Shopee Big Ramadan Sale 2026: Belanja Terencana untuk Ramadan Masa Kini

Shopee Big Ramadan Sale 2026 hadir sebagai rangkaian promo dan fitur digital yang membantu menata ritme ibadah, kerja, dan kebersamaan selama Ramadan.

Shopee Big Ramadan Sale 2026: Belanja Terencana untuk Ramadan Masa Kini (Photo: GadgetDIVA, Shopee)
Shopee Big Ramadan Sale 2026: Belanja Terencana untuk Ramadan Masa Kini (Photo: GadgetDIVA, Shopee)

Ramadan tidak lagi selalu berarti menahan aktivitas sehari-hari. Pada Ramadan 1447 H, figur publik seperti El Rumi dan Syifa Hadju menjadi contoh bagaimana generasi muda menyeimbangkan kesibukan, ibadah, dan kebersamaan dengan lebih terencana dan efisien.

Teknologi sebagai penata ritme Ramadan

Perangkat digital dan layanan online dipakai bukan sebagai pengalih, melainkan alat untuk menghemat waktu. Bagi banyak orang, ini berarti belanja kebutuhan sahur dan berbuka dapat diselesaikan lebih cepat sehingga memberi ruang untuk ibadah dan waktu keluarga.

Perubahan ini juga terasa pada bagaimana kampanye belanja disusun: tidak sekadar diskon, melainkan fitur dan pengalaman yang membantu pengguna merencanakan aktivitas Ramadan sehari-hari.

Shopee Big Ramadan Sale 2026 menata ritme belanja dan ibadah (Photo: GadgetDIVA, Shopee)
Shopee Big Ramadan Sale 2026 menata ritme belanja dan ibadah (Photo: GadgetDIVA, Shopee)

Fitur dan program di Big Ramadan Sale 2026

Shopee menghadirkan Big Ramadan Sale 2026 sebagai kampanye 40 hari, berlangsung 11 Februari sampai 22 Maret 2026. Ajang ini menekankan pengalaman belanja terintegrasi melalui beberapa program yang dirancang untuk kemudahan dan keterlibatan pengguna.

Salah satu program andalan adalah Beduk Berkah 10M, gim interaktif dalam aplikasi yang dapat dimainkan setiap hari untuk peluang mendapatkan voucher diskon sampai 99 persen dan Koin Shopee. Ada pula Gebyar Ramadan Serba Rp1 yang menawarkan produk pilihan dengan harga sangat terjangkau, serta Kejar Voucher 50% yang muncul setiap hari selama kampanye.

Selain promo transaksi, ada juga fitur berbasis kecerdasan buatan bernama NegoNeko. Fitur ini menyajikan karakter virtual untuk bernegosiasi dengan cara yang lebih personal dan interaktif, sehingga proses tawar-menawar terasa lebih ringan dan cepat.

Beduk Berkah 10M Shopee sebagai gim interaktif untuk voucher (Photo: GadgetDIVA, Shopee)
Beduk Berkah 10M Shopee sebagai gim interaktif untuk voucher (Photo: GadgetDIVA, Shopee)

Bagaimana ini membantu pengguna sehari-hari

Untuk pengguna yang padat, fitur seperti gim harian dan voucher memastikan ada kesempatan mendapat diskon tanpa harus terus-menerus mengecek aplikasi. NegoNeko membantu menyelesaikan proses tawar dengan cepat, sementara promo terjadwal membuat perencanaan belanja menjadi lebih efisien—semua hal yang relevan untuk rutinitas sahur, berbuka, dan persiapan Lebaran.

Dampak pada pelaku usaha lokal

Platform juga membawa dampak pada pelaku usaha kecil dan menengah. Brand modest fashion lokal Heaven Lights, mitra Shopee sejak beberapa tahun lalu, memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan koleksi Raya lengkap dengan signature emboss pada kain.

Heaven Lights mencatat peningkatan pesanan signifikan saat kampanye sebelumnya, yang menunjukkan bahwa kampanye terintegrasi dapat membantu penjualan sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan. Produk yang ditawarkan termasuk abaya, scarf dengan puluhan pilihan warna, dan tas terbaru yang menyasar kebutuhan busana Lebaran.

Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, menekankan bahwa pendekatan kampanye kali ini berfokus pada keseimbangan antara produktivitas dan ibadah. Tujuannya adalah menjadikan ekosistem digital sebagai penunjang ritme Ramadan tanpa menghilangkan makna spiritual.

Bagi pengguna yang mencari kemudahan, rangkaian fitur dan promo di Big Ramadan Sale 2026 menawarkan opsi untuk merencanakan belanja dengan lebih rapi, menghemat waktu, dan tetap menjaga momen kebersamaan keluarga. Cara berbelanja dan konsumsi konten selama Ramadan berubah; fokusnya kini pada efisiensi, interaktivitas, dan relevansi dengan kebutuhan harian.

Peralihan ini membuat Ramadan terasa lebih adaptif: teknologi diposisikan sebagai alat bantu yang memungkinkan aktivitas ibadah dan sosial tetap terjaga, sambil memberi ruang bagi produktivitas dan kenyamanan keluarga sepanjang bulan suci.