasa relevan dalam situasi lapangan atau perjalanan panjang.

Untuk urusan layar, Realme C85 5G menggunakan panel LCD 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144Hz. Meski resolusinya masih HD+, tingkat kecerahan 1.200 nits membuat layar tetap nyaman digunakan di luar ruangan. Fokusnya jelas pada kenyamanan visual dan kelancaran, bukan sekadar angka resolusi tinggi.

Sektor kamera tidak menjadi fokus utama, tetapi tetap dibuat fungsional. Kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX852 didukung berbagai fitur AI seperti AI Eraser, AI Ultra Clarity, dan AI Unblur. Pendekatan ini menekankan kemudahan dan kepraktisan, bukan kompetisi kamera flagship.

Jika dilihat secara menyeluruh, Realme C85 5G mengisi celah yang selama ini kurang diperhatikan. Di kelas menengah, ponsel dengan ketahanan ekstrem dan baterai besar sering kali harus mengorbankan fitur lain. Realme mencoba mematahkan pola tersebut dengan menghadirkan perangkat yang seimbang antara daya tahan, performa, dan pengalaman pengguna.

Peluncuran Realme C85 5G menegaskan bahwa standar ponsel kelas menengah mulai bergeser. Ketahanan ala perangkat industri tidak lagi eksklusif untuk segmen khusus. Dengan pendekatan ini, Realme menawarkan alternatif serius bagi pengguna yang membutuhkan ponsel tangguh untuk bertahan lama, bukan sekadar spesifikasi tinggi yang cepat usang.