Robot Tak Lagi Barang Mewah, Qingtian Rent Dorong Model Sewa Harian di China

Qingtian Rent mempopulerkan sewa robot harian di China dan meraih pendanaan besar. Model ini membuka akses robot bagi bisnis tanpa modal besar.

Robot Tak Lagi Barang Mewah, Qingtian Rent Dorong Model Sewa Harian di China
Robot Tak Lagi Barang Mewah, Qingtian Rent Dorong Model Sewa Harian di China

Dalam beberapa bulan terakhir, lanskap teknologi China bergerak ke arah yang terasa semakin futuristik. Robot yang dulu identik dengan pabrik besar dan investasi mahal kini mulai hadir sebagai layanan harian yang bisa dipesan sesuai kebutuhan. Perubahan ini relevan sekarang karena terjadi di saat biaya teknologi turun dan bisnis mencari cara baru untuk tampil menonjol tanpa beban modal besar.

Di tengah momentum tersebut, nama Qingtian Rent muncul sebagai salah satu pemain paling menonjol. Platform yang diluncurkan di Shanghai pada akhir 2025 ini menawarkan konsep sederhana namun radikal. Robot tidak lagi harus dimiliki, cukup disewa. Pendekatan ini menggeser paradigma lama dan mempercepat adopsi robot di sektor yang sebelumnya tidak tersentuh.

Qingtian Rent memosisikan diri sebagai penyedia layanan Robot-as-a-Service atau RaaS. Bagi banyak pelaku usaha, terutama skala kecil dan menengah, model ini menghilangkan hambatan terbesar dalam adopsi robotika, yaitu biaya awal. Robot yang harganya setara mobil mewah kini bisa dihadirkan hanya untuk satu hari atau satu acara tertentu.

Respons pasar terhadap ide ini datang sangat cepat. Dalam tiga minggu pertama operasional, platform ini mencatat lebih dari 200.000 pendaftar. Angka tersebut mencerminkan rasa ingin tahu sekaligus kebutuhan nyata dari dunia usaha China yang sedang mencari cara baru untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan efisiensi.

Lonjakan minat ini juga tercermin dari jumlah pesanan harian. Penyewaan robot dilaporkan telah melampaui 200 unit per hari dan terus meningkat. Robot-robot tersebut digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari promosi ritel hingga hiburan di dalam toko.

Investasi Besar di Balik Model Sewa Robot

Kepercayaan pasar tidak hanya datang dari pengguna, tetapi juga dari investor. Qingtian Rent berhasil mengumpulkan pendanaan tahap awal senilai puluhan juta dolar. Putaran ini dipimpin oleh Hillhouse Capital dengan partisipasi dari Fosun dan sejumlah dana besar lainnya.

Dana segar tersebut akan digunakan untuk mempercepat ekspansi layanan ke berbagai wilayah di China. Selain itu, Qingtian Rent berencana memperkuat infrastruktur platform dan membangun sistem layanan yang terstandarisasi. Ini mencakup asuransi penuh dan ketersediaan operator terlatih agar bisnis penyewa tidak perlu memikirkan aspek teknis yang rumit.

Langkah ini penting karena layanan sewa robot bukan hanya soal menyediakan mesin. Ia juga tentang memastikan pengalaman pengguna berjalan mulus, aman, dan dapat diandalkan, terutama bagi bisnis yang baru pertama kali berinteraksi dengan robot.

Siapa Saja yang Menyewa Robot

Dalam fase awal, robot banyak digunakan untuk tujuan yang bersifat visual dan menarik perhatian. Sejumlah merek ritel besar tercatat memanfaatkan layanan ini untuk menciptakan pengalaman unik di toko mereka.

Beberapa penggunaan yang disebut dalam draft antara lain
Menampilkan tarian robot untuk menarik pengunjung
Menulis kaligrafi sebagai atraksi budaya
Menciptakan momen viral di dalam toko

Pendekatan ini menunjukkan bahwa robot tidak langsung difokuskan pada efisiensi industri, tetapi pada nilai pengalaman. Di pasar yang sangat kompetitif seperti China, perhatian konsumen menjadi aset yang sangat berharga.

Mengapa Permintaan Meledak Sekarang

Waktu peluncuran Qingtian Rent berperan besar dalam ledakan permintaan. Menjelang Festival Musim Semi, aktivitas promosi dan acara publik di China meningkat tajam. Pada periode ini, banyak bisnis mencari cara unik untuk tampil berbeda.

Selain itu, video robot humanoid yang viral di konser dan program televisi turut memicu rasa penasaran publik. Dampaknya, permintaan sewa robot melonjak dan sempat membuat pasokan unit menipis. Namun, bersamaan dengan itu, harga penyewaan justru turun karena efisiensi operasional dan skala yang cepat tercapai.

Penurunan harga ini menjadi titik balik penting. Untuk pertama kalinya, bisnis kecil dan menengah bisa mengakses robot tanpa risiko finansial besar. Mereka bisa bereksperimen, mencoba, lalu memutuskan apakah teknologi ini relevan untuk kebutuhan jangka panjang.

Robot Lebih dari Sekadar Hiburan

Meski saat ini robot banyak terlihat sebagai alat promosi dan hiburan, visi Qingtian Rent jauh melampaui itu. Perusahaan memprediksi bahwa seiring biaya operasional yang terus menurun, robot akan mulai masuk ke sektor yang lebih fungsional.

Beberapa sektor yang diproyeksikan menjadi target berikutnya antara lain
Ritel untuk pelayanan pelanggan
Pariwisata untuk pemandu interaktif
Pabrik untuk tugas ringan dan berulang
Gudang untuk dukungan logistik

Dalam jangka panjang, Qingtian Rent ingin memposisikan diri sebagai “Didi-nya layanan sewa robot”. Ambisi ini mencerminkan keinginan membangun jaringan nasional yang menghubungkan penyedia robot dan pengguna dalam satu platform terpadu.

Mengapa China Bergerak Lebih Cepat

Layanan penyewaan robot sebenarnya bukan hal baru secara global. Di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa, model serupa sudah ada. Namun, di banyak negara tersebut, layanan ini cenderung terbatas dan sangat terspesialisasi.

Robot biasanya disewakan untuk pameran, keamanan, atau otomatisasi industri tertentu. Modelnya pun sering berbentuk leasing jangka panjang yang hanya relevan bagi perusahaan besar. Konsep on-demand untuk pasar massal hampir tidak terdengar.

Keunggulan China terletak pada kombinasi skala pasar, dukungan investor, dan pemikiran berbasis platform. Pasar domestik yang sangat besar memungkinkan eksperimen cepat. Biaya robot yang turun dengan pesat membuat model sewa menjadi masuk akal secara ekonomi. Di sisi lain, ekosistem digital China sudah terbiasa dengan layanan on-demand, dari transportasi hingga pengiriman makanan.

Arah Baru Industri Robotika

Qingtian Rent pada dasarnya mengubah cara bisnis memandang robot. Dari aset mahal yang hanya dimiliki segelintir pihak, robot beralih menjadi layanan fleksibel yang bisa dicoba tanpa komitmen jangka panjang. Model ini membuka ruang eksperimen yang luas.

Bisnis kini bisa menguji otomatisasi atau atraksi robotik tanpa harus mengeluarkan modal besar. Jika berhasil, mereka bisa meningkatkan penggunaan. Jika tidak, mereka bisa berhenti tanpa beban.

Model Robot-as-a-Service yang dijalankan Qingtian Rent berpotensi menjadi cetak biru global. Ia menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak selalu harus dimulai dari kepemilikan. Dalam konteks China, pendekatan ini terasa selaras dengan kecepatan pasar dan budaya inovasi yang agresif.

Ketika robot mulai hadir sebagai layanan harian, pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi ini akan diadopsi, tetapi seberapa cepat ia menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari. Dan dari apa yang terlihat sekarang, China sudah melangkah lebih dulu.