Garmin
Berita Aplikasi Alcogram Bantu Pantau Kadar Alkohol lewat Smartwatch Garmin
Memantau kondisi tubuh kini semakin mudah berkat kehadiran aplikasi pihak ketiga terbaru bernama Alcogram untuk pengguna smartwatch Garmin. Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu melacak konsumsi minuman secara praktis langsung dari pergelangan tangan Anda.Menggunakan data personal seperti usia, berat badan, dan jenis kelamin untuk estimasi lebih akurat.Dapat dijalankan secara mandiri langsung di jam tangan tanpa perlu terhubung ke smartphone.Menyediakan grafik visual perkembangan kadar alkohol dalam tubuh dari waktu ke waktu.Cara Kerja Alcogram Membaca Kondisi TubuhAplikasi Alcogram bekerja dengan memanfaatkan data personal yang sudah tersimpan di profil pengguna smartwatch Garmin. Informasi fisik seperti jenis kelamin, tinggi badan, usia, hingga berat badan menjadi acuan utama karena faktor-faktor tersebut sangat memengaruhi seberapa cepat tubuh memetabolisme alkohol.Pengguna dapat memasukkan jenis minuman yang dikonsumsi secara manual. Aplikasi ini menyediakan pilihan minuman yang sudah dikonfigurasi sebelumnya, atau pengguna bisa menambahkan jenis minuman khusus dengan kadar alkohol spesifik sesuai konsumsi riil mereka. Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang ingin memantau konsumsi mereka secara personal.Fitur Unggulan dan Grafik Pemantauan MandiriSalah satu kelebihan utama dari Alcogram adalah kemampuannya untuk berjalan secara mandiri di dalam sistem operasi jam tangan. Anda tidak perlu repot membuka smartphone di tengah acara sosial hanya untuk mencatat konsumsi minuman. Kehadiran grafik visual yang interaktif juga mempermudah pemantauan langsung.Berikut adalah beberapa fitur teknis yang ditawarkan oleh aplikasi ini:Profil Personal: Integrasi otomatis dengan data fisik pengguna Garmin.Kustomisasi Minuman: Input manual kadar alkohol sesuai jenis minuman.Grafik Visual: Diagram perkembangan estimasi kadar alkohol dalam darah dari waktu ke waktu.Riwayat Konsumsi: Catatan historis untuk mengevaluasi kebiasaan minum.Analisis Penggunaan dan Batasan TeknologiMeskipun aplikasi ini sangat membantu untuk melacak kebiasaan personal, pengguna harus memahami bahwa hasil kalkulasi dari aplikasi ini bersifat estimasi kasar. Algoritma yang digunakan tidak bisa menyamai akurasi alat tiup pengukur alkohol profesional atau tes darah medis. Oleh karena itu, demi keselamatan bersama, hindari mengemudi atau bersepeda jika Anda merasa ragu dengan kondisi fisik Anda sendiri. Gunakan aplikasi ini murni sebagai referensi kebugaran pribadi.Komparasi dengan Fitur Bawaan KompetitorDibandingkan dengan kompetitor seperti Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch yang lebih fokus pada pelacakan hidrasi air mineral standar, kehadiran Alcogram memberikan nilai tambah yang unik bagi pengguna Garmin yang aktif secara sosial. Aplikasi pihak ketiga ini mengisi celah fungsionalitas yang jarang disentuh oleh aplikasi kesehatan bawaan pabrik pada umumnya.Aplikasi Alcogram saat ini sudah kompatibel dengan berbagai model jam tangan pintar Garmin, termasuk seri populer seperti Garmin Fenix yang banyak digunakan oleh para pencinta aktivitas luar ruang.Referensi: Garmin | Notebookcheck
- 13 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Garmin Terlihat Kikir Dibanding Apple, Fitur Darurat Punya Harga Hidup Mati
Bayangkan sedang mendaki gunung atau menyelam di tempat terpencil, lalu terjadi keadaan darurat. Anda ingin segera menghubungi bantuan lewat smartwatch, tapi ternyata fitur komunikasi satelit yang penting itu berbayar. Situasi seperti ini kini terjadi pada pengguna Garmin, yang harus membayar biaya tambahan untuk menggunakan fitur darurat lewat layanan inReach.Garmin tawarkan panggilan darurat mulai dari Rp120 ribuan per bulan dengan syarat menghentikan langganan penuh.Biaya aktivasi awal layanan inReach mencapai Rp600 ribuan, jadi bukan hanya biaya bulanan.Apple tawarkan komunikasi satelit gratis selama dua tahun pertama pada Apple Watch, tanpa biaya tersembunyi.Perbedaan kebijakan ini berpotensi memengaruhi keputusan pembelian dan keselamatan pengguna di situasi kritis.Garmin dan Biaya Layanan Darurat yang MembebaniGarmin baru-baru ini menurunkan biaya penggunaan layanan inReach untuk panggilan darurat menjadi sekitar Rp120 ribuan per bulan, dengan catatan pelanggan harus menghentikan langganan penuh mereka. Namun, ada biaya aktivasi awal sebesar sekitar Rp600 ribuan yang harus dibayar pengguna untuk mengaktifkan layanan ini.Fitur komunikasi satelit ini tersedia tidak hanya di perangkat inReach khusus, tapi juga di jam tangan pintar Garmin seperti Fenix 8 Pro dan Quatix 8 Pro. Sayangnya, meskipun jam tangan ini menyasar pengguna yang mungkin tidak sepenuhnya siap menghadapi situasi darurat, biaya layanan yang cukup tinggi bisa menjadi penghalang untuk mengaktifkan fitur tersebut.Perbandingan dengan Apple yang Lebih Konsumen-FriendlyDi sisi lain, Apple menawarkan fitur komunikasi satelit gratis selama dua tahun pertama bagi pengguna Apple Watch yang mendukung fitur tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai biaya setelah masa gratis itu berakhir, tapi langkah ini menunjukkan pendekatan yang lebih ramah konsumen untuk fitur keselamatan penting.Kebijakan Apple ini memberikan nilai tambah yang jelas dan bisa jadi faktor penentu antara hidup dan mati dalam situasi darurat. Pengguna tidak perlu khawatir soal biaya tambahan saat membutuhkan bantuan cepat lewat satelit.Implikasi bagi Pengguna dan Reputasi GarminDengan perbedaan kebijakan yang cukup mencolok ini, Garmin berisiko kehilangan kepercayaan dari pengguna yang mengutamakan keselamatan dan kemudahan akses fitur darurat. Meskipun Garmin sudah mengurangi biaya layanan, tetap saja biaya aktivasi dan langganan bisa membuat pengguna ragu untuk mengaktifkan fitur yang sebenarnya vital.Dalam konteks ini, pilihan smartwatch bukan hanya soal fitur dan desain, tapi juga soal aksesibilitas layanan keselamatan tanpa hambatan biaya. Garmin perlu mempertimbangkan ulang model bisnisnya agar tidak kehilangan pangsa pasar dan reputasi di tengah persaingan yang semakin ketat.Via: Notebookcheck
- 05 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Garmin Segera Luncurkan Perangkat Baru Berpotensi Garmin Edge 1060
Garmin dikabarkan tengah bersiap meluncurkan perangkat baru yang telah muncul dalam basis data regulasi dengan nomor model A04831. Meskipun belum jelas jenis perangkat apa yang akan dirilis, satu hal pasti, Garmin akan memperkenalkan sistem baru yang siap dipasarkan setelah melewati proses sertifikasi yang wajib dan berbiaya.Perangkat dengan model A04831 ditemukan di database sertifikasi, dikategorikan sebagai bike trainer.Garmin memiliki dua kategori perangkat relevan: indoor trainers dan trainers yang dipasangkan pada sepeda, biasanya di bawah merek Tacx.Kabar menyebut perangkat ini bukan trainer Tacx baru, melainkan smart cycling computer Garmin Edge 1060.Diskon untuk Garmin Edge 1050 dan waktu peluncuran mendukung dugaan ini, namun belum ada konfirmasi resmi.Mengurai Kategori Perangkat Garmin dan SertifikasiNomor model A04831 yang muncul di berbagai database sertifikasi, termasuk SIRIM, diklasifikasikan sebagai bike trainer. Garmin memang memiliki produk dalam kategori indoor trainers dan trainers yang dipasang pada sepeda, yang biasanya dijual dengan merek Tacx. Namun, perbedaan teknis seperti metode pemasangan sepeda pada trainer juga menjadi pembeda dalam lini produk mereka.Dugaan Perangkat Baru: Garmin Edge 1060Menurut laporan dari Garmin News, perangkat ini kemungkinan besar adalah smart cycling computer terbaru, Garmin Edge 1060. Dugaan ini didukung oleh adanya diskon pada Garmin Edge 1050 serta waktu yang tepat setelah peluncuran Edge 1050 pada Juni 2024, yang menandakan sudah saatnya untuk memperbarui lini produk smart cycling computer mereka.Implikasi Peluncuran dan Dampak bagi PenggunaJika benar perangkat baru ini adalah Garmin Edge 1060, maka peluncuran ini akan menjadi langkah penting bagi Garmin dalam memperkuat posisinya di pasar teknologi olahraga, khususnya bagi penggemar sepeda yang mengandalkan perangkat pintar untuk meningkatkan performa dan pengalaman bersepeda. Namun, tanpa konfirmasi resmi, pengguna harus menunggu informasi lebih lanjut agar dapat menilai fitur dan harga yang akan ditawarkan.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Rekomendasi Garmin Fenix 8 vs Enduro 3: Siapa Rajanya Baterai Ekstrem?
Kalau kamu terbiasa ngecas smartwatch tiap malam, ngeliat spesifikasi Garmin seri premium bisa bikin melongo. Baterainya diukur dalam minggu, bukan jam. Dua andalan mereka, Fenix 8 dan Enduro 3, sama-saja jago dalam urusan daya tahan—tapi pendekatannya beda banget. Yuk, kita bedah mana yang paling cocok buat gaya hidupmu.Fenix 8: smartwatch mode hingga 48 hari (dengan solar), GPS hingga 149 jam (solar)Enduro 3: smartwatch mode hingga 90 hari (solar), GPS hingga 320 jam (solar)Keduanya pakai layar MIP untuk versi solar, tapi Fenix 8 juga punya opsi AMOLEDEnduro 3 lebih ringan (63 gr) dan fokus murni baterai, Fenix 8 punya speaker, mic, dan diving gradeGarmin Enduro 3 smartwatch outdoor dengan daya tahan baterai panjang. Foto: GarminGarmin Fenix 8Fenix 8 adalah flagship serba bisa. Dilengkapi speaker dan mikrofon buat nelpon dari wrist, casing kedap untuk scuba diving, serta senter LED bawaan. Tapi karena fiturnya padat, daya tahan baterai sangat tergantung varian. Yang paling besar, 51mm, dengan layar AMOLED mampu bertahan hingga 29 hari smartwatch mode (13 hari always-on). GPS tracking sampai 84 jam.Kalau pilih varian Solar dengan layar MIP, baterai smartwatch melonjak ke 30 hari—atau 48 hari dengan bantuan sinar matahari. GPS-nya 95 jam, naik jadi 149 jam dengan solar. Buat kebanyakan orang, ini lebih dari cukup untuk latihan harian, hiking, dan pemakaian sehari-hari.Garmin Enduro 3Enduro 3 punya misi spesifik: bertahan selama mungkin tanpa ngecas. Garmin mengorbankan speaker, mikrofon, dan ketahanan diving. Sebagai gantinya, bezel titanium ringan dan tali nilon bikin beratnya cuma 63 gram—jauh lebih ringan dari Fenix 8 51mm Solar yang 95 gram.Dengan fokus efisiensi, Enduro 3 kasih angka gila: smartwatch mode 36 hari, atau 90 hari dengan solar. Di mode GPS kontinu—yang paling krusial buat ultrarunner dan thru-hiker—baterainya 120 jam, tembus 320 jam dengan solar. Bisa dibilang, ini jam tangan yang jarang banget kamu cas.Jadi, Pilih yang Mana?Kalau bicara soal durasi, Enduro 3 jelas pemenangnya. Daya tahan GPS solarnya lebih dari dua kali lipat (320 vs 149 jam) dan smartwatch mode hampir dua kali lipat (90 vs 48 hari). Tapi pilihan ideal tergantung kebutuhanmu.Harga & Verdict: Garmin Fenix 8 51mm Solar dibanderol sekitar $1.000 atau Rp15,5 jutaan. Enduro 3 di kisaran $900 atau Rp14 jutaan. Ambil Fenix 8 jika kamu suka kenyamanan voice command, nelpon dari wrist, dan butuh watch yang bisa diving rekreasional—baterainya tetap luar biasa. Pilih Enduro 3 jika prioritasmu meminimalkan frekuensi ngecas, atau kamu sering ikut event multi-hari di alam terbuka di mana colokan listrik hanya mimpi. Keduanya jago, tapi satu dirancang serba bisa, satunya dirancang buat bertahan paling lama.
- 26 May, 2026
- •
- Senja Arunika